Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Ingin Kembali Jualan Ke Pasar Talang Jawa, Pedagang Geruduk DPRD Muba

Senin, 2 Desember 2019 | 7:34 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 1540

Suasana pedagang pasar geruduk gedung DPRD Muba. Senin (02/12/2019)

Suasana pedagang pasar geruduk gedung DPRD Muba. Senin (02/12/2019)
 
MUBA LINTASPE-
 
Sejumlah pedagang dipasar Talang Jawa Sekayu yang beberapa hari yang lalu di relokasi ke Pasar Randik geruduk gedung DPRD Kabupaten Muba guna menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat. Senin (02/12/2019)
 
Kedatangan pedagang yang tanpa pemberitahuan ini, disambut langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Muba M. Yamin didampingi Dedi Zulkarnain SE dan Thabrani Rizky usai dilaksanakannya Rapat Paripurna.
 
Eken, pedagang sayur menyampaikan bahwa dirinya merasa dirugikan sejak pedagang dipindahkan kepasar randik, jadi pihaknya ingin kembali ke pasar Talang Jawa
 
“Selama sebulan ini kami mengalami kerugian, sudah banyak nota kami dari Palembang macet tidak terbayar dan toke nagih. Bagaimana kami bisa bayar tagihan, kalau jualan banyak busuk karena tidak laku, yang akhirnya dagangan kami pun dibuang. Untuk itu, kami mohon ditindaklanjuti secepatnya, kami sudah tidak tahan lagi”, ucap Eken.
 
Hal yang sama, Nani seorang pedagang ikan menambahkan dirinya juga ingin pindah ke pasar Talang Jawa, sudah sebulan berjualan dipasar randik dari pukul 03.00 wib dini hari hingga lohor, ikan patin Musi tidak laku.
 
“Kami kehabisan modal pak, sudah mencapai 5 juta modal saya habis selama jualan dipasar randik, saya sudah tidak tahan lagi jualan di randik, saya ingin kembali ke pasar Talang Jawe, mohon dengan sangat jangan ada Pol – PP mengangkat jualan kami, angsap kami mau makan, anak mau sekolah”, beber Nani. 
 
Terkait pasar, Dedy Irawan selaku pemilik tanah pasar talang Jawa mengungkapkan uneg – unegnya bahwa dirinya merasa sangat sakit hati oleh Pemkab Muba, karena Pemkab Muba telah melanggar UU hak asasi manusia dengan memeras hak – hak rakyat.
 
“Saya yang punya lahan, maksud saya kepada pemerintah, panggil saya ajak bicara, koordinasi lah, ajak bermusyawarah. Lagian, para pedagang berjualan dilahan saya tidak mengganggu lalulintas dan saya selalu bayar pajak, tidak melanggar aturan. Kami mohon sampaikan kepada pak Bupati agar pedagang bisa kembali berjualan tempatnya semula”, ucap Dedi.
 
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Muba M. Yamin menyampaikan bahwa pihaknya akan menyurati pak Bupati atau memanggil pak Sekda dan dinas terkait untuk mengupas habis permasalahan pasar ini agar tidak berkepanjangan.
 
“Kami minta waktu nya dulu, karena DPRD tidak ada kewenangan dalam pengambilan keputusan, karena keputusan diambil secara kolektif kolegial, kami hanya bisa merekomendasi, apa yang menjadi aspirasi bapak – ibu hari ini, akan kami ajak bicara kembali instansi terkait”, tutur Yamin.
 
Untuk itu, lebih lanjut. Mohon bersabar, ini proses waktu untuk penyesuaian terhadap kondisi yang baru, setiap relokasi pasar pasti akan berimbas pada pendapatan para pedagang.
 
“Lain kali, jika ingin ketemu kami di Komisi II layangkan surat terlebih dahulu, agar kami dapat menyiapkan waktu, Alhamdulillah hari ini kami ada semua di Komisi, takut nantinya kalian ramai – ramai kesini, kami tidak ada ditempat, tentu image nya pasti jelek”, tutup ketua Komisi II yang merakyat ini.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.