Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Diduga Akibat Tumpukan Container, Darmaga Kapal Penumpang Terganggu

Rabu, 27 November 2019 | 11:59 pm
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Lintas Peristiwa1
Dibaca: 321
Suasana dermaga pelabuhan Gunungsitoli.

Suasana dermaga pelabuhan Gunungsitoli. Rabu (27/11/2019)

 

Suasana dermaga pelabuhan Gunungsitoli.
Suasana dermaga pelabuhan Gunungsitoli. Rabu (27/11/2019)

 

Gunungsitoli LintasPe –

Terkait adanya container atau peti kemas di dermaga pelabuhan gunungsitoli, di duga aktifitas kapal penumpang terganggu. Rabu, (27/11/2019).

Saat dikonfirmasi kepada anggota asdp S B selaku agen pembongkaran terkait adanya container atau peti kemas, ia menjelaskan, “bahwa container tersebut membantu dan membongkar barang pesanan para pelanggan untuk memperlancar perekonomian masyarakat”, ujarnya.

S B mengatakan lebih jelas informasinya silahkan konfirmasi kepada pihak Pelindo, tuturnya.

Selanjutnya, selaku pemangku jasa dermaga pelabuhan yang tidak dapat disebut namanya dalam pemberitaan menerangkan bahwa, “Sangat mendukung kegiatan pemerintah tentang tol laut karna program tersebut sangat berguna bagi masyarakat pulau nias pada umunya”.

Lanjut, ia juga menjelaskan bahwa, “Sangat terganggu dengan adanya peti kemas diatas dermaga pelabuhan apalagi sampai berhari-hari yang seharusnya peti tersebut bisa dikasih di tempat penumpukan barang yang berada didalam area pelabuhan tidak mesti diatas dermaga, karena sangat mengganggu bersandarnya kapal serta keluar masuknya penumpang dan kendaraan. Dan harapan dari pemangku jasa dermaga pelabuhan, agar segera mungkin bisa dipindahkan container tersebut sehingga tidak terganggu aktifitas lainnya”, ucap pemangku jasa.

Krisman Zebua selaku ketua Koordinator Laskar Merah Putih sekepulauan nias menanggapi terkait adanya container atau peti kemas di dermaga pelabuhan gunungsitoli, “Hal tersebut sangat menyalahi aturan nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran pada pasal 1 ayat 16 yang bunyinya, Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/ atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan, yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/ atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi “.

Ditambahkannya, “container tersebut mestinya tidak berada di dermaga melainkan diterminal pelabuhan yang sudah diterapkan, hal ini dapat diduga adanya permainan antara agen dengan penyedia jasa sebab dalam pengangkutan peti kemas tersebut dari dermaga telah diatur dalam, PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 72 TAHUN 2017, TENTANG JENIS, STRUKTUR, GOLONGAN DAN MEKANISME PENETAPAN TARIF JASA KEPELABUHANAN”, ucap Krisman.

Lanjut Krisman, bahwa dari peraturan yang telah diterapkan pada pasal 9 menyatakan, “pelayanan jasa peti kemas di Terminal peti kemas, terdiri atas: a) kegiatan operasi Kapal, terdiri atas: 1) dermaga, dihitung berdasarkan satuan per ton/m3/box/unit per pelayanan; 2) stevedoring, dihitung berdasarkan satuan per ton/m3/box/unit per pelayanan; 3) haulage/ trucking, dihitung berdasarkan satuan per ton/m3/box/unit per pelayanan; 4) shifting, dihitung berdasarkan satuan per ton/m3/box/unit per pelayanan; 5) buka/tutup palka, dihitung berdasarkan satuan per unit per pelayanan; dan 6) lift on/lift off, dihitung berdasarkan satuan per ton/m3/box/unit per pelayanan. Sehingga berita ini tayang, tanggapan dari penyedia jasa tidak dapat dikonfirmasi. (Selamat Harefah)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.