Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kabupaten Muba, Pertama Kali Deklarasi Bersama Parpol Pengusung Jokowi – Ma’ruf

Sabtu, 2 Februari 2019 | 3:03 pm
Reporter: Winda Camelia (12)
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 882

Suasana deklarasi bersama parpol pengusung dan pendukung jokowi - ma'ruf di wisma atlit sekayu. Sabtu (02/02/2019)

Foto usai deklarasi bersama di wisma atlit sekayu. Sabtu (02/02/2019)

Suasana deklarasi bersama parpol pengusung dan pendukung jokowi - ma'ruf di wisma atlit sekayu. Sabtu (02/02/2019)

Muba Sumsel LintasPe-

Partai pengusung dan pendukung calon presiden Ir H Jokowidodo dan wakil presiden Prof. Dr (H.C) K. H. Ma’ruf Amin bersama Tim Kampanye Daerah (TKD) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) deklarasi bersama.

Deklarasi yang berlangsung di halaman Wisma Atlit Sekayu ini merujuk tema “Tekad Kami Jokowi Tetap Presiden”. Sebanyak sembilan partai pengusung dan pendukung calon presiden Ir H Jokowidodo dan wakil presiden Prof. Dr (H.C) K. H. Ma’ruf Amin yakni PDIP, PPP, PKB, Golkar, Nasdem, PSI, Perindo, PKPI, dan Hanura.

Dewan Penasehat TKD Kabupaten Muba, H Dodi Alex Noerdin mengatakan bahwa sebagai ketua relawan Jokowi Ma’ruf Amin Muba yang terdiri dari lintas parpol, lintas profesi, lintas suku dan lintas agama yang semuanya berjuang untuk kesejahteraan Indonesia yang lebih baik lagi kedepan mengusung Pasangan calon presiden Bapak Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Pagi hari ini adalah pagi yang bersejarah bagi dunia perpolitikan demokrasi di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan, karena untuk pertama kalinya dalam ruang lingkup TKD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Musi Banyuasin pertama kali menggelar deklarasi bersama 9 partai politik Koalisi pendukung Jokowi Ma’ruf Amin, Kita wajib sebagai kader partai untuk mengusung beliau khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin”, tegas Dodi.

Perhatian Presiden, sambungnya. Kepada para petani kebun yang mempunyai lahan kebun sawit dan kebun karet di Muba sangat luar biasa dalam sejarah Republik Indonesia (RI). Pertama kali Presiden Republik Indonesia berkunjung ke Kabupaten Musi Banyuasin pada tanggal 12 Oktober 2017 melakukan untuk pertama kali gerakan meremajakan sawit rakyat pertama di Indonesia.

“Sampai sekarang akan dinikmati hasilnya, sekarang sudah hampir 1 tahun lebih dan meninjau di kecamatan keluang, Kec. babat supat Sungai Lilin sawit rakyat seluas 6000 hektar satu hamparan sudah tumbuh berbunga dan tahun depan berbuah Pasir. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat apa yang sudah diperbuat oleh Presiden Joko Widodo terhadap masyarakat Musi Banyuasin”, ungkapnya.

Lebih lanjut, soal isu harga karet memang sedang turun karena pasar dunia, tetapi di Musi Banyuasin melakukan inovasi untuk mendirikan pasar lelang karet sebesar 56 pasar lelang terbanyak di Sumatera Selatan, sehingga hasilnya bisa menjadi Rp10.000 minimal. Kepada para petani karet Musi Banyuasin mendapatkan penghargaan dari Kementerian PU sebagai kepala daerah paling inovator dalam membuat aspal dan alhamdulillah Presiden Joko Widodo juga berkomitmen untuk membeli karet rakyat dari Sumatera Selatan dari Musi Banyuasin untuk mengaspal jalan-jalan nasional.

“Dan yang paling penting adalah kesinambungan dan keberlanjutan 6000 hektar kebun kelapa sawit milik rakyat ke depan akan ditambah kurang lebih menjadi 20000 hektar kebun sawit milik rakyat peremajaan gratis dan kedepan di Musi Banyuasin”, terangnya

Dalam kesempatan itu juga disampaikannya bahwa Pemkab Musi Banyuasin akan membangun pabrik kelapa sawit pertama di Indonesia yang punya rakyat bukan punya perusahaan besar dimiliki oleh para petani mengubah menjadi CPO dan produk hilirisasi turunannya pertama kali di Indonesia.

