Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Biadab ! Kakek – Kakek Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kapolres Muba Himbau Para Orang Tua

Selasa, 12 Maret 2019 | 8:31 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 107

Suasana press releas kasus pencabulan dan menyetubuhI anak dibawah umur. Selasa (12/03/2019)

Suasana press releas kasus pencabulan dan menyetubuhI anak dibawah umur. Selasa (12/03/2019)

 

Sekayu Muba LintasPe –

Banyaknya kasus pencabulan yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat kita miris, terutama bagi orang tua yang mempunyai anak – anak kecil.

Terungkap dalam pers release yang digelar dihalaman Mapolres Muba Jalan Merdeka No. 494 Kel. Serasan Jaya Kec. Sekayu, tiga orang melakukan pencabulan dan menyetubuhi terhadap anak di bawah umur. Selasa (12/03/2019)

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris S.H M.H, Kanit PPA Iptu Shisca Agustina S.Ik dan Paur Humas Ipda Nazaruddin Bahar SE MSi menerangkan bahwa Tiga orang tersebut yakni Zuber (69) warga Desa Mekar Jaya Kec.Jirak Jaya, Zulkarnain alias Mangyeng (56), warga Dusun I Desa Sukadamai Baru Trans B5 Blok C Kec. Sungai Lilin, dan Agung (17) Bin Muhammad Suntomo warga perumahan lilin asri Jalan Palembang – Jambi Kec.Sungai Lilin.

Berdasarkan dari pengakuan pelaku Zuber (60), dirinya pada hari sabtu tgl 9 maret 2019 sekira pukul 10.00 wib TKP di pinggir sungai desa mekar jaya kec. jirak jaya, ia menyetubuhi korban yang berumur 11, pada saat itu korban sedang mandi disungai tiba-tiba pelaku datang menerbab, menutup mulut dan mencekik leher korban dengan menggunakan tangan pelaku kemudian pelaku menggulingkan korban dan menyetubuhinya.

“Namun kejadian tersebut diketahui oleh salah satu warga. Selanjutnya, pelaku berhasil ditangkap pada hari senin tanggal 11 Maret 2019 sekira pukul 15.30 wib di Kec. Jirak jaya”, ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, untuk pelaku Zulkarnain (56) pada bulan februari 2019 pukul 11.00 Wib, korban berumur 5 tahun 6 bulan bermain sambil memancing ikan di kolam ikan di desa Sri gunung Kec. Sungai lilin dan sekitar 10 menit memancing ikan tiba-tiba datang pelaku yang juga untuk memancing ikan di kolam tersebut.

“Setelah pelaku mendapat ikan lalu pelaku memberikan ikan tersebut kepada korban dan beberapa saat setelah memberi ikan kepada korban, pelaku menarik tangan korban dan menggulingkan korban di atas kursi yang berada di kolam pemancingan tersebut kemudian pelaku mengikat kedua tangan korban dan menutup mulut korban dengan menggunakan kain bekas lalu pelaku menyetubuhi korban dan setelah menyetubuhi korban pelaku membuka ikatan kedua tangan korban dan membuka tutup mulut korban kemudian pelaku meninggalkan korban”, terangnya.

Sedangkan, Agung Pria berumur 17 tahun 10 bulan ini, mencabuli anak tetangganya yang dititipkan kepadanya karena orang tua korban ingin berjualan, pelaku mencabuli dengan cara menggosok – gosok alat kelamin bunga dengan menggunakan tangannya dan terkadang pelaku memandikan korban yang berumur 11 tahun.

Selanjutnya, unit PPA melakukan penyelidikan terkait adanya informasi keberadaan tersangka Agung di Provinsi Bangka. Mengetahui informasi keberadaan tersangka, kanit PPA berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat (Polsek Muntok, Bangka Barat) untuk melakukan penangkapan.

“Untuk ketiganya akan kita terapkan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 76 D UU RI No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 82 UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak”, beber Andes.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Muba menghimbau kepada para orang tua agar lebih ketat lagi dalam menjaga dan mengawasi anak-anak, jangan terlalu mudah percaya kepada orang lain meskipun orang tersebut adalah tetangga atau bahkan keluarga karena dari ketiga pelaku yang di amankan ini mereka masih bersaudara jauh dan ada yang bertetangga dengan korban.

“Sekali lagi, kami menghimbau jangan terlalu mudah percaya untuk menitipkan anak kepada orang lain tanpa pengawasan dari pihak orang tua dan jika sekolah memakai rok diharapkan untuk memakai short atau celana pendek”, tegas Kapolres Muba. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.