Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Ajang Pembelajaran Demokrasi MAN 2 Peureulak Pemilihan Ketua Osis OSM

Sabtu, 7 April 2018 | 4:05 pm
Reporter: Muhammad Thaib
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 258

Foto : Kepala MAN 2 Peureulak, Sanusi, S.Pd,I. M.A, dan Guru Senior. Awak Media, sedang menyaksikan langsung jalannya proses demokrasi pemilihan ketua Osis OSM MAN 2 Peureukak, Sabtu (07 April 2018).

Foto : Saat Perhitungan surat suara pada pemilihan ketua Osis OSM MAN 2 Peureulak, di Halaman MAN 2 Peureulak, Oleh Panitia Pemilihan, Sabtu (07 April 2018).

Ket Foto : Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Peureulak, Sanusi, S.Pd,I, M.A. Menyampaikan arahan kepada seluruh pelajar pada ajang demokrasi pemilihan ketua Osis OSM, di MAN 2 Peureulak, Sabtu (07 April 2018).

Aceh Timur LintasPe-

Asumsi tentang pendidikan sebagai sarana dan instrumen untuk mengalihkan ilmu pengetahuan bukan hanya telah mereduksi makna hakiki dan fungsi pendidikan semata, tetapi juga mengedepankan warga didik dan arah ke depan. Pendidikan sejatinya adalah untuk membangun dan mengembangkan potensi manusia agar memiliki karakter, integritas, dan kompetensi yang bermakna dalam kehidupan. Namun yang terjadi selama ini pendidikan masih terjebak pada pandangan dan praktek yang tidak membangun ruang pembelajaran yang bisa memperkaya nilai-nilai kemanusiaan, keluhuran, kejujuran, dan keadaban.

Dengan demikian, sistem dan praktek pendidikan di negeri kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa gagal dalam membangun karakter bangsa dan kemuliaan hidup,  Pendidikan dewasa ini harus bisa berfungsi ikut membangun kapasitas bangsa sebagai manusia pembelajar, sehingga bisa andal dan percaya diri dalam percaturan global sekarang serta rancangan ke masa depan. Dalam konteks ini, bukan hanya bertumpu dalam visi serta cita etis pendidikan yang humanis dan religius, melainkan juga pendidikan mempunyai daya dan tata kelola untuk memperkaya kehidupan yang demokratis.

Pengembangan nilai-nilai demokratis di sekolah juga perlu diterapkan untuk menghadapi era globalisasi yang kini diyakini akan menghadirkan banyak perubahan global seiring dengan akselerasi keluar masuknya berbagai kultur dan peradaban baru dari berbagai bangsa di dunia. Itu artinya, dunia pendidikan dalam mencetak sumberdaya manusia yang bermutu dan profesional harus menyiapkan generasi yang demokratis, sehingga memiliki resistence yang kokoh di tengah-tengah konflik peradaban, Hal ini dikatakan Sanusi, S.Pd.I M.A, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Peureulak Aceh Timur, saat memberikan arahan kepada Siswa-siswi MAN 2 Peureulak di Kegiatan Ektrakulikuler yakni pemilihan Ketua dan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Organisasi Siswa Madrasah (OSM) di Laksanakan di halaman MAN 2 Peureulak, pada Sabtu (07 April 2018).

Sanusi, yang juga didampingi, dua orang Guru senior pakar, yakni DR. M. Nur, M.A, dan DR. Fakhrurazi, M. Hum, menambahkan, Langkah konkret yang menarik untuk direalisasi bersama, terutama oleh insan pendidik dan pihak-pihak yang berperan di dunia pendidikan, adalah menciptakan ruang hidup dan praktek pendidikan sebagai sebuah kehidupan yang nyata. Untuk dapat diimplementasikan di tengah-tengah kedupan masyarakat pada saat perjalanan demokrasi yang berlangsung nantinya, sebagai gagagsan awal kami mengajak para siswa-siswi sudah sepatutnya memiliki tatacara demokrasi seperti kegiatan ajang demokrasi yang kita laksanakan hari ini,“ Kata Sanusi.

Pantauan LintasPe- di lokasi pelaksanaan pemilihan Ketua OSM MAN 2 Peureulak, pagi tadi, Sabtu (07 April 2018), pada umumnya seluruh pelajar yang ikut dalam tahapan proses pemilihan ketua Osis mengikuti dengan serius dan diperuntukan bagi pelajar kelas 1 dan kelas II, sebab Siswa siswi kelas III akan mengikuti UNBK dalam Bulan April 2018, sebelumnya proses tahapan demokrasi yang dilakukan sama halnya seperti memilihan umum yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada tahapan ini seluruh sisiwa-siswi mendengarkan Misi – Visi calon kandidat yang akan maju, panitia pemilihan juga melakukan tes demi tes atas keabsahan calon, serta mendata tim-tim sukses dari masing-masing calon, setelah itu baru masuk tahapan mencoblosan, perhitungan suara, dan pengumuman pemenang hasil pemilihan.

Hal yang mirip sama seperti selayaknya pemilihan umum dilakukan anak-anak didik di MAN 2 Peureulak, seakan kita menyaksikan demokrasi yang sedang berlangsung, ini merupakan proses tambahan dalam pelajaran yang dibimbing oleh penyelenggara sekolah untuk memberikan ilmu tambahan kepada para pelajar dalam berdemokrasi yang benar. Pada pagelaran kegiatan tersebut, tiga kandidiat calon ketua Osis OSM yang muncul setelah proses tahapan veripikasi oleh panitia pemilih / komisioner yakni, Naufal, Muhajir dan M. Fijal, setelah dilakukan pemilihan peserta mencoblos surat suara, hasil perhitungan Muhajir Unggul dengan memperoleh 79 suara sah, dan diposisi kedua M.Fijal dengan perolehan suara 53, sementara Naufal memperoleh suara sah 9 suara, ada 2 suara dinyatakan rusak dengan jumlah total pemilih 141 suara.

Ajang demokrasi pemilihan Ketua OSM di MAN 2 Peureulak, turut juga dihadiri bebarapa awak media cetak dan online, yang sengaja diundang oleh Kepala MAN 2 untuk dapat secara langsung melihat tahapan pelaksanaan demokrasi, selain itu para staf guru pengajar juga ikut menyaksikan kegiatan tersebut. (Muhammad Thaib).

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.