Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Mengenal Sosok Winda Camelia, Caleg DPRD Muba 2019

Minggu, 4 November 2018 | 3:17 pm
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 484

Salah satu caleg, winda camelia yang sedang berjualan dipasar pagi sekayu. Minggu (04/11/2018)

Winda camelia sedang menempelkan kertas pencalonkan dirinya sembari meminta dukungan dipasar pagi sekayu. Minggu (04/11/2018)

Muba Sumsel LintasPe-

Meski sibuk melayani pelanggan kue dan lauk masaknya, dengan ramah anak ketiga Usuf Mansur Mawan ini membagikan kertas pencalonan dirinya sebagai calon legislator kepada pembeli sembari meminta dukungan.
 
Itulah Winda Camelia, yang lahir dan besar di Kota Sekayu 25 tahun silam, juga dikenal wanita tomboy pengendara sepeda motor megapro (Bikers) ini mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon legislator di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dapil I Kec. sekayu, keluang, sungai keruh dan jirak jaya.
 
Bangku sekolah dasar diselesaikannya di SD Islamiyah pada tahun 2005, kemudian bangku sekolah dilanjutkannya di SMP Negeri 5 Sekayu, dan SMA Negeri 1 Sekayu. Lalu kuliah di Sekolah Ilmu Ekonomi Rahmaniyah (STIER) Sekayu. 
 
Putri asli sekayu ini mengaku baru pertama kali mencoba peruntungannya sebagai wakil rakyat. Ia menilai masih banyak warga khususnya pedagang dan masyarakat kecil yang belum bisa menikmati hak – haknya secara utuh.
 
“Saya ini niatnya Lillahita’ala, demi kemaslahatan ummat. Seandainya saya diberi amanah, terpilih menjadi wakil rakyat, saya ingin memperjuangkan masyarakat kecil, siap menampung segala aspirasinya, memberi solusi dan siap mengabdi untuk ibu pertiwi”, ujarnya.
 
Selain berjualan membantu ibunya di pasar pagi Jalan Kapten A. Rivai (Talang Jawa), keseharian wanita keturunan jawa ini menggeluti dunia jurnalistik. Ia sadar tidak memiliki finansial yang mendukung, dalam pendekatan dengan konstituennya, Winda mencoba dengan pola door to door.
 
“Dengan modal seadanya, saya ingin mengajarkan kepada masyarakat bahwa jadi caleg tidak harus bermodal banyak. Yang penting ketika jadi, harus bekerja sungguh – sungguh memajukan masyarakatnya”, ucapnya.
 
Bahkan, tim sukses untuk pemenangannya dibentuk dengan sukarela yang didukung oleh keluarga, tetangga dan sahabatnya. Ia mengaku tidak ingin memaksakan diri menghabiskan uang miliaran rupiah untuk nyaleg.
 
“Nyaleg dengan modal yang berlimpah, nanti ujung – ujungnya ingin mengembalikan modal setelah jadi. Saya tidak ingin bermasalah dengan hukum karena terlibat korupsi, hanya karena ingin balik modal”, ucapnya.
 
Meski dengan kampanye sederhana, caleg nomor urut 12 dari PPP ini yakin apa yang dilakukan lebih bermanfaat bagi masyarakat di bandingkan dengan menggelar kampanye terbuka. Ia bisa mendengarkan langsung keluhan dari masyarakat. (Ahmad Jahri)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.