Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Rumah Mesin Yang Mengairi 250 Ha Sawah Roboh Para Petani Lima Desa Terancam Gagal Panen

Minggu, 31 Maret 2019 | 4:06 pm
Reporter: Muhammad Thaib
Posted by: redaksi
Dibaca: 335
Foto : Kondisi rumah mesin pompanisasi pengairan sawah warga yang roboh jatuh ke pinggiran sungai

Foto : Kondisi rumah mesin pompanisasi pengairan sawah warga yang roboh jatuh ke pinggiran sungai, sabtu ( 30 Maret 2019 )

Foto : Kondisi rumah mesin pompanisasi pengairan sawah warga yang roboh jatuh ke pinggiran sungai,

Foto : Kondisi rumah mesin pompanisasi pengairan sawah warga yang roboh jatuh ke pinggiran sungai, sabtu ( 30 Maret 2019 )

Aceh Timur Litas Pe-

Areal sawah milik masyarakat lima Desa di Kecamatan Peureulak Aceh Timur yang luasnya diperkirakan mencapai 250 Ha dikhawatirkan akan gagal panen, pasalnya lokasi tempat letak mesin – mesin tersebut / rumah mesin pompa untuk pengairan sawah telah roboh ke pinggiran sungai di karenakan akibat pengikisan air sungai ( Abrasi ), maklum selain kondisinya sudah usang dimakan usia sejak tahun 2008 lalu.

Kepala Desa Pasir Putih Kecamatan Peureulak Aceh Timur, Fadli Sulaiman kepada media di kediamannya desa pasir putih mengatakan, alamat akan gagal panen para warga masyarakat yang melaksanakan aktifitas keseharian sebagai petani sawah di wilayah Desanya, bahkan bukan saja desa yang Ia pimpin, malah imbasnya ke Desa – desa lain seperti Desa, Cot Gelompang, Matang Pelawi, Cot Muda Itam dan desa Leuge.

Menurutnya sudah beberapa bulan lalu kami sudah melihat gelagat dari kondisi labilnya tanah dilokasi rumah mesin yang berlokasi di jalan lama desa pasir putih kecamatan peurulak tepatnya di belakang masjid lama pasir putih yang kebetulan letaknya sangat berdekatan dengan pinggiran sungai, namun belum sempat kita mempersiapkan segala kemungkinan, alam telah berkendak lain dan mendahului perkiraan kita, pengikisan air telah membuat seluruh bangunan rumah mesin roboh jatuh kepinggiran sungai, di pertengah bulan ini kami selaku kepala desa telah melaporkan akan akibat dari labilnya tanah terhadap bangunan rumah mesin, kepada pihak Pemerintah Daerah Aceh Timur melalui dinas Pertanian, namun pihak dinas terkait memberikan jawaban belum adanya anggaran untuk membuat stabil kondisi rumah mesin, tapi hari ini rumah mesin itu sudah tidak ada lagi dapat di fungsikan, bagai mana dengan nasib warga masyarakat yang telah bertanam padi yang usia padi sudah enam puluh hari, padahal untuk perkembangan pertumbuhan padi masih satu bulan lagi itu memang harus ada air, “ Kata Fadli.

Kami berharap agar pihak pemerintah daerah Aceh Timur segera dapat membantu mencari solusi terbaik dengan secepatnya, agar warga masyarakat petani di areal persawahan yang sudah tidak ada lagi air untuk di alirkan kesawah mereka dapat terbantu dan  tidak berimbas kepada gagal panen yang akan membuat warga terhimpit perekonominnya, itu harapan kami, “ Ujar Fadli.

Pihak dinas Pertanian Aceh Timur, melalui Plt. Kepala dinas, Usman A. Rachman, dimintai tanggapanya Via Hand Fhone tidak mendapat jawaban sampai berita ini kami tayangkan. ( Muhammad Thaib )

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.