Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

JPKP Muba; Miris..!! Pelaku Ausila Di Muba Langsung Bebas Bila Orang Tua Buat Pernyataan Tidak Menuntut

Jumat, 21 Februari 2020 | 6:45 pm
Reporter: Red. Tim
Posted by: redaksi
Dibaca: 565
Photo Ketua JPKP Muba Zulkarnain Saat Mengkofirmasi tanggapannya terkait perbuatan asusila terhadap anak dibawah umur di sebuah penginapan. Jum

Photo Ketua JPKP Muba Zulkarnain Saat Mengkofirmasi tanggapannya terkait perbuatan asusila terhadap anak dibawah umur di sebuah penginapan. Jum'at, (21/02/20)

Surat pernyataan orang tua anak perempuan dibawah umur (Pi)

Sekayu Muba Sumsel LintasPe –

Empat pasangan diduga mesum dan melakukan perbuatan asusila yang telah terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Musi Banyuasin, masing-masing telah terjaring razia di dua tempat terpisah  ada yang terjaring razia di Penginapan Mandiri dan penginapan dua putri yang beralamatkan di jalan lintas tengah (Jaliteng) Palembang   Lubuk linggau, Kecamatan Kec.) Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba), keempat pasangan tersebut bukan pasangaan suami/istri ujar sekretaris pol-pp sekda Kab. Muba Irawan. Kamis,(13/02/20).

Sekretaris Sat. Pol-PP Irawan mengatakan sesuai intruksi Sekretaris Daerah (Sekda) Muba H. Apriyadi, M.Si bahwa “Kita harus melakukan razia di cafe dan penginapan demi ketertiban kalangan warga masyarakat dan hasil rezia kali ini kita mendapatkan diduga pasangan mesum  yang bukan suami isteri dari kecamatan sungai keruh dan pasangan lelakinya dari kecamatan Lais, pasangan perempuannya inisial (PI) tersebut di duga  masih dibawa umur,  satu pasangan lagi yang laki-lakinya berasal dari kecamatan sanga Desa  dan yang perempuan Desa Rantau Panjang Kec. Lawang Wetan Kab. Muba”, ujar Irawan.

Lanjutnya “Sementara itu pasang yang di duga masih di bawah umur kita serahkan kepada pihak perlindungan anak, supaya di proses, mengingat wanita itu masih berstatus pelajar Sekolah di salah satu sekolahan di kabupaten Musi Banyuasin yaitu siswa Kelas 3(12) jurusan Perkantoran Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Satu (1) (SMK N 1) Sekayu yang beralamat di Kel. Kayuara Kec. Sekayu Kab. Muba.

Tamba irawan yang lain tiga pasangan diduga mesum itu kita data diberi pengarahan dan membuat pernyataan  bertanggung jawab siap menikah dan tidak lagi mengulangi perbuatanya kembali”. Tutup Irawan.

Dari data yang kami himpun kami mendapatkan informasi bahwa salah satu perempuan yang dimaksud dari keterangan diatas Kec. Lawang Wetan Desa Rantau Panjang diduga juga bekarja  di POM bensin/ SPBU di Jln. Lingkar Randik Kec. Sekayu, Kab. Musi Banyuasin.

Sementara itu di tempat terpisah awak media mengkomfirmasi dengan ibu Susnila S.pd., M.M selaku kepala Sekolah SMK N 1 sekayu melalui pesan WhatsApp Nomor +62813- 7771-4xxx dan beliau membenarkan bahwa oknum pelajar itu siswa  SMK N I.

“Dari kejadian sebelum kejadian sampai sekarang anak tersebut belum masuk sekolah, ini oknum pelajar bukan pelajar, oknum ini sudah lama tidak sekolah, thanks Yo”, ujar Susnila.

Ketika tim mengkonfirmasi Kepala Bidang (Kabid.) Perlindungan Anak – Surya Pelita Vita, ST., MM mengatakan, “Anak itu memang benar sekolah di SMK N 1 sekayu dan kami arahkan kejalan yang bagus lalu kami sop trapi pelajaran yang benar selain itu permintaan keluarga kami serahkan dengan orang tuanya”, kata Surya Pelita Vita, ST., MM, Kamis, (13/02).

Ditempat terpisah tim awak media  mengkonfirmasikan dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak (DPPPA) Kab. Muba, Dewi Sartika, SE., M.Si Via WhatsApp. +62 821-7768-2xxx terkait Pasangan yang diduga Mesum di Sebuah Penginapan dan Terjaring rezia Oleh Sat. Pol-PP Kab. Muba pada tanggal 12-13 Februari 2020 yang lalu.

1. Mengapa DPPPA Kab.  Muba. membebaskan tidak Diduga Tersangka X Warga Kec. Lais Desa Teluk Kijing, yang diduga melakukan perbuatan Asusila kepada seorang anak perempuan dan masih pelajar/ anak dibawah Umur inisial (PI).?

2. Mengapa DPPPA Kab.  Muba. Tidak M

melakukan upaya sangsi hukum terhadap diduga tersangka.?

