Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

351 Prajurit Yonif 141/AYJP Lakukan Rekam Wajah dan Pencetakan Gigi

Rabu, 17 Oktober 2018 | 9:52 pm
Reporter: Red/Rilis
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 100

 

PALEMBANG SUMSEL, LintasPe-

Prajurit Yonif 141/Aneka Yudha Jaya Prakasa (AYJP) Korem 044/Gapo melaksanakan kegitan aplikasi komputerisasi rekam wajah oleh Tim Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut (Lakesgilut) Pusat kesehatan Angkatan Darat (Puskesad) bertempat di Aula Markas Yonif 141/AYJP Muara Enim.

Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Senin (15/10) dipimpin oleh Kalakesgilut Puskesad, Kolonel Ckm drg. Jojo Suharjo, Sp.Bm. dengan 10 anggota tim medis Puskesad lainnya, dengan tujuan dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut prajurit TNI AD yang diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengidentifikasi seseorang dengan mendata atau merekam ciri-ciri elemen gigi orang tersebut. Dan kegiatan ini merupakan Program Kerja dari Lakesgilut Puskesad.

Ketua Tim Medis dari Puskesad, Kolonel Ckm drg. Jojo Suharjo, Sp.Bm. mengatakan, bahwa seorang prajurit dalam pelaksanaan tugasnya, dihadapkan pada risiko yang dapat terjadi di daerah operasi, latihan dan penugasan, memiliki risiko yang paling fatal adalah gugurnya seorang prajurit. “Sering ditemukan seorang prajurit yang gugur tidak dapat dikenali identitasnya, baik karena luka bakar seluruh tubuh maupun pada keadaan jasad tidak dapat ditemukan langsung dan sudah terjadi pembusukan atau perubahan dikarenakan adanya pengaruh alam keadaan sekitarnya sehingga jasad sulit diidentifikasi (dikenali). Kesulitan identifikasi jasad akan terjadi pada korban dalam keadaan tertentu,” terang Kolonel Jojo Suharjo.

Lebih lanjut, Kolonel Ckm drg. Jojo Suharjo menyampaikan, dalam proses melakukan identifikasi korban terdapat tiga metode primer yang digunakan yaitu analisa DNA, sidik jari dan dental record. Dewasa ini banyak korban baik umum maupun militer yang berhasil diidentifikasi melalui giginya. Hal ini dikarenakan gigi merupakan elemen terkeras yang dapat dijadikan pelengkap identifikasi, karena gigi baru akan lapuk pada suhu 200°C atau menjadi abu pada suhu 450°C.

“Manusia dewasa mempunyai 32 buah gigi dengan bentuk yang tidak sama, satu gigi mempunyai lima permukaan, dengan demikian dalam satu mulut akan terdapat 160 variasi catatan gigi. Tiap manusia mempunyai spesifikasi yang unik untuk catatan giginya. Catatan atau record tersebut dapat berupa tambalan, kerusakan, pencabutan, gigi tiruan, kemiringan ataupun letak gigi geliginya,” jelasnya.

Sementara itu Danyonif 141/AYJP Letkol Inf Muhamad Aan Setiawan, S.Sos., mengatakan, Tim dari Lakesgilut Puskesad disini bertugas mengumpulkan data gigi (ante motem) dari para prajurit khususnya terhadap 351 orang prajurit Yonif 141/AYJP agar didapatkan data berupa rekaman keterangan tertulis, catatan, gambar wajah dan gigi yang dikemas dalam sistem komputerisasi. “Diharapkan data tersebut dapat digunakan sebagai data apabila terjadi korban yang perlu di identifikasi (post mortem). Data ante mortem merupakan produk tambahan dari Litbang dalam memenuhi kebutuhan dukungan dan pelayanan kesehatan terutama dalam penyediaan sebagai data awal para prjaurit TNI AD,” terang Danyonif.

 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.