Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

HaKi Bentuk Tim Restorasi Gambut di Muba

Jumat, 20 April 2018 | 4:41 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 69

Suasana diskusi kelompok membangun kesepahaman dan inisiasi pembentukan kelembagaan restorasi gambut Kab. Muba di ruang meeting Hotel Ranggonang. Jumat (20/04/2018)

Muba LintasPe-

Pada kejadian musim kemarau tahun 2015 yang lalu, Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) telah menjadi bagian Kabupaten terluas kedua setelah Kabupaten OKI terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan luasan mencapai 140 ribu Hektar (Ha), yang 100 ribu Ha – nya adalah kebakaran di lahan gambut.
 
Oleh karena itu, Pemerintah Pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 telah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) dengan Kab. Muba merupakan salah satu dari empat kabupaten di Indonesia sebagai kabupaten prioritas perencanaan dan pelaksanaan restorasi gambut.
 
Perencanaan dan pelaksanaan restorasi gambut ini, telah mulai dilakukan oleh BRG dan mitranya di beberapa lokasi gambut dan beberapa desa sekitarnya. Namun pada aspek pencapaian targetnya, belum  kelihatan nyata dan belum memiliki kemajuan yang progresif.
 
Beberapa hal yang harus dibenahi, sehingga dilakukannya diskusi kelompok membangun kesepahaman dan inisiasi pembentukan kelembagaan restorasi gambut Kab. Muba ini, guna akselerasi pencapaian target ini dapat dilakukan dan berdampak nyata, yaitu memperkuat dan meningkatkan koordinasi, komunikasi, kesinergisan program pusat dan daerah, serta keterlibatan semua pihak dalam kegiatan restorasi gambut.
 
Berdasarkan pantauan awak media lintaspe, diskusi kelompok ini berjalan dengan lancar di ruang meeting Hotel Ranggonang Sekayu, yang dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Muba di wakili oleh Plt Asisten II Erdiansyah SP M.Si.
 
Dalam sambutan Asisten II, ia menyampaikan bahwa dengan adanya kelembagaan restorasi gambut tingkat kabupaten yang diinisiasi, akan memperbaiki kendala dan hambatan sehingga pelaksanaan restorasi gambut di Kab. Muba akan sesuai target dan berdampak nyata untuk perbaikan ekosistem gambut dan kesejahteraan masyarakat. 
 
“Hal yang harus berdampak nyata dalam jangka pendek 2018 ini terutama dalam menyambut dan pelaksanaan Asian Games ke-18 di bulan Agustus 2018, adalah tidak terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kab. Muba. Oleh karena itu, efektivitas dan sinergisitas kelembagaan restorasi gambut segera dapat kita wujudkan”, harapnya.
 
Menurutnya, penguatan dan keterlibatan aktif kelembagaan restorasi gambut sampai tingkat tapak akan menjadi solusi dalam percepatan pelaksanaan restorasi gambut tersebut. “Yang perlu dilakukan adalah perilaku masyarakat berada disekitar lahan, salah satunya merubah pikiran saat musi tanam jangan membuka lahan dengan cara membakar”, terangnya.
 
Menanggapi hal itu, Ketua Karang Taruna Muba, Chandra Wijaya SH sangat mendukung adanya pembentukan kelembagaan agar dapat mengakomodir atau memberi informasi sehingga tersambung dengan Pemkab Muba. “Berbicara mengenai gambut menurut saya sedikit horor dan menakutkan karena bisa mengakibatkan bencana, untuk itu kami sangat mendukung dalam membentuk kelembagaan ini, agar mis komunikasi yang terjadi selama ini tidak terjadi lagi”, ungkapnya.
 
Sementara itu, Direktur Kampanye dan Riset Haki, Adios dalam kesempatan itu mengambil kesimpulan untuk sepakat urgensi pembentukan kelembagaan restorasi gambut di Kab. Muba, dengan alasan selama ini kurangnya koordinasi, komunikasi, tidak ada sinkronisasi, dan ini menjadi PR kedepan untuk perbaikan dengan adanya kelembagaan suatu tingkat kabupaten. 
 
Dalam diskusi kelompok ini, terbentuklah Tim kecil restorasi Muba yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Muba sebagai koodinator, BPBD Muba, DAOPS Manggala Agri Muba, KPH Lalan Mendis, Dinas PU PR, Badan Pertanahan Nasional Muba, Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Karang Taruna, Kemitraan, Satgas P2KA, Dinas Perkebunan, Bappeda, dan Dinas Pertanian. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.