3. Mengapa tidak ada sangsi tegas yang dilakukan DPPPA Kab.  Muba. terhadap pihak penginapan yang diduga memfasilitasi perbuatan asusila/ mesum yang bukan pasangan suami isteri apalagi terkait anak perempuan  dibawah umur(Pi).?

Sampai Sejauh ini sejauh mana proser perkembangan penanganan permasalahan kasus anak dibawah umur ini..?

Dari berbagai sumber yang kami  terima salah satu Kabid pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Muba dugaan telah menerima Uang Perdamain sejumlah Rp. 25jt rupiah dari Pasangan yang diduga Mesum di Sebuah Penginapan dan Terjaring Rezia Oleh Sat. Pol-PP. Apakah Memang Benar?

Kadis DPPPA Dewi Sartika SE.,  M.Si menanggapi dengan Mengatakan [20/2 14:22] Bu Dewi 2: Pihak DPPA Sudah menyarankan agar keluarga melakukan pelaporan ke polres Muba, namun pihak keluarga bersikukuh tidak mau melaporkan ke polres Muba karena masih ingin anaknya sekolah dan si laki-laki sudah berkeluarga,
[20/2 14:23] Bu Dewi 2: Pihak keluarga korban telah melakukan perdamaian sendiri dengan pihak pelaku,
[20/2 14:26] Bu Dewi 2: Kami sudah berkoordinasi dengan pihak polres Muba, namun pihak polres Muba tidak bisa memproses pelaku  berhubung keluarga korban  tidak bersedia membuat laporan pengaduan”, balas Dewi Sartika.

Ketika Dikonfirmasi terkait Sampai saat ini, upaya atau sangsi hukum kepada penginapan yang mempasilitasi diduga hubungan diluar nikah anak dibawah umur sampai saat ini bagaimana Dewi Sartika membalas, “[20/2 16:03] Bu Dewi 2: Kami hanya pendampingan anak”.

Terkait Dugaan Menerima sejumlah uang didampingi Sekretaris DPPPA Kab. Muba Denny SH., M.Si, Kabid. Perlindungan Anak – Surya Pelita Vita, ST., MM Membantah.

“Terkait dugaan kepada saya telah menerima uang senilai dua puluh lima jutah rupiah yang bapak konfirmasi itu tidak benar pak, dan saya minta ini jangan menjadi isu yang membuat saya malu, sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menerima uang tersebut”, Surya Pelita Vita, ST., MM.

Namun sesuai peraturan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan dari proses perkembangan kasus ini Ketua JPKP Muba berharap DPPPA Kab. Muba angkat bicara agar lebih memahami tugas dan fungsinya.

“Saya harap DPPPA Kab. Muba agar lebih memahami tugas dan fungsinya agar dapat bekerja secara profesional dalam menjalankan amanah undang-undang khususnya undang-undang perlindungan anak”, tegas Zulkarnain.

“Juga kepada pihak terkait kami minta agar memproses pihak penyedia layanan seperti pemilik penginapan, mungkin dibalik semua ini ada mak-mak, pak-pak penyedia jasa prostitusi secara diam-diam”, ujarnya.

“Seharusnya jika saat itu disebuah tempat baik itu hotel, wisma, penginapan tempat hiburan saat rezia dilakukan dan ditemukan pasangan anak dibawah umur maka pemilik penginapan harus dibawa setidaknya untuk dipintai keterangan dan jika ditemukan kesalahan yang secara disengaja maka wajib ditindak dan diproses secara hukum”, tegas Zulkarnain.

“Mudah-mudahan dalam kasus ini tidak ada dugaan kong-kalikong atau menurut bahasa sekayu itu konop-konop antara pihak terkait dengan pihak penyedia pasilitas atau penginapan dan laki-laki yang diduga asusila atau pelaku pelecehan seksual terhadap siswi di penginapan Dua Putri ini, karena sampai saat ini kita lihat belum ada tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak terkait”, kata Zulkarnain.

“Kami juga pertanyakan dimuba masih ada ya perbuatan asusila terhadap anak perempuan dibawah imur, kok bisa ya kasus asusila terhadap anak perempuan dibawah umur  langsung damai saja kalau orang tuanya tidak menuntut lalu diduga sipelaku asusila dibebaskan begitu saja tanpa ada proses hukum, apakah ini tidak bertentangan dengan uu 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, lagi-lagi damai  itu dan orang tua cukup membuat pernyataan tidak menuntut lalu masalah dianggap selesai,  memang begitu ya… Miris..!!”, ucap Zulkarnain. 

“Ingat Muba ini dikenal dengan Kota Layak Anak,  jadi bagaimana kriteria dan wujud Kota Layak Anak itu yang sebenarnya, jika ini masih terjadi”, kata zulkarnian dengan nada kecewa.

“Kedepannya pihak terkait agar terlebih dahulu melakukan upaya pencegahan, pencegahan terjadi kekerasan, asusila, pelecehan, pelecehan dengan kekerasan terhadap anak, anak, perempuan dan anak perempuan”, ungkap Zulkarnain. (red.tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.