Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Mantas Kades Tersandung Korupsi Dana Desa

Senin, 14 Oktober 2019 | 10:47 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 253

Suasana konferensi pers di halaman Mapolres Muba. Senin (14/10/2019).

Suasana konferensi pers di halaman Mapolres Muba. Senin (14/10/2019).
 
MUBA LINTASPE-
 
Satuan Reserse Tindak Pidana Korupsi  Polres Musi Banyuasin (Muba) telah menetapkan mantan Kepala Desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan sebagai tersangka Kasus Korupsi Dana desa.
 
Dimana pada Tahun 2014, Desa tersebut mendapat bantuan Alokasi Dana Desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Muba yaitu Tahap I sebesar Rp. 378.986.750,- (tiga ratus tujuh puluh delapan juta sembilan ratus delapan puluh enam ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) dan Tahap II sebesar Rp 378.986.200,- (tiga ratus tujuh puluh delapan juta sembilan ratus delapan puluh enam ribu dua ratus rupiah) untuk kegiatan Fisik, Ekonomi Produktif dan Operasional Desa.
 
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.Ik didampingi Kasat Reskrim AKP Delli Haris SH MH, Kanit Tipikor Ipda Jon Kenedy SH M.Si dan Kasubag Humas Ipda Nazaruddin mengungkapkan berdasarkan hasil penyidikan bahwa telah ditemukan bukti – bukti penggunaan dana kegiatan yang fiktif dalam Daftar Urutan Rencana Penggunaan dan Laporan Penggunaan Dana beserta saksi – saksi.
 
“Aswandi (52) Bin Anang Uning, seorang petani telah kami amankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP /A-180/II/2016/Sumsel/Res Muba pada tanggal 19 Februari 2016, beserta barang bukti berupa berkas dan telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Muba untuk diproses secara hukum yang berlaku”, bebernya dalam konferensi pers di halaman Mapolres Muba. Senin (14/10/2019).
 
Berdasarkan laporan Audit dan keterangan dari Inspektorat Muba, sambungnya. Dalam realisasi kegiatan Belanja Langsung Alokasi Dana Desa ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 304.896.399,- (tiga ratus empat juta delapan ratus sembilan puluh enam tiga ratus sembilan puluh sembilan rupiah).
 
“Kepada tersangka diterapkan Pasal yaitu Primer Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 Lebih Subsider Pasal 9 Juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan Ancaman Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)”, tambah Kapolres.
 
Dalam kesempatan yang sama, mantan kades Tanjung Durian Periode 2009 – 2015 yang berstatus duda ini mengakui bahwa dirinya khilaf dan menyesali serta menerima ganjaran atas perbuatannya. 
 
“Selain tuntutan ekonomi, uangnya saya gunakan untuk mencalonkan diri lagi sebagai kades, namun kalah”, ucap Aswandi.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.