Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Duka Para pendulang Rezeki Minyak Alam Ranto Peureulak

Rabu, 25 April 2018 | 11:41 am
Reporter: Muhamad Thaib
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 434
Foto, Api semburan sumur bor masyarakat yang meledak tadi malam, kec. Ranto Peureulak (25/04/2018)

Foto warga Masyarakat Korban Kebakaran Semburan Sumur Bor Rontoh Pereulak 25 april 2018

Aceh Timur LintasPe –

Suasana keheningan malam itu dengan tiba-tiba menjadi tragedi yang begitu dahsyatnya, pasalnya dilokasi yang padat penduduk di dusun bakti Gampong Pasir Putih Kecamatan Ranto Peureulak sekitar jam 02.00 Wib Rabu (25/04/2018) dini hari meledak dan menyemburkan api yang begitu besar, selama ini beberapa bulan terakhir di lokasi tersebut banyak dan menjamurnya masyarakat yang mengais rezeki dengan mengebor minyak secara manual (tradisional), bahkan menurut keterangan warga sekitar yang indentitasnya tidak ingin disebut  mengatakan, “selain masyarakat sekitar banyak juga masyarakat di luar yang masuk kelokasi ini dengan melakukan aktifitas pengeboran minyak secara tradisional, dari hari ke hari semakin bertambah aktifitas pengeboran”. Kata Warga.

Naas pada malam itu, tidak tau pasti apa penyebab meledaknya salah satu sumur bor dari aktifitas tersebut, tiba-tiba api yang begitu besar menjalar sekitar beberapa sumur bor yang sedang beraktifitas kegiatan pengeboran, korbanpun berjatuhan akibat semburan api, bukan hanya korban manusia namun beberapa rumah warga turut juga ludes oleh sambaran api. Pantauan media lintas peristiwa.com para petugas dari satuan pemadam kebaran api beserta aparat TNI/ Polri serta masyarakat sedang mengusahakan memadamkan api dilokasi ledakan sumur bor, dan berusaha mengevakuasi jenazah warga yang sudah meninggal ditempat kejadian.

Saat berita ini dinaikan, belum ada laporan resmi jumlah korban pada kecelakaan kerja di lokasi meledaknya sumur bor masyarakat termasuk jumlah kerugian materi dari kejadian tersebut, namu dari beberapa keterangan yang diperoleh dari Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Aiyub, untuk sementara data yang belum pasti di perkirakan sekitar 10 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka berat dan ringan saat ini telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah terdekat. Menurut Iptu Aiyub, kita tunggu dulu pendataan korban yang rial termasuk kerugian material”, Jelasnya.

Berbagai resiko selalu saja menghampiri setiap aktifitas kegiatan dalam mendulang rezeki demi penghidupan, namun sangat disayangkan, akfitas yang dilakukan dengan harapan memperbaiki ekonomi selalu saja tidak dengan begitu mudahnya, aktifitas pengeboran secara manual dan di lokasi padat penduduk sewajarnya tidak mesti dilakukan di situ, lantas siapakah yang harus dipersalahkan ?.

Kecamatan Ranto Peureulak  Aceh Timur,  memang sudah lama dikenal dengan negeri minyak, sejak di tinggal oleh perusahaan perminyakan yakni PT.Asamera Oil puluhan tahun lalu, masih menyisakan kandungan minyak dan gas diwilayah tersebut, dan setelah komflik GAM – RI selesai, aktifitas pengeboran masyarakat secara tradisional sudah mulai beraktifitas sampai pada saat ini, sudah beberapa kali terjadi hal yang serupa bahkan telah menelan korban nyawa warga, namun kejadian yang serupa tadi malam terulang kembali.(Muhamad Thaib).

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.