Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Miris…! Diduga Tim Koordinasi Kec. Lais KKN, Main Tunjuk Agen E – Warung Penyalur BPNT

Senin, 25 November 2019 | 2:49 pm
Reporter: Feri Irawan
Posted by: redaksi
Dibaca: 448

lampiran : catatan kepala desa epil Arahman pada data agen e – warung kecamatan lais.

suasan salah satu agen E - Warung yang diduga ditunjuk Tim Koordinasi Kec. Lais. Senin, (25/11/19)

suasan salah satu agen E - Warung yang diduga ditunjuk Tim Koordinasi Kec. Lais. Senin, (25/11/19)

 

 

Lais Muba LintasPe –

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warung yang bekerjasama dengan bank.

Lain halnya dengan yang terjadi di Kecamatan (Kec.) Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Prov. Sumsel) yang mana ada dugaan penyahgunaan wewenang dan persekongkolan yang diduga dilakukan oleh Tim Koordinasi Bansos Pangan tingkat Kecamatan dengan indikasi penunjukan langsung dengan kreteria ketersediaan E – Warung tidak sesuai dengan rasio dan wilayah penyaluran (min 2 E-Warung per desa, 1 E-Warung melayani maksimal 250 KPM) sedangkan yang diduga dilakukan tim koordinasi kec. Lais dengan menunjuk satu (1) E – warung yang melayani 584 KPM dalam satu desa, ini jelas bertentangan dengan Petunjuk Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial BPNT Tahun 2019 dan diduga melanggar Peraturan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 1 Tahun 2017.

Dikediamannya salah satu agen brilink dan toko sembako, Indra yang diundang dalam sosialisasi BRI pada tanggal 2 juli 2019 mengatakan bahwa kunjungan petugas BRI mengundang agen brilink / E – Warung toko indra epil.

“Tanggal 28 juli 2019 staf dari bank bri pak asnawi datang kunjungan ketempat saya agen brilink / E – Warung toko indra epil dan mengundang saya secara lisan untuk untuk bisa menghadiri acara silaturahmi dan sosialisasi agen brilink bri kanca sekayu kabupaten musi banyuasin untuk program pemerintah bantuan pangan non tunai (BPNT) pada hari selasa tanggal 2 juli 2019 bertempat diruangan VIP rumah makan pagi sore jam 09:00 wib sampai dengan selesai”. Ujar Indra.

Masih Kata Indra, “Tanggal 2 juli 2019 saya agen brilink / E – Warung toko indra epil menghadiri acara silaturahmi dan sosialisasi agen brilink bri kanca sekayu kabupaten musi banyuasin untuk program pemerintah bantuan pangan non tunai (BPNT)  sampai dengan selesai, selanjutnya tanggal 22 juli 2019 staf dari bank bri mengirimkan surat edaran dari kemensos tentang ketentuan 1 E-Warong untuk 250 KPM & minimal 2 E – Warung disetiap desa dan staf dari bank bri juga mengirimkan data KPM penerima bansos pangan kabupaten musi banyuasin 2019 kecamatan lais”.

“Tanggal 23 juli 2019 staf bank bri mengirimkan tentang materi bansos untuk bantuan pangan non tunai (BPNT) dan tanggal 16 agustus 2019 pendamping BPNT dari kecamatan lais menghubungi saya agen brilink / E-Warung toko indra epil via telpon yang mengimpormasikan, memberitahukan dan menunjuk saya agen brilink / E – Warung toko indra epil adalah tempat untuk menyaluran dana BPNT di desa epil”. Papar Indra.

Indra juga mengatakan bahwa sehari sebelum penyaluran didesa epil ia berkoordinasi dengan petugas pendamping BPNT kecamatan.

“Tanggal 13 oktober 2019 sehari sebelum pencairan / penyaluran didesa epil, agen brilink / E – Warung toko indra epil berkoordinasi sama pendamping BPNT kecamatan lais melalui WhatsApp untuk menanyakan gimana dengan statusnya sebagai tempat pencairan / penyaluran BPNT, jawaban pendamping BPNT kecamatan lais sangat mengejutkan dan keputusannya sangat mengecewakan agen brilink / E – Warung toko indra epil karena tidak menyangka namanya di geser atau diganti oleh agen brilink yang TIDAK DIUNDANG dan TIDAK MENGHADIