Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Lakukan Pendataan Ulang “BPPRD Sasar Perusahaan Palsukan Data PPJ dan Pajak Air Tanah

Senin, 4 Maret 2019 | 1:59 am
Reporter: Red
Posted by: redaksi
Dibaca: 579
Red. Petugas BPPRD kab. Muba saat melakukan pendataan ulang wajib pajak daerah yang akan menyasar perusahan-perusahaan dibidang Perkebunan maupun Migas.

Red. Petugas BPPRD kab. Muba saat melakukan pendataan ulang wajib pajak daerah yang akan menyasar perusahan-perusahaan dibidang Perkebunan maupun Migas. Jumat (1/3).

Red. Petugas BPPRD kab. Muba saat melakukan pendataan ulang wajib pajak daerah yang akan menyasar perusahan-perusahaan dibidang Perkebunan maupun Migas

Red. Red. Petugas BPPRD kab. Muba saat melakukan pendataan ulang wajib pajak daerah yang akan menyasar perusahan-perusahaan dibidang Perkebunan maupun Migas. Jumat (1/3).

 

Sekayu Muba  LintasPe –

Setelah sebelumnya melakukan uji petik terhadap wajib pajak restoran dan pajak hotel, sekarang Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga membentuk tim pendataan ulang wajib pajak daerah yang akan menyasar perusahan-perusahaan dibidang Perkebunan maupun Migas.

Kepala BPPRD Muba, H. Riki Junaidi, AP, M.Si mengatakan, selain melakukan uji petik bagi pemilik usaha rumah makan, cafe, restoran dan hotel, pihaknya juga melakukan pendataan ulang ke perusahaan yang beroperasi di Muba. Hal itu dilakukan untuk mengkroscek secara langsung ke area perusahaan, dimana data temuan lapangan disandingkan dengan data yang selama ini dilaporkan sebagai dasar penghitungan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang selama ini dibayarkan, apakah sesuai atau berbeda dengan kenyataan di lapangan.

“Jadi kita ke lapangan melihat dan mendata ulang, selain itu tidak hanya Pajak Penerangan Jalan, tim juga memeriksa perusahaan dalam hal penggunaan air tanah, karena potensi pajak air tanah hingga saat ini belum digarap maksimal,” kata Riki, Jumat (1/3).

Meskipun dengan capaian yang melampaui target di tahun 2018 lalu, kita tetap memaksimalkan program ekstensifikasi objek pajak daerah yang tidak lain untuk menggali dan mengoptimalkan potensi-potensi pajak daerah baru.

“Dengan adanya upaya ekstensifikasi dalam pendataan pajak daerah inilah, kita harapkan mampu meningkatkan jumlah wajib pajak daerah, memperbaharui data pajak, sehingga berimbas dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Sementara, Seketaris BPPRD, Ardiansyah SE MM menambahkan, tim pendataan yang dibentuk telah terjun kebeberapa perusahaan untuk mendata ulang pajak Air Tanah dan PPJ. Sungguh mengejutkan, sebab setelah dikroscek hasilnya ditemukan objek pajak baru yang belum terdata dan ada beberapa data yang tidak sesuai dengan yang dilaporkan serta harus mereka bayarkan. “Ya, saat kita cek, banyak temuan. Bahkan, data mereka berbeda dengan kita. Contohnya, penggunaan mesin genset dilaporkan 2 unit tapi kenyataan dilapangan dipakai 5 unit. Ini membuktikan bahwa mereka memalsukan data laporan pajak,” terangnya.

Target dari tim pendataan akan mendatangi seluruh perusahaan di Muba, karena saat ini tim sudah mendata pada 2 kecamatan yakni Kecamatan Babat Toman dan Sanga Desa, itupun belum merata, sedangkan perusahaan di 13 Kecamatan lainnya akan menjadi target selanjutnya karena keterbatasan personil yang ada.

“Walaupun begitu kita optimis pengerahan Tim Pendataan dengan turun langsung ke setiap objek pajak mampu meningkatkan jumlah wajib pajak daerah yang terdaftar setiap bulannya dengan data yang didapat menjadi lebih valid,” pungkasnya.(red)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.