Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kapolda Sumsel ; Pengeboran Minyak Tanpa Izin, Seluruhnya Akan Ditutup

Senin, 2 September 2019 | 8:35 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 3853

Puing - puing kebakaran yang terjadi di Kecamatan Babat Toman. Senin (02/09/2019)

Puing – puing kebakaran yang terjadi di Kecamatan Babat Toman. Senin (02/09/2019)

 

MUBA LINTASPE-

Pekan ini, perhatian masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tengah tertuju pada bencana kebakaran yang menimpa sebuah penyulingan minyak illegal. Pasalnya, belum sebulan penyulingan minyak yang diduga illegal kembali terbakar.

Diketahui, Minggu (01/09/2019) pukul 17.00 wib, pengolahan minyak tradisional tersebut milik Jabur yang terletak di Desa Sugiwaras Kecamatan Babat Toman ini menghanguskan satu rumah makan beserta gedung sarang walet, sebuah mobil merk Granmax, bedeng, dan puluhan ton minyak mentah yang ikut terbakar sehingga di tafsir kerugian mencapai Milyaran rupiah.

Menanggapi hal ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli, MSi angkat bicara, ia melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Muba menggunakan Helikopter dan mendarat di Pendopoan Rumah Dinas Bupati dan jumpa pers di Mapolres Muba mengintruksikan kepada Bupati dan Kapolres Muba untuk menindak tegas pengeboran minyak tanpa izin dan seluruhnya akan ditutup. Senin (02/09/2019)

“Kita kategorikan ada 2 pengeboran tanpa izin, yakni sumur tua yang dimanfaatkan oleh rakyat dan masyarakat membuat sumur baru. Keduanya merupakan pelanggaran hukum”, tegas Kapolda.

Sementara itu, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.Ik mengatakan bahwa hal ini perlu perhatian khusus, pihaknya akan pelajari terlebih dahulu karena kita sudah pasti tahu dan tidak perlu di jelaskan.

“Kita akan upayakan penegakan hukum, tapi disamping itu juga kita harus memperhatikan aspek sosial, apalagi kondisi harga karet lagi turun, harga sawit begitu juga. Hal ini juga harus koordinasi dulu dengan Pemerintah daerah, Bupati, jangan sampai nanti kedatangan saya malah membuat kegaduhan”, terang Pinem.

Jika memang harus dilakukan penegakan hukum, lebih lanjut. Pihaknya akan buatkan tim satgas terpadu karena itu mencakup stakeholder bukan hanya sendiri untuk menyelesaikan tugas ini.

“Hal illegal driling ini bukan lah hal yang baru di muba ini, kita akan lakukan kegiatan preventif dulu bagaimana yang terbaik untuk Muba terhadap illegal drilig ini. Jika kita lakukan penegakan hukum, harus ada solusi nya karena teknologi sekarang semakin canggih, ia pasti mencari peluang, Kapolres tidur. Tidak menutup kemungkinan pasti ada oknum – oknum yang mungkin ada kerjasama, dan tidak mungkin saya menunggu 24 jam agar illegal driling ini tidak keluar dari muba ini”, tutur mantan Kapolres Banyuasin ini.

Sambungnya, jika ada oknum anggota yang terlibat, pasti di upayakan tindakan disiplin. “Laporkan kepada saya, sat propam akan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap anggota – anggota saya”, tegasnya.

Terpisah, Camat Kecamatan Babat Toman, Aswin saat ditemui awak media lintaspe di lokasi kejadian mengungkapkan penyebab terbakarnya penyulingan minyak ini bermula dari mesin pompa yang mengeluarkan percikan api, kemudian menyambar ke minyak masakan dan meledak. 

“Terkait penyulingan minyak di Kecamatan Babat Toman ini, pemerintahan akan melakukan penataan, karena kita belum ada data konkret. Menanggapi hal ini, kami menghimbau masyarakat melalui kades maupun lurah untuk tidak melakukan praktek masak minyak illegal, karena itu berbahaya untuk warga”, himbau Camat.

Selain itu, Pihak PT Pinago Utama, Marya Karya mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari kawan di lapangan bahwa ada masak minyak yang terbakar dan lokasi nya tidak jauh dari perkebunannya, sehingga pihaknya menerjunkan 30 orang tim damkar dengan 2 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

“Sesampai di lokasi penyulingan minyak mentah menjadi minyak masak ini, kondisi api sudah ada dimana – mana. Sesuai perintah pimpinan, sekecil apapun api harus kita padamkan walaupun bukan di areal kita. Takutnya, api nyebrang ke kebun kita. Untuk itu kami antisipasi dan mematikan api di titik yang membahayakan terlebih dahulu”, ungkapnya.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.