Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Babinsa Koramil 406-08/Lubuklinggau Lakukan Pendampingan Upsus Sosialisasi Padi Bebas Residu

Rabu, 15 Mei 2019 | 11:30 am
Reporter: red.rill.Penrem 044/Gapo
Posted by: redaksi
Dibaca: 79
Babinsa Koramil 406-08/Lubuklinggau Serma Medi Iswadi, Serka Hendra Aferi dan Serka Irwanto melaksanakan pendampingan Upsus sosialisasi Padi Bebas Residu di Kantor BPP) Kayu Ara Kel. Kayu Ara Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau,

Babinsa Koramil 406-08/Lubuklinggau Serma Medi Iswadi, Serka Hendra Aferi dan Serka Irwanto melaksanakan pendampingan Upsus sosialisasi Padi Bebas Residu di Kantor BPP) Kayu Ara Kel. Kayu Ara Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau, Selasa (14/5/2019).

Babinsa Koramil 406-08/Lubuklinggau Serma Medi Iswadi, Serka Hendra Aferi dan Serka Irwanto melaksanakan pendampingan Upsus sosialisasi Padi Bebas Residu di Kantor BPP) Kayu Ara Kel. Kayu Ara Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau,
Babinsa Koramil 406-08/Lubuklinggau Serma Medi Iswadi, Serka Hendra Aferi dan Serka Irwanto melaksanakan pendampingan Upsus sosialisasi Padi Bebas Residu di Kantor BPP) Kayu Ara Kel. Kayu Ara Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau, Selasa (14/5/2019).

 

Penrem 044/Gapo, 14 Mei  2019

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 406-08/Lubuklinggau Serma Medi Iswadi, Serka Hendra Aferi dan Serka Irwanto melaksanakan kegiatan pendampingan Upsus dalam rangka sosialisasi Padi Bebas Residu bertempat di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kayu Ara Kelurahan Kayu Ara Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau, Selasa (14/5/2019).

Kegiatan sosialisasi ini disampaikan oleh Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Lubuklinggai Bpk Arifin dan dihadiri oleh Kepala PPHT Bpk Yushadi, Kepala BPP Bpk Feri S, perwakilan PT Prima Agro Tech, Babinsa Koramil 406-08/Lubuklinggau, petugas PPL dan Ketua Poktan se Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Dalam keterangannya, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Lubuklinggai Bpk Arifin menyampaikan, ketergantungan kita terhadap bahan-bahan kimia (pupuk kimia) apalagi bahan yang bersifat sebagai racun (insektisida, fungisida, Herbisida, dsb) harus segera kita kurangi secara perlahan. Kita harus menggali bahan disekitar kita yang bisa kita manfaatkan untuk mengganti bahan kimia tersebut. “Karena penggunaan bahan kimia dan pestisida secara berlebihan memeliki banyak dampak negatif, seperti resurgensi hama, resistensi hama, matinya musuh alami, pencemaran terhadap manusia, lingkungan dan tanaman, serta tertingalnya Residu pestisida pada produk pertanian”, terangnya

Untuk itu, lanjut Arifin, perlu dimualai sosialisasi pembuatan pupuk organik/kompos, pola tanam organik, dan pengendalian hama dan penyakit padi secara alami. Dicontohkan disini adalah pengendalian organisme penggangu tanaman padi secara hayati. pengendalian hama dan penyakit tanaman secara hayati memanfaatkan peranan musuh alami (agen hayati) untuk mengendalikan organism-organisme pengganggu tanaman (OPT). “Agen hayati itu bisa berupa predator, parasitoid, patogen dan jamur antagonis”, jelas Arifin.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui PT. Prima Agro Tech memberikan bantuan kepada masyarakat Kel. Kayu Ara Kec. Lubuklinggau Barat I berupa bibit padi varitas Inpari 33, Samhumat pupuk Bio penyubur tanah, Humat Pro, Meta Rezap, Bio Insektisida dan Beo Nematisida serta Prima Deco.(red.rill.Penrem 044/Gapo)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.