Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Berprestasi di Asian Games, Bangganya Orang Tua Hinayah

Jumat, 31 Agustus 2018 | 8:08 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 710

Kedua orang tua dan adik Hinayah saat ditemui awak media lintaspe di kelurahan serasan jaya. Jumat (31/08/2018)

Suasana rumah M Hinayah di kelurahan serasan jaya. Jumat (31/08/2018)

Muba Sumsel LintasPe-

Mengukir prestasi itu tidak mudah. Dibutuhkan niat, kerja keras, keteguhan, dan tidak mudah menyerah. Begitu juga yang dilakukan oleh seorang atlet putra asli Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Muhammad Hinayah (23) berprestasi di pesta ajang olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018. Ia mendapatkan medali emas lewat pertandingan speed relay cabor sport Climbing di venue JSC beberapa waktu lalu.

Memiliki latar belakang perekonomian keluarga yang kurang mampu, hidup dalam kesederhanaan dan serba terbatas, sama sekali tidak menyurutkan semangatnya, tidak lantas mengendurkan ketekunannya dalam berlatih dan tidak pula membuatnya menjadi pesimis.

Prestasi yang dicapai Atlet kelahiran 17 Agustus 1995 ini, membuat bangga seluruh keluarganya. Prestasi yang ia raih adalah hasil dari usaha kerasnya saat berlatih di tengah keterbatasan yang ia miliki.

Ayahanda M. Hinayah, Herman (44) Bin Marzuid didampingi Ibunda Harnizah (43) Binti M. Zakar berasal dari Indralaya, Ogan Ilir saat ditemui awak media lintaspe di kediamannya yang terletak di Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu tepatnya dibelakang Stadion Serasan Sekate tak kuasa membendung rasa syukur dan kebanggaannya, Iin (anaknya) bisa mengharumkan nama Sumatera Selatan ini. Jumat (31/08/2018)

Iin adalah anak pertama dari enam bersaudara, diceritakannya. Sewaktu kecil kelas 4 SD, Iin disuruh gurunya untuk ikut atletik lari. Dari sana mulanya ia menggemari olahraga. “Selanjutnya, di waktu SMP kelas IX ia mulai berlatih panjat tebing, dan tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Dia (Iin) anaknya pendiam dan tidak pernah menuntut ini itu, dan bahkan tidak pernah merokok”, ungkap sang ayah.

Heman mengaku saat pertandingan final kemarin ia menyaksikan langsung perjuangan anaknya untuk membanggakan Indonesia di puncak tertinggi, dengan menggunakan sepeda motor dari Kota Sekayu.

“Harapan kedepan, semoga Iin bisa lebih membanggakan, menjadi contoh bagi remaja lain di negeri ini, kegigihannya bisa menginspirasi orang lain yang mana dengan keterbatasan keadaan dan materi tidak mematahkan semangatnya dalam meraih prestasi”, harapnya.

Dalam hal ini, keluarga Hinayah mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap anaknya. “Kemenangan ini yang diraih Iin adalah pembuktian dirinya yang selama kurang lebih 2 tahun ini meninggalkan studinya di kampus Poltek Sriwijaya Palembang”, ungkapnya. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.