Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Ketua DPRD Muba Dampingi Aksi Damai Temui Bupati Muba

Senin, 18 Februari 2019 | 5:58 pm
Reporter: Winda Camelia (12)
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 596

Suasana Ketua DPRD Muba tanggapi para aksi didepan kantornya. Senin (18/02/2019)

Suasana rapat penyelesaian sengketa plasma PT IAM di ruang rapat randik. Senin (18/02/2019)

Muba Sumsel LintasPe-

Tiga tahun sengketa hak kebun plasma dan sengketa lahan warga pada izin lokasi perkebunan PT Inti Agro Makmur di Desa Bailangu dan Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu tak kunjung usai, warga desa Bailangu kembali menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Muba. Senin (18/02/2019).

Para aksi damai yang di koordinator oleh Firman Wasir Cz ini meminta Ketua DPRD Muba untuk mendampingi dan memfasilitasi masyarakat menghadap dan menemui Bupati Muba.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Muba Abusari SH M.Si bersama – sama para aksi damai berjalan kaki menemui Bupati Muba di Kantornya, untuk mempertanyakan surat rekomendasi yang sudah ia keluarkan kepada Bupati Muba.

Dengan harapan agar permasalahan ini cepat selesai tanpa harus melakukan perbuatan anarkis di lapangan. Karena menurut masyarakat, surat rekomendasi tersebut seakan – akan tidak digubris atau tidak hargai oleh Bupati Muba.

Ketua DPRD Muba bersama 10 orang perwakilan aksi, disambut oleh Asisten Muba H. Rusli SP MM di ruang rapat randik Pemkab Muba.

Asisten Muba H. Rusli SP MM menjelaskan sesuai peraturan pemerintah bahwa setiap pengembangan usaha perkebunan harus membangun kebun untuk warga yang dinamakan plasma minimal 20% sebagai program pemerintah mensejahterakan rakyatnya.

“Maka dari itu, yang berhak mendapatkan plasma tersebut adalah warga miskin yang ada di Bailangu induk dan Bailangu timur. Dan nama – nama yang terdaftar sebanyak 289 orang, setelah di verifikasi tinggal 253 orang.”, ungkap Rusli.

Rapat disimpulkan akan diadakan rapat internal dengan memanggil dinas terkait dan pimpinan PT IAM. Dinas perkebunan ditugaskan untuk menyurati Kepala Desa agar segera menyampaikan nama – nama yang berhak menerima plasma, untuk kelompok Sutoto Waliun ada 253 kepala keluarga atau 506 hektar, tersisa dari 680 hektar lahan itu ada 174 hektar silahkan pemerintah desa menambah nama – nama kepemilikan dari 174 hektar. (WindaCamelia12)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.