Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Ini Dia Pelaku Pembunuhan Sadis Di Babat Supat

Selasa, 11 Juni 2019 | 5:31 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 831

Suasana konferensi persi di Mako Polres Muba. Selasa (11/06/2019)

Tiga pelaku pembuhunan anak di bawah umur telah diamankan di Mako Polres Muba. Selasa (11/06/2019)

Tiga pelaku pembunuhan dikembalikan kedalam penjara Mako Polres Muba. Selasa (11/06/2019)

Barang bukti diamankan di Mako Polres Muba. Selasa (11/06/2019)

MUBA LINTASPE-

Hanya dalam delapan jam, Sat Reskrim Polres Muba berhasil mengungkapkan pelaku pembunuhan berencana yang disertai pencurian dengan kekerasan terhadap anak dibawah umur yang menyebabkan kematian. Selasa (11/06/2019)
 
Pembunuhan berencana tersebut terjadi pada hari Minggu (09/06) pukul 22.00 wib di jalan kebun sawit Philip III Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat, dimana dua orang anak dibawah umur Aldi Apriansyah (15) Bin Suhardin dan Raja Putra (18) Bin Irawan ditemukan telah meninggal dunia didalam parit, pada hari Senin (10/06) pukul 10.00 wib.
 
Dua pelaku bernama Riki Martin alias Bongkeng (18) Bin Marpoly, dan Muhammad Rafli (17) Bin Zulkipli berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polsek Babat Supat dan Tim Opsnal Polres Muba di Betung Kabupaten Banyuasin sekira pukul 18.00 wib. Sedangkan satu orang pelaku berinisial VFH (16) menyerahkan diri dengan didampingi kedua orang tuanya dan Kades Tanjung Kerang, selasa (11/06) pukul 12.00 wib.
 
Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM didampingi Kasat Reskrim AKP Delli Haris SH, Kapolsek Babat Supat Iptu Marzuki, SH, Kanit Pidum Iptu Dedi Hariyanto SH, dan  Kaur Humas Nazarudin Bahar dalam press release di Mako Polres Muba, mengungkapkan bahwa pelaku melakukan pembunuhan berencana ini di selimuti rasa dendam terhadap korban. Rasa dendam tersebut muncul karena orangtua dari pelaku Bongkeng dengan orangtua dari korban Aldi, sama – sama pinjam uang di Bank dengan menggadaikan sertifikat, pada saat pembayaran harus membagi dua. Namun, selang beberapa bulan orangtua Aldi tidak membayar.  
 
“Beberapa bulan yang lalu, orangtua pelaku mendatangi rumah orangtua korban untuk menanyakan angsuran tersebut, tetapi dengan kata – kata yang tidak bagus atau kasar sehingga menyinggung perasaan, begitu juga dengan anaknya Bongkeng. Maka tertanamlah dendam ingin membunuh korban”, ungkap Kapolres.
 
Selanjutnya, Bongkeng yang merupakan cucu Jaso seorang raja perampok lintas provinsi yang ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap,    bersama dua pelaku lainnya melakukan pertemuan pada hari minggu tanggal 09 Juni 2019 jam 19.00 wib di warung toni, Philip III Desa Tanjung Kerang untuk merencanakan membunuh kedua korban.
 
“Kemudian ketiga pelaku menunggu kedua korban dipinggir jalan Kebun kelapa Sawit Philip III Desa Tanjung Kerang Kec.Babat Supat biasa dilewati kedua korban”, jelasnya.
 
Saat menunggu kedua korban, pelaku Bongkeng telah membagikan alat kepada Rafli (17) dan VFH (16) berupa 1 (satu) bilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu warna cokelat, 1 (satu) bilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu warna biru, 1 (satu) bilah senjata tajam jenis keris berukuran kecil bergagang kuning dan bersarung kuning, 1 (satu) buah tas selempang berwarna biru bertuliskan FILA, 1 (satu) buah kunci T, 2 (dua) buah sebo/penutup wajah berwarna hijau, dan berwarna hitam garis – garis putih, 1 (satu) pucuk senjata api rakitan jenis kecepek berukur pendek. 
 
Diakui pelaku, bahwa alat yang telah ia siapkan tersebut untuk membunuh kedua pelaku, didapat dari Jaso, yang disimpan dan dikubur didalam tanah.
 
“Saat kedua korban melintasi dengan sepeda motor R2 Yamaha Vega R warna Merah tanpa nopol, pelaku Bongkeng langsung memukul korban Putra dengan sebilah kayu ke arah muka korban, hingga menyebabkan sepeda motor korban terjatuh, saat itu Korban Putra pun terjepit di bawah sepeda motor, sedangkan teman korban Aldi melarikan diri namun pelaku Rafli dan VFH berhasil mengejar korban Aldi dan langsung membawa ke tempat pelaku Bongkeng”, tambah Kapolres. 
 
Lebih lanjut, setelah mereka semua bertemu di tempat kejadian perkara, kondisi korban putra sudah berdarah dan memar dibagian muka, kedua korban duduk berdekatan, saat itu pelaku Bongkeng menarik korban Aldi dan memarahinya. Untuk diketahui, Bongkeng dan Aldi adalah dua beradik sepupu, begitu juga dengan Putra dan Rafli.
 
“Lalu pelaku Bongkeng langsung menembak Aldi dengan menggunakan senjata api rakitan yang di dimilikinya namun tidak mengenai korban, Setelah itu pelaku Bongkeng menusukkan pisau kearah dada korban, sebanyak dua kali, kemudian pelaku Bongkeng juga menyuruh pelaku Rafli dan VFH untuk menusukkan pisau kearah tubuh kedua korban, berulang-ulang kali dibagian badannya hingga kedua korban tidak sadarkan diri dan tidak bergerak”, beber Andes.
 
Korban pun meninggal dunia, ketiga pelaku menarik kedua korban kearah sungai kecil dan menutupi mayat mereka dengan pelepah sawit yang ada disekitar tempat kejadian, pelaku Bongkeng juga mengambil Handphone (HP) milik kedua korban, dan sepeda motor yamaha Vega ZR warna merah milik korban lalu ketiga pelaku meninggalkan kedua korban.
 
“Ditengah jalan ketiga pelaku berhenti di sebuah warung milik Toni, Philip III Desa Tanjung Kerang Kec.babat supat untuk membagikan barang-barang korban, yang mana ketiga pelaku pergi kearah Pangkalan Balai untuk menjual sepeda motor korban, dan Handphone milik korban”, pungkasnya.
 
Untuk barang bukti, sambungnya. Yang berhasil diamankan berupa 1 (satu) bilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu warna cokelat, 1 (satu) bilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu warna biru, 1 (satu) bilah senjata tajam jenis keris berukuran kecil bergagang kuning dan bersarung kuning, 1 (satu) buah tas selempang berwarna biru bertuliskan FILA, 1 (satu buah kunci T, 2 (dua) buah seboh/penutup kepala berwarna hijau, dan berwarna hitam gari-garis putih, 1 (satu) pucuk senjata api rakitan jenis kecepek berukur pendek, 1 (satu) Unit Sepeda Motor Yamaha Vega R warna Merah, 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Supra X warna Biru.
 
“Untuk Pasal yang dipersangkakan terhadap ketiga tersangka yaitu Pasal 340 KUHP dan Pasal 365 KUHP ayat (4) dan atau Pasal 80 ayat (3) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan seumur hidup”, imbuhnya. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.