Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

APBA DIMATA GEUCHIK GAMPONG

Selasa, 23 Januari 2018 | 9:21 am
Reporter: Mahdi
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 666

Geusyik Aceh Utara, Abubakar. Senin (22/01/2018).

Geusyik Aceh Utara, Abubakar. Senin (22/01/2018).

 

Aceh Utara LintasPe –

Pemerintah Aceh yang dikenal dengan negeri bersyariat islam. Artinya julukan ini bukan tidak mendasar dan punya ketetapan aturan yang luar biasa. Konon lagi Aceh mendapatkan otonomi khusus. Demikian penjelasan dari anggota forum geusyik Aceh Utara, Abubakar (foto) kepada Media ini Senin (22/01/2018).

Menurutnya lewat perjanjian antara Aceh dan Jakarta, mestinya membuat Aceh kian bercahaya bagai bulan dalam masa kepurnamaannya dan wanginya bagai mawar dlm masa kemekarannya.

“Namun semua itu bagai mimpi basah seorang perjaka dalam masa lajangnya. Rakyat Aceh hanya mendapatkan sebuah luka yang menganga,” tandasnya.

Abubakar menambahkan bahwa korban konflik belum semuanya teratasi. Lapangan pekerjaan yang semakin sempit, jumlah penggangguran semakin membengkak. Disisi lain sawah tadah hujan, jembatan tak layak seberang, kondisi ruas jalan dan kubangan sulit dibedakan.

“Akibatnya para rakyat sudah mulai menjadi demostran menuntut agar infrastruktur diperbaiki, karena sulit dilalui ranmor dua/empat,” ujarnya.

Lebih lanjut. dia menilai lagi APBA (Anggaran Pendapatan Belanja Aceh) yang gunanya untuk kelancaran kehidupan dan kemakmuran rakyat.

Salah satunya adalah dalam penyusunan anggaran semestinya bukan untuk sebuah pedebatan seperti sekarang yang mesti kita curigai dengan Carut marutnya pembahasan. ‘Hal itu kian membuka kain dipinggang , Para pemangku kebijakan. kebrobrokan seperti ini jangan di pertontonkan pada publik dan maunya di selesaikan penuh wibawa dalam bingkai peradaban,” katanya lagi.

Pemerintah Aceh plus DPRA kian mencoreng sekaligus membuka ketidak mampuan berdiplomasi sesama jajaran berdasi. Maunya mereka saling mengalah untuk satu tujuan untuk memenuhi keinginan rakyat yang semakin menderita”.

Marilah kita kita wujutkan mimpi rakyat ketika pagi menjelang tiba. Jangan biarkan amarah mereka kian memuncak. Bukankah kita hari ini lahir dari rahim rakyat dan akan kembali pada rakyat,” tuturnya. (Mah)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.