“Oleh karena itu, menginstruksikan kepada seluruh caleg dari partai politik yang hadir disini sebagai kewajiban moral dan juga sebagai kewajiban sebagai kader parpol memang saudara-saudara mensosialisasikan diri menjadi Caleg tapi jangan lupa bawa tugas kita yang paling penting adalah tugas utama juga mengkampanyekan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi Maru’f Amin”, ajaknya.

Pihaknya Minta tolong juga untuk bergerak ke daerah-daerah sampaikan fakta yang sudah ada untuk Sumatera Selatan, yang sudah dilakukan oleh Jokowi untuk Sumatera Selatan dalam 5 tahun terakhir. Bisa disampaikan kepada masyarakat yang ada khususnya diwilayah Musi Banyuasin, sudah jelas-jelas presiden sudah datang sudah memberikan 6000 hektar lahan sawit dengan adanya program-program yang akan berlanjut, oleh karena itu berikan fakta kepada masyarakat dan mudah-mudahan semuanya ini tentu akan berujung pada kemenangan pasangan Jokowi-Maru’f Amin.

Sebagai Bupati Musi Banyuasin, lanjutnya. Sebagai pembina partai politik di sini, diharapkan agar Pemilu serentak 17 April 2019 ini bisa berjalan dengan kondusif tidak saling gesek jaga keamanan dan ketertiban. Kepada para penyelenggara di sini kepada KPU dan Bawaslu juga dari pemerintah saya ucapkan terima kasih dan selamat bekerja untuk mengamankan pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2019, Insyaallah Muba akan menjadi daerah yang aman dalam penyelenggaraannya dan lancar dalam pemilu nanti pertahankan Zero konflik di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Bersama-sama aparat keamanan aparat hukum TNI dan Polri akan turun langsung untuk mengamankan Pemilu ini agar bisa berjalan dengan baik dan tingkatkan partisipasi masyarakat. Kepada pemerintah Kesbangpol untuk terus bersosialisasi agar partisipasi masyarakat di desa dinaikkan dalam pemilu 2019”, perintah Bupati Muba.

Sementara itu, Sekretaris TKD Prov Sumsel Giri Ramanda Kiemas menyampaikan bahwa hari ini 9 partai koalisi berkumpul bersama seluruh calon anggota legislatif, harapan dari tim kampanye daerah bahwa di Musi Banyuasin ini bisa menyumbangkan Kemenangan untuk Bapak Jokowi-Ma’ruf Amin Karena di Musi Banyuasin, pada tahun 2014 salah satu daerah yang menyumbangkan suara terbanyak.

“Untuk kendala di lapangan tidak segampang yang kita inginkan para bapak-bapak ibu-ibu sering dihadapi pada kenyataan kalau partainya mau kami memilih tapi presidennya tidak. Pihak Tim TKD Provinsi mencoba mencari tahu apa permasalahannya hampir di semua tempat masalahnya sama dan ada dua permasalahan yaitu Permasalahnya soal Bapak Jokowi tukang kriminalisasi ulama dan Harga karet dan Sawit Murah dibawah Pimpinan Presiden Jokowi”, beber Giri.

Menurutnya, hal semacam ini yang harus di terangkan kepada masyarakat karena urusan harga sawit dan harga karet tidak bisa diatur oleh presiden dan ini yang harus di jelaskan kepada masyarakat.

“Kami pihak TKD sudah bicara dengan Bapak Presiden, bahwa diwilayah Provinsi Sumatera Selatan akan ada pembelian karet dari masyarakat jumlahnya sudah disepakati Rp 50.000 Ton, untuk dipakai campuran aspal Jalan negara yang ada di wilayah Sumatera Selatan. Mohon bantuan dari kawan-kawan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk menyampaikan kepada masyarakat dan satu lagi yang saya mohon untuk disampaikan jangan sampai masjid-masjid dijadikan tempat berpolitik apalagi kalau hari Jumat isi khotbah yang ngata-ngatain presiden”, ucapnya.

Teknis gerakan di lapangan yang penting bapak-bapak ibu-ibu caleg jangan takut mengkampanyekan Bapak Jokowi. Untuk kawan-kawan di TKD dan ketua partai koalisi yang ada harus kerja cepat karena di Musi Banyuasin trennya mengalami penurunan, masih ada waktu bulan Maret dan bulan April untuk bekerja di lapangan kerja sistematis di lapangan Insya Allah kalau sekarang angkanya 28-29 persen naik. (WindaCamelia12)

 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.