Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Diduga Kampanye Hitam, Kades Sridamai Dilaporkan Ke Panwascam

Sabtu, 9 Maret 2019 | 7:47 am
Reporter: Red
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 273

Suasana pelaporan kampanye hitam yang dilakukan kades sridamai. Sabtu (09/03/2019)

 
Suasana pelaporan kampanye hitam yang dilakukan kades sridamai. Sabtu (09/03/2019)
 
Keluang Muba LintasPe-
 
Diduga melakukan kampanye hitam terkait Pemilihan Legislatif (Pileg) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui pesan singkat di group WhatsApp(WA) yang dibagikan, Kades Sridamai, Darlin Basri di laporkan ke sekretariat Panwascam Kecamatan Keluang oleh salah seorang Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Desa Sridamai. Sabtu (09/03/2019).
 
Menurut keterangan dari Dedi Hermansyah (26) warga desa Sridamai yang juga sebagai BPD sekaligus sebagai pelapor utama menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi Pada selasa 20 Februari 2019 sekitar pukul 20.04 Wib di Desa Sridamai.
 
Saat itu Dedi mendapat pesan singkat Wa di group, perangkat desa dari Kades Sridamai, Darlin Basri berupa instruksi serta intimidasi kepada perangkat desa dan masyarakat setempat agar kiranya mendukung dan memenangkan kandidat Caleg dari salah satu Parpol.
 
“Tidak hanya saya yang mendapat pesan WA dari Kades, tetapi semua perangkat desa yang tergabung dalam grup WA perangkat desa sridamai pasti tahu dan baca pesan WA yang dikirim oleh Bapak Kades”, ungkapnya.
 
Sambungnya, “Tapi perangkat desa yang mengetahui WA dari Kades cuma diam saja, mungkin mereka tidak berani atau segan sama Kades, sehingga mereka memilih untuk diam. Tetapi saya ini BPD, jadi tidak mungkin tinggal diam dengan hal ini”, imbuhnya sembari menunjukkan bukti WA dari Kades yang berbunyi.
 
Dalam isi pesan singkat Wa di group tersebut yakni “Mohon perhatian, seluruh perangkat desa dan masyarakat agar memilih Caleg (L) untuk DPR RI, dan Caleg (F) untuk Provinsi, intruksi dari (orang yang sangat berpengaruh di Muba). Bakal kena dampaknya desa kita kalau Kedua Caleg ini Kalah”.
 
Padahal dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 sudah dijelaskan tentang larangan -larangan yang tidak diperbolehkan bagi ASN dan kepala desa yang tidak boleh ikut serta dalam kampanye Pemilu caleg dan capres dan sanksi nya juga jelas bagi ASN yang melanggar bisa dipidana 1 tahun dan denda 15 juta, sedangkan untuk kepala desa bisa dipidana 1 tahun dan denda 12 juta.
 
“Tetapi kenyataannya masih saja ada oknum-oknum yang berani mengangkangi undang-undang tersebut. Ntah, karena ketidaktahuan mereka atau memang ada unsur kesengajaan melakukan manuver-manuver kampanye hitam seperti ini”, jelas Dedi.
 
Anggota komisioner devisi penindakan dan pelanggaran Kecamatan Keluang Jhon Sutarko membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, kami telah menerima laporan dari Dedi Hermansyah (BPD) Sridamai pada hari Senin (4/3/19) sekitar 15.08 WIB di kantor sekretariat panwascam keluang”, ujar Jhon.
 
Masih kata Jhon Sutarko yang didampingi Ketua Panwascam keluang Pardu Imansyah S.Pd menambahkan bahwa Dedi datang bersama tiga orang saksi yaitu : Mutakim (BPD sridamai, Fahmi (warga desa sridamai), dan Imran Majid (warga Sridamai) untuk melaporkan adanya dugaan pelanggaran undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 oleh Kepala Desa Sridamai.
 
“Laporan sudah kami terima dan akan segera kami tindaklanjuti dan juga berkoordinasi dengan pihak Bawaslu Kabupaten”, tegasnya.
 
Sementara itu, camat Keluang Debby Heryanto S. Stp M.Si saat dikonfirmasi Via WhatsApp  mengatakan pihaknya serahkan permasalahan ini kepada yang berkompeten (Panwas/Bawaslu).
 
Menurut informasi yang awak media dapat dari pihak panwascam, Sampai berita ini diterbitkan. Untuk ketiga saksi sudah dilakukan pemanggilan dan dimintai keterangan terkait laporan tersebut pada Rabu (6/3/19) pukul 09.00 WIB dan hari Jumat tanggal 8 Maret 2019, agendanya pemanggilan terhadap pihak terlapor dalam hal ini Kades sridamai untuk dimintai keterangan.
 
Terpisah, terkait permasalahan ini Kades Sridamai Darlin Basri saat dikonfirmasi melalui Wa 08218547**** jumat malam (08/03) jam 21.30 Wib  hanya dilihat dan dibaca saja, sampai berita ini update yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (red)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.