Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

CSR Di Tolak, “PT Astaka Dodol; Persoalan Selesai”

Sabtu, 14 September 2019 | 8:40 am
Reporter: Red/tim
Posted by: redaksi
Dibaca: 335
Seasana saat pertemuan pihak kedua desa dengan pihak PT. Astaka Dodol di salah satu rumah makan di depan hotel ranggonang jln. Merdeka sekayu. Jum

Seasana saat pertemuan pihak kedua desa dengan pihak PT. Astaka Dodol di salah satu rumah makan di depan hotel ranggonang jln. Merdeka sekayu. Jum'at, (13/09/19)

Red.Rico Roberto SH

Babat Toman Muba LintasPe –

Pada aksi yang dilakukan dua kepala desa yaitu kepala Desa Sareka dan Desa Sugiwaras. bersama sejumlah warganya tersebut pihak Astaka sudah memberikan uang sejumlah 6 juta rupiah, karena alasan tersebut Perusahaan Tambang Batubara PT Astaka Dodol menganggap urusan mereka dengan Kepala Desa Sareka, Satria Harianto dan Kepala Desa Sugiwaras, Kecamatan Babat Toman, Zainal Sandora sudah selesai meskipun tawaran dana Corporate Social Responsibility (CSR)nya ditolak.

Didampingi oleh kuasa hukum Dody Armansyah, SH dan Rico Roberto, SH terkait dana csr yang akan dikucurkan kepada kedua desa, kepala desa sereka Harianto menyampaikan penolakannya, hal ini disampaik pihak perusaaan disebuah pertemuan yang lalu disalah satu rumah makan jln. Merdeka lk 1 sekayu kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Musi Banyuasin didepan Hotel Ranggonang Sekayu. Jum’at, (13/09/19).

Kedua desa yang wilayahnya berada dijalur angkutan batubara PT Astaka Dodol Dalam aksi tersebut sebelumnya mengajukan beberapa tuntutan, diantaranya penyitaan, pengamanan kendaraan dan kucuran dana CSR.

Namun, meski dana CSR merupakan salah satu dari poin tuntutan mereka, dalam pertemuan itu Kades Sareka Harianto menolak program yang ditawarkan oleh PT Astaka Dodol. Karena, menurut Harianto Program Dana CSR itu merupakan bantuan yang disalurkan berupa program kepada masyarakat. Demikian dijelaskan Gunawan yang merupakan salah satu meneger dan mewakili pihak perusahaan PT. Astaka Dodol.  

“Kami meminta kucuran dana lansung, Karena itu saya menolak. Dan kalau dana CSR itu kucuran dana murni ya saya mau,” katanya. 

Gunawan, salah satu manager yang mewakili PT Astaka Dodol, sebenarnya menyambut baik adanya usulan dari kedua Kepala Desa tersebut namun, ia mengaku tidak bisa memutuskan.

“Usulan ini akan kami sampaikan ke pihak managemen karena kami tidak ada wewenang untuk memutuskannya”. Kata Gunawan.

“Kalau untuk Pengamanan kendaraan dan penyitaan sudah ada MoU dengan pihak lain dan itu sudah berjalan, maka dari itu pihaknya menawarkan program dana CSR kerena program ini wajib dan menyentuh masyarakat secara lansung,” Jelas Gunawan.

Gunawan juga mengatakan kalau pada saat aksi tempo hari pihaknya sudah menganggap persoalan tersebut sudah selesai.

“Kami sudah memberikan kontribusi yaitu berupa uang senilai 6.000.000,- dan itu kami anggap selesai”. Terang Meneger ini.(red/rls)

Terimakasih atas masukan /keberatan yang kami Terima terkait pemberitaan yang berjudul “CSR Di Tolak, “PT Astaka Dodol; Persoalan Selesai””

Melalui hak koreksi yang disampaikan Rico Roberto SH dengan komunikasi Via WhatsAppnya kepada Wartawan kami. Atas kekeliruan penulisan dan kronologis yang kami terima kami mohon maaf.

Namun perlu kami jelaskan sumber berita yang dimaksud adalah rilis atau kontributor yang dikirim ke redaksi kami. Walau bukan produk murni media lintasperistiwa.com berita tersebut tidaklah terlalu menyudutkan, dan kalaupun ada menyenggol nama seseorang itu hanya merangkum pernyataan dari seseorang dalam sebuah pertemuan. Hal ini sudah kami konfirmasi dengan narasumber yang menunjukkan benar adanya statement tersebut dari suara yang terekam dalam pertemuan tersebut.

Berikut permintaan koreksi yang diminta:

@Bahwa ; Nama : Surianto yang melakukan aksi bukan kepala desa.

@Bahwa ; Terkait Dana CSR dari Astaka Dodol belum ada kejelasan dan kades tak ada penolakan CSR.

@Bahwa ; Tuntutannya salah.
@Bahwa ; Yg benar. Dlm aksi damai tersebut, massa memberhentikan mobil astaka dodol dgn tuntutan minta kejelasan izin pengangkutan batu bara trsebut, izin melintas di di jalan kabupaten kelas 3, sop kendaraan yang digunakan untuk mengangkat batu bara, dan meminta csr untuk desa.

@Bahwa ; Masalah uang 6 juta itu saya rico roberto kuasa hukum sekaligus pemimpin aksi, tidak pernah meminta dan/ atau menerima uang sepeserpun dari pihak astaka dodol.

Intinya menurut Rico Roberto SH tidak seperti yang dimuat dan disampaikan oleh Gunawan yang mewakili PT. Astaka Dodol pada tulisan diatas. Demikian koreksi yang disampaikan,

Hormat kami, atas nama redaksi lintasperistiwa.com

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.