Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Diduga Kurang Kesadaran, Pasilitas Griya Pramuka Banyak Rusak

Selasa, 18 Februari 2020 | 6:59 pm
Reporter: Red.
Posted by: redaksi
Dibaca: 243
Photo Atap Mes Griya Pramuka yang Rusak.

Photo Atap Mes Griya Pramuka yang Rusak.

Photo Atap Mes Griya Pramuka yang Rusak Parah - tampak luar.

Photo Atap Mes Griya Pramuka yang Rusak Parah - tampak luar.

Photo Atap Mes Griya Pramuka yang Rusak tanpa pelapon - tampak dari dalam.

Photo Atap Mes Griya Pramuka yang Rusak tanpa pelapon - tampak dari dalam.

Muba LintasPe –

Dikutip dari berita sebelumnya  http://lintasperistiwa.com/biro/unit-bangunan-griya-pramuka-dikelola-pt-muba-link-rusak-berat/ 21 unit dikelola oleh Pihak PT. Muba Link dalam hal ini di SK-kan kepada pengelola Wisma Atlet sekayu, yang jumlah total unitnya mencapai 49 buah rumah.

Dari 21 buah rumah Sebanyak 11 buah rumah yang sampai saat ini masih ada yang tinggal jadi penghuni rumah tersebut.

“4 buah rumah disewa oleh PT. Petro Muba, 6 buah rumah selalu dihuni oleh oknum aparat, pejabat sekarang di tunggu hanya 4 buah dan tidak pernah bayar”, jelas pengelola.

Sedangkan 28 unit lainnya itu dihuni oleh beberapa oknum pejabat, dokter dan oknum penegak hukum.

“Nah yang lebih parahnya lagi meraka hanya mendiami rumah ini sebagai tempat tinggal akan tetapi tidak pernah membayar dan tidak pernah melakukan perbaikan terhadap pasilitas yang rusak”, jelas pengelola.

“Ketika rumah yang mereka diami rusak malah mereka memilih untuk pindah ke unit rumah yang lain yang ada di lokasi mes griya pramuka”, ujar pengelola.

“Sebelumnya kami pernah menyurati dan meminta kepada oknum dokter Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu (RSUD) yang sudah sejak lama tinggal di Griya Pramuka, namun tidak pernah membayar sewa ataupun melakukan perbaikan pada pasilitas yang rusak bahkan yang bersangkutan tetap sampai saat ini masih tinggal disana karena menurut beliau dia mendapat rekomendasi dari oknum pejabat tinggi di Kab. Muba”, ungkap pengelola.

“Bagaimana kami melakukan perbaikan kalau uang saja tidak ada, jadi kalau ada yang mau sewa bayar dulu untuk perbulanya atau sesuai kesepakatan nanti baru uangnya digunakan untuk memperbaiki pasilitas yang rusak pada rumah yang akan mereka tunggu”, ucapnya.

“Mungkin ini akibat kurangnya kesadaran penghuni Griya Pramuka untuk menyayangi, merawat dan menjaga bangunan griya pramuka yang menjadi tempat mereka tinggal dan beristirahat”.

“Di Griya Pramuka itu ada 4 orang tenaga yang bekerja disini, 2 orang Satpam, Satu orang Mekanik dan satu Orang Bendahara, nah gaji mereka dari penghasilan murni Griya Pramuka, jadi kalau tidak ada yang bayar atau kontrak berarti mereka teracam tidak ada gaji”, Jelasnya.

Kami berharap kepada pihak terkait agar dapat mengabil kebijakan yang tidak merugikan BUMD dalam hal ini PT. Muba Link dan Pemkab Muba.(red) 

 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.