Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Ciptakan Muba Zero Asap, Bupati Sinergi Tanggulangi Karhutla

Selasa, 30 Juli 2019 | 1:07 am
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 146

Apel kesiapsiagaan personil dan peralatan penanggulangan karhutla didesa Mendis Jaya Kecamatan Bayung Lencir. Senin (29/07/2019)

Apel kesiapsiagaan personil dan peralatan penanggulangan karhutla didesa Mendis Jaya Kecamatan Bayung Lencir. Senin (29/07/2019)

MUBA LINTASPE-

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2015 mencapau 736.563 Hektar dan 43,21 % nya adalah lahan gambut yang terbakar. Dan terus menerus semua berharap, berdoa dan berusaha agar angka karhutla dapat ditekan serendah mungkin atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Untuk itu butuh komitmen, kerja keras serta keseriusan untuk mengantisipasinya. 
 
Merujuk hal itu, Pemerintah Kabupaten Muba yang dikomandoi oleh Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin ini menggelar apel kesiapsiagaan personil dan peralatan penanggulangan kebakaran hutan kebun dan lahan kabupaten Muba  didesa Mendis Jaya Kecamatan Bayung Lencir. Senin (29/07/2019) 
 
Menurutnya, keberhasilan penurunan titi hospot pada tahun ini 2016, 2017, dan 2018 merupakan prestasi terbaik yang telah dilaksanakan oleh tim pengendaluan karhutla dibawa komando komandan satgas pengendalian karhutla dengan melibatkan semua unsur baik itu TNI, Polri, OPD terkait dan masyarakat.
 
“Penting nya peranan Camat dan Kades tentang kesiapan daerah mengendalikan karhutla. Hal itu harus dilaksanakan, diawasi pelaksanaannya dan terus dilakukan evaluasi”, ujar orang Nomor satu di Muba ini.
 
Upaya yang telah dilakukan dan rencana yang akan dilaksanakan, Bupati Muba menegaskan kembali beberapa yang harus menjadi perhatian, yakni poin pertama, sinkronisasi satgas provinsi dan kabupaten, ada beberapa wilayah yang menjadi perhatian karena kalau terjadi kebakaran, asapnya dapat mengarah menuju kota palembang.
 
“Kedua, membagi habis tugas pengendalian karhutla dengan melibatkan semua stakeholder terkait yang ada baik di provinsi dan kabupaten maupun kecamatan. Ketiga, memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku yang membuka jalan dengan cara membakar atau pembakaran pasca panen yang biasa dilakukan petani”, terangnya.
 
Lebih lanjut, point ke empat Optimalisasi peralatan alat produksi pertanian yang ada pada kelompok tani untuk membantu pemadaman kebakaran. Kelima, memperkuat sarana dan prasarana pemadaman serta personil terlatih pada regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan maupun hutan tanaman industri.
 
“Keenam, segera mengaktifasi posko – posko kebakaran yang ada di perusahaan, masyarakat peduli api, kelompok tani peduli api atau lainnya. Dan ketujuh, pemanfaatan dana desa untuk pengendalian karhutla baik peralatan atai operasionalnya dengan mematuhi ketentuan yang ada, jika kita semua berkomitmen dengan 7 instruksi harian tersebut maka muba zero asap”, tambah Dodi.
 
Sementara itu, Dandim 0401/Muba Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzamani S.Sos saat diwawancarai mengatakan bahwa pihaknya sudah membentuk satgas, posisi untuk Kodim 0401 ini sendiri sebagai bagian dari subsatgas yang dipimpin oleh Danrem 044/Gapo.
 
“Kami bersama dengan stakeholder terkait baik itu Polri, BPBD dan masyarakat sudah aktif dan bersinergi melaksanakan patroli ataupun kegiatan kegiatan mulai dari sosialisasi, pencegahan, penindakan apabila terjadi kebakaran.  bersinergi antara TNI,  di Muba ini.
 
Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM menambahkan bahwa pihaknya sama sudah ada satgas karhutla, saat ini juga sedang operasi bina karuna. Terkait dengan penegakan hukum pada saat dilapangan pihaknya menemukan alat bukti yang cukup akan dilakukan, mudah – mudahan dengan adanya sosialisasi dan patroli bersama yang selama ini dari musim hujan saja sampai sekarang tetap dilakukan sosialisasi.
 
“Kalau tahun ini belum ada, kalau tahun kemarin ada tiga tapi sudah kita limpahkan. Mudah – mudah tahun ini tidak ada, karena dalam atensi pak bupati, dana desa bisa digunakan untuk membeli alat membuka lahan”, ujar Kapolres.
 
Dalam kesempatan yang sama, Humas PT ABL Yakut mengatakan bahwa pihaknya sangat konsen sekali dalam hal ini, karena itu merupakan aset kita sehingga hal ini perlu kerjasama dengan TNI, Polri, BPBD, Dinas perkebunan, menggala dan KTA (Kelompok Tani Peduli Api) dari masyarakat.
 
“Masyarakat kita bina, kita bantu peralatan sehingga program yang kita ajukan setiap bulannya mengadakan pelatihan, bantuan peralatan pemadam kebakaran. Karena isu – isu sosial dan nasional sangat berpengaruh untuk itu”, imbuh Yakut.
 
Kendala dilapangan, sambungnya. Pihaknya mencoba merubah paradigma masyarakat tentang membuka lahan dengan cara membakar itu sangat mudah, dengan mengupayakan desa sekitar untuk membuka lahan menggunakan peralatan yang sudah disediakannya.
 
“Biasanya, untuk luas tanah kurang lebih 300 ha karena itu spot – spot kita yang sedikit sehingga itu jadi tantangan bagi kita. Tapi tetap kita anggarkan karena itu bentuk komitmen kita. Jadi, untuk tahun ini anggaran nya bertambah yakni untuk satu unit menara api dan satu set peralatan yang bisa kami uprage dari peralatan kita. Kurang lebih estimasi anggaran sebesar 1 milyar untuk tahun 2019 ini”, ungkap Humas PT ABL.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.