Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

16 SMP UNBK Tahun 2018 di Aceh Timur “58 Tidak”

Selasa, 24 April 2018 | 8:47 pm
Reporter: Muhammad Thaib
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 98
Foto : Siswa –siswi SMPN 1 Ranto Peureulak, sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kumputer di Ruang Kumputer SMAN Ranto Peureulak, Pada Selasa ( 24 April 2018).

Foto : Siswa –siswi SMPN 1 Ranto Peureulak, sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kumputer di Ruang Kumputer SMAN Ranto Peureulak, Pada Selasa ( 24 April 2018).

Foto : Siswa –siswi SMPN 1 Ranto Peureulak, sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kumputer di Ruang Kumputer SMAN Ranto Peureulak, Pada Selasa ( 24 April 2018).

 

Aceh Timur LintasPe-

Ujian Nasional Siswa – siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) tahun 2018 dilaksanakan diseluruh wilayah Aceh Timur pada hari pertama Senin (23 April 2018) dan hari kedua, Selasa (24 April 2018) pada umumnya berjalan lancar belum adannya kendala yang signifikan dilaporkan pihak penyelenggara UN.

Tahun ini sebagain sistim Ujian Nasional yang dilaksanakan dengan sistim Online yakni UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dan UNKP (Ujian Nasional Kertas Pencil), pantauan media LintasPe- selama dua hari dibeberapa sekolah yang melaksanakan ujian pada umumnya berjalan dengan baik.

Menurut data yang doperoleh LintasPeristiwa, tahun 2018, sebanyak 74 Sekolah Menengah Pertama(SMP) yang melaksanakan UNBK hanya 16 Sekolah, selebihnya 58 SMP masih sistim UNKP, sementara untuk Madrasah Tsananwiyah(MTs) dengan 31 Madrasah keseluruhanya melaksanakan UNBK (online).

Minimnnya pelaksanaan Ujian Berbasis computer di di Tingkat SMP di Aceh Timur, telah menjadi pertanyaan besar oleh para kalangan tokoh pendidikan, pemerhati pendidikan di Aceh Timur, Ridwan salah seorang pemerhati pendidikan warga Kecamatan Peureulak kepada LintasPe, dikediamannya mengatakan, “mengapa saat ini belum terpenuhi prasarana dan sarana di hampir seluruh sekolah untuk memenuhi kebutuhan murid untuk dapat ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer, padahal menurut hematnya, dana operasional yang tersedia saat ini dimasing-masing sekolah sudah sangat besar, lantas apa alasannya pihak penyelenggara pendidikan kok belum mampu berbuat”. Kata Ridwan.

Ridwan juga menambahkan, “seharusnya pihak pelenggara pendidikan seharusnya duduk bersama dengan pihak MPD (Majelis Pendidikan Daerah) Aceh Timur, serta dengan adanya penguatan lembaga Komite sekolah, sehingga dapat mencari solusi dan jalan keluar dalam persiapan untuk pelaksanaan Ujian Berbasis kumputer, bukan yang selama ini kita lihat hanya berjalan sendiri –sendiri”. Ujar Pak Wan.

Hal yang sama juga di sampaikan A. Rahmad Dasda, Inisiator Gerakan Aneuk Muda Sosial Aceh Timur (GAMS), “Pihak Dinas pendidikan Aceh Timur salah satu instansi yang bertanggung jawab terhadap sector pendidikan di wilayah Aceh Timur, khusus tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang tahun 2018 belum mampu turut serta menyeimbangi dengan perkembangan kemajuan jaman dan teknologi yang berkembang, sehingga kita melihat sangat sedikitnya SMP yang melaksanakan UNBK, ini adalah bukti kemunduran sector pendidikan, maju dan mundurnya pendidikan tergantung bagai mana kemampuan orang-orang yang dipercaya untuk dapat berbuat lebih baik dari yang kurang baik sebelumnya”. Kata Rakmad.

Sebelum kegiatan penyelenggaraan Ujian Nasional tingkat SMP di wilayah Aceh Timur, pihak Media lintasPe, telah berkordinasi dengan pihak sekolah dan pihak dinas pendidikan melalui Kabid Pembinaan SMP, Saiful Basri, menurutnya SMP diwilayah Aceh Timur, pada umumnya belum memenuhi sarana dan prasarana untuk mengikuti Ujian berbasis computer, dan untuk tahun depan 2019 akan kita persiapkan secara keseluruhannya Tingkat SMP UNBK”. Katanya. (M.Thaib)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.