Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

dr. Hj. Tri Fitrianti : Sesuai Dengan Aturan IGD RSUD Talang Ubi, Melayani Pasien Gawat Darurat Saja

Senin, 21 Oktober 2019 | 8:23 pm
Reporter: Hendri Irdianto, SH
Posted by: Lintas Peristiwa1
Dibaca: 549
Photo dr. Hj. Tri Fitriyanti selaku dirut RSUD Talang Ubi.

Photo dr. Hj. Tri Fitriyanti selaku dirut RSUD Talang Ubi. Senin, (21/10/2019)

Photo dr. Hj. Tri Fitriyanti selaku dirut RSUD Talang Ubi.
Photo dr. Hj. Tri Fitriyanti selaku dirut RSUD Talang Ubi. Senin, (21/10/2019)

 

Pali LintasPe –

Berlakunya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang dikeluarkan sejak 17 September 2018, berimplikasi pada penanganan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Peraturan Presiden ini merupakan penyempurnaan payung hukum Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sebelumnya pernah dikeluarkan pada tahun 2016 lalu.

Dalam Perpres ini, Pelayanan dalam keadaan gawat darurat tertuang dalam pasal 63 yang berbunyi,

( 1) Peserta yang memerlukan pelayanan gawat darurat dapat langsung memperoleh pelayanan di setiap Fasilitas Kesehatan baik yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

(2 ) Kriteria gawat darurat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) yaitu:
a. mengancam nyawa, membahayakan diri dan orang lain/lingkungan;
b. adanya gangguan pada jalan nafas, pernafasan, dan sirkulasi;
c. adanya penurunan kesadaran;
d. adanya gangguan hemodinamik; dan/atau
e. memerlukan tindakan segera.

(3) Menteri dapat menetapkan kriteria gawat darurat selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

(4) Dokter Penanggung Jawab Pasien berwenang menetapkan terpenuhinya kriteria gawat darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Mengacu pada pasal di atas dengan ini pihak BPJS Kesehatan PALI melalui selebaran sosialisasi menghimbau kepada masyarakat,

1. Pelayanan di IGD yang tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 63 Perpres no. 82 Tahun 2018 tidak dapat di jamin BPJS Kesehatan.

2. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, tenaga kesehatan harus memberikan edukasi mengenai kondisi pasien bahwa pelayanan kesehatan pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejatinya di tujukan pada kasus tertentu saja, yaitu gawat darurat (IGD bukan sebagai Poli Klinik 24 jam).

3. Alternatif : Peserta berhak memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar yang menyediakan pelayanan 24 jam atau buka lebih lama.

Guna menjawab permasalahan yang sering terjadi di tengah masyarakat yang kadang kala selalu mengkritisi pelayanan kesehatan di RSUD Talang Ubi yang tidak profesional karena di anggap mengabaikan pelayanan terhadap pasien.

dr. Hj. Tri Fitriyanti menyatakan. “Dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang datang ke IGD RSUD Talang Ubi selalu kita tangani, sesuai dengan aturan yang berlaku”, ungkap Dirut RSUD Talang Ubi. Senin, (21/10/2019).

Jika pasien yang datang ke IGD RSUD Talang Ubi, tidak bisa di tangung biayanya oleh BPJS Kesehatan, maka pihak RSUD menjelaskan aturan yang berlaku, apa saja yang bisa di tangani di IGD dan di tangung BPJS Kesehatan.

“Kami meminta kepada masyarakat agar memahami aturan BPJS Kesehatan dan apa saja yang di tangung biayanya oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku bahwa IGD hanya melayani pasien yang gawat darurat”, harap Alumni Fakultas Kedokteran UNSRI ini.

Langkah dalam mengatasi ketidak tahuan masyarakat mengenai apa saja yang di tangani di IGD, pihak RSUD selalu menjelaskan dengan sabar kepada pasien yang datang agar pasien terlebih dahulu ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu Puskesmas.

“Jika pasien yang datang belum tahu tentang aturan ini dijelaskan kepada mereka karena di IGD sesuai aturan hanya untuk pelayanan pasien gawat darurat saja dan kategori gawat darurat itu seperti apa sesuai dengan aturan yang berlaku, dan yang bukan kategori gawat darurat di sarankan agar pasien tetep ke puskesmas dahulu atau klinik yang berkerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang Buka lebih lama atau 24 jam”, ujar dr. Hj. Tri Fitrianti. (Hendri Irdianto, SH)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.