Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Dangkalnya Kuala Jeumpa Bireuen

Minggu, 2 September 2018 | 1:42 pm
Reporter: Saumi Romadhan
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 139
Desa Kuala Jeumpa Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, sudah dangkal tertimbun pasir semenjak pasca tsunami Aceh beberapa tahun yang silam.

Desa Kuala Jeumpa Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, sudah dangkal tertimbun pasir semenjak pasca tsunami Aceh beberapa tahun yang silam.

Desa Kuala Jeumpa Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, sudah dangkal tertimbun pasir semenjak pasca tsunami Aceh beberapa tahun yang silam.
Desa Kuala Jeumpa Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, yang dangkal tertimbun pasir semenjak pasca tsunami Aceh beberapa tahun yang silam.
 
Bireuen Aceh LintasPe –
 
Ratusan nelayan Desa Kuala Jeumpa Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, akibat kuala yang mendangkal karena tertimbun pasir, kesulitan melaut. “Jika hendak melaut para nelayan terpaksa menunggu pasang naik air laut. Begitu juga jika pulang melaut, nelayan tidak bisa merapat ke tempat penampungan ikan (TPI) karena perahu mereka tidak bisa melewati kuala yang dangkal, kecuali perahu kecil. Kamis, (30/08/2018).
 
Menurut Fadli Kepala Desa Kuala Jeumpa Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, sudah dangkal tertimbun pasir semenjak pasca tsunami Aceh beberapa tahun yang silam. Lalu, timbunan pasir hingga kini belum juga dikeruk, padahal pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada pemerintah setempat agar dikerok kuala itu agar memudahkan nelayan melaut”. Ungkapnya.
 
“Namun susah untuk masuk ke kuala sampai sejumlah hasil tangkapan nelayan membusuk karena mereka harus menunggu air laut pasang untuk dibongkar hasil tangkapan di TPI”. Katanya fadli menjelaskan kepada awak media ini dampak lain yang menimpa nelayan atas dangkalnya kuala jeumpa.
 
“Bayangkan jika mereka tidak bisa melaut akibat dangkalnya kuala jeumpa kecamatan jeumpa kabupaten bireun. Dapat dipastikan nelayan tidak bisa menafkahi keluarga mereka”. Ujarnya Kepala Desa.
 
Fadli selaku kepala Desa juga mewakili warga kuala jeumpa, berharap pemerintah bireuen khususnya atau pihak yang berkopenten bersedia melebarkan atau mengeruk kuala menjadi 200 meter dan memperdalam empat meter supaya kapal ikan juga perahu nelayan bisa melintas memasuki ke kuala. 
 
Sementara itu, ratusan nelayan sangat mengeluhkan dangkalnya Kuala Jeumpa. Mereka sekarang kesulitan keluar masuk kuala yang dipenuhi pasir.
 
“Kami bisa mengeluarkan kapal ketika air pasang, yaitu sekitar pukul 20.00 WIB dan kembali pada pukul 16.00″. Jelas seorang nelayan setempat, irfan (30).
 
Ditambahkannya, “Meski nelayan setempat berangkat melaut pada pagi hari, namun mereka terpaksa mempersiapkan kapalnya sejak malam hari. Begitu juga saat kembali. Nelayan dari Desa Kuala Jeumpa dan sekitarnya juga harus kembali sekitar pukul 16.00 WIB”. Demikian keluhnya.(Saumi)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.