Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Lurah Edi Heriyanto SH Memaksa Bayar PBB Belum Terutang, Warga Mengeluh Bahkan Menangis

Minggu, 6 Mei 2018 | 2:16 am
Reporter: Red.
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 1171

Foto ; Lurah Edi Heriyanto, SH Lurah Serasan Jaya. Dok Whatshap. Minggu, (06/05/08)

Foto ; Lurah Edi Heriyanto, SH Lurah Serasan Jaya. Dok Whatshap. Minggu, (06/05/08)
 
 
Sekayu Muba LintasPe –
 
Susahnya berurusan di Kantor Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu (Kec. Sekayu) Kabupaten Musi Banyuasin(Kab. Muba).
 
Hal ini dikatakan oleh Perawaty AZ Ibu empat orang anak yang beralamat di jalan merdeka lingkungan 07 nomor 500 kel. Serasan jaya kec. Sekayu kab. Muba. Rabu, (11/04/2018).
 
“Susah sekali berususan di kantor kelurahan serasan jaya, saya datang ke kelurahan serasan jaya itu berulang-ulang dengan tujuan mengurus surat keterangan usaha untuk melengkapi persyaratan pinjaman dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia(BRI).” kata Pera. 
 
“Semua berkas sudah saya lengkapi termasuk poto tempat usaha, poto copy surat nikah, poto copy kartu keluarga, poto copy kartu tanda penduduk, surat pengantar dari Rukun Tetangga(RT),  dan bukti tagihan dan pembayaran pajak terakhir,” jelas Pera. 
 
Setelah mempelajari berkas pihak kelurahan mengatakan bahwa berkas belum bisa di proses dengan alasan tagihan pajak terakhir tahun 2018 belum dibayarkan. 
 
“tolong ibu selesaikan pembayaran tagihan pajak tahun 2018 ini, barulah bisa kami buatkan surat yang ibu ajukan,” kata Lurah Serasan Jaya Edi Herianto sesuai keterangan Pera. Jum’at, (06/04/2018).
 
Setelah melalui berbagai proses yang dilakukan oleh perawaty, namun usaha sia-sia dan banyak waktu terbuang dan hasilnya nol besar, karena memang tagiahan pajak bumi bangunan tahun 2018 yang dikatakan lurah edi itu mamang tidak ada. 
 
“Awalnya edi keras mempertahankan pendapatnya bahwa PBB atas nama ibu ayuanis itu terhutang alias menunggak, sampai-sampai Edi Heriayanto bersikap arogan dengan mengeluarkan kata-kata “Kalau Ibu Ayuanis tidak bayar PBB ini maka saya tidak mau mengurus apapun kepentingan ibu termasuk apabila ada keluarga ibu mendapat musibah kematian ‘ujar lurah edi,” papar Pera. 
 
Setelah menghubungi beberapa pihak termasuk kantor pajak, ternyata pendapat lurah edi terpatahkan karena ternyata tagihan tunggakan PBB an ayuhanis tidak ada,” jelas Pera.
 
“Saya meminta kepada pihak kelurahan serasan jaya agar lebih memahami permasalahan jangan cuma berkata mau tertib administerasi tapi lurahnya sendiri tidak paham dengan permasalahan,” tegas Pera.
 
Dikantor LintasPe Beberapa Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Serasan Jaya Juga Membenarkan Sikap Lurah Edi Heriyanto, SH yang Arogan dan Tidak Bijaksana dalam menyelesaikan permasalahan Waraga beberapa RT di wilayah Kelurahan Serasan Jaya. 
 
“Ibu Perawati Itu kerumah saya, sampai tiga(3) kali, saya tanya ada apalagi bu? pbb katanya, tidak ada bu kata saya, ibu perawati datang karena keinginan lurah serasan jaya untuk meminta data tagihan PBB tapi tagihannya memang tidak ada, sedangkan pak lurahnya berulang-ulang telpon ke saya menanyakan PBB atas nama ibu ayuhanis, saya katakan tidak ada, tapi lurahnya tetap memaksa (cari) Katanya. Kerena kesal akhirnya saya datang ke kantor lurah, saya katakan tidak ada,” ungkapnya, Sabtu (05/05/08).
 
“Kalau tagihan pajaknya ada sudah saya kasih, tapi kalau tidak ada bagaimana,” jelasnya.
 
“Kejadian beberapa hari yang lalu ada warga RT 12 kelurahan serasan jaya yang akan menikah, remaja perempuan yang bersangkutan tinggal di sebuah bedeng(ngontrak) sedangkan pemilik bedeng kontrakan tinggalnya di palembang,  remaja perempuan tersebut dipaksa untuk membayar pajak, lurah malah berkata(kalu tidak bisa begini saja, saya jadi bayar pajaknya tapi kontrakan kamu sebulan saya yang ambil) kata edi, remaja perempuan itu menangis,” ujarnya.
 
Saat dikonfirmasi lurah serasan jaya edi herianto mengatakan bahwa semua surat yang dibutukan sudah ditanda tangani, setelah beliau cari-cari di buku besar PBB tahun 2018 ternyata memang benar tagiahan pbb an. Ayuhanis belum keluar dan tidak ada tagihan PBB yang terhutang. 
 
“Suratnya sudah, sudah saya tanda tangani, terkait masalah PBB itu kami punya target  yang besar-bersar, jadi kami kejar tagian pbb an. Ibu ayuanis, ternyata memang tidak ada dibuku besar tagihan pbb kami tahun 2018,” kata Edi.
 
Selanjutnya kata edi “Saya Sempat Marah Ke Orang Pajak, masalahnya tagihan Pajak yang nilainya tinggi diatas satu juta rupiah(Rp. 1.000.000,-)  itu adalah kejaran atau target utama kami, tapi karena Kurangnya koordinasi pihak UPTD pajak dengan kami maka kami tidak tau kalau pajak diatas satu juta ditagih langsung oleh UPTD pajak”. Jelas edi.
 
Ketika akan dikonfirmasi lagi melalui via Whatshap(0823799009xx)  rabu(02/05/08) terkait permasalahan remaja perempuan warga RT.12 yang akan menikah, sampai berita ini ter-Update Lurah Edi tidak merespon sama sekali. (red)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.