Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

TNI – Polisi Apel Gabungan Untuk Pengamanan Demo Masyarakat Ranto Peureulak di Pusat Pemerintahan Aceh Timur

Senin, 7 Mei 2018 | 11:21 am
Reporter: Muhammad Thaib
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 326

Apel gelar Pasukan gabungan TNI – Polri , guna persiapan pengamanan aksi demo Masyarakat terkait sumur minyak tradisional masyarakat di Kecamata Ranto Peureulak, do Mapolres Aceh Timur, Seni (07 Mei 2018).

 

Apel gelar Pasukan gabungan TNI – Polri , guna persiapan pengamanan aksi demo Masyarakat terkait sumur minyak tradisional masyarakat di Kecamata Ranto Peureulak, do Mapolres Aceh Timur, Seni (07 Mei 2018).

 

Aceh Timur LintasPe –

Jajaran TNI – Polri , Polres Aceh Timur, Polres Langsa dan Kodim 0104 Aceh Timur, satuan Brimob Aramia Subden 2 di Wilayah Aceh Timur pada Pagi Senin ( 07 Mei 2018) di Halaman Mapolres Aceh Timur, telah berlangsung gelar Apel pasukan TNI – Polri yang dilaksanakan guna persiapan pengamanan aksi demo yang pada hari ini akan dilakukan kelompok masyarakat kecamatan Ranto Peureulak yang akan dilaksanakan di Pusat Pemerintahan Aceh Timur di Titi Baro Idi, oleh penambang minyak tradisional yang di klaim illegal oleh pemerintah agar tidak di tutup, hal ini dikarenakan telah terjadi kebakaran dahsyat dan telah memakan korban jiwa.

Sejumlah personil TNI – Polri yang melaksanakan apel bersama guna persiapan pengamanan aksi demo yang dipersiapkan berjumlah : 300 perasonil gabungan terdiri Polres Aceh Timur 150 personil, polres Langsa 60 personil, Brimob 30 personil dan TNI dari kodim – 0104 Aceh Timur 60 personil.

“Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H, dan Komandan Kodim 0104 Aceh Timur, Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis, Danki Brimob Aramia, Iptu, Yozana Fajri, S.I.K, usai apel gabungan mengatakan, Kami dari pihak keamanan setiap ada isu yang berkembang bahwa masyarakat akan melaksanakan aksi demo, dimana saja tetap akan kita kawal dan memberikan pengamanan hal ini penting agar tidak terjadi permasalahan diluar dari jalur aksi serta tidak terjadinya aksi yang mengakibatkan tindakan anarkis yang dilarang oleh aturan yang berlaku“. Kata Kapolres Aceh Timur.

Sebelumnya, beberapa kelompok masyarakat di kabarkan akan melakukan aksi demo di pusat pemerintahan Aceh Timur, setelah aksi yang sama telah dilakukan di Kecamatan Ranto Peureulak, ketika Bupati Aceh Timur dan Rombingan Dirjen Kemensos mengunjungi lokasi kebakaran sumur minyak Tradisional masyarakat yang meledak dan telah menelan korban 23 meninggal dan 37 di nyataka luka di kecamatan Ranto Peureulak, demo susulan yang rencananya akan dilakukan kelompok masyarakat berkaitan dengan kebijakan pemerintah akan menutup kegiatan masyarakat untuk melaksanakan pengeboran kembali pada jumat 05 mei 2018 lalu.

Ditempat terpisah, pada minggu (06 mei 2018), Bupati Aceh Timur, H. Hasballah H.M.Thaib, kepada awak media memberikan penjelasan dan tanggapan terkait demo susulan masyarakat Kecamatan Ranto Peureulak, “ silahkan itu hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, kami juga berharap aspirasi yang disampaiakan nanti hendaknya benar – benar menampung keinginan secara keseluruhan masyarakat, baik itu masyarakat dampak yang menjadi korban meledaknya sumur minyak dan masyarakat sekitar yang memang benar membutuhkan kelangsungan kehidupan, jadi intinya kita tamping aspirasi yang disampaiakan dan akan kita sampaikan kepada pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat, namun kami berharap aksi yangnantinya dilakukan hendaknya dengan jalur yang santun dan terkordinir dengan baik”. Kata Bupati. (Muhammad Thaib).

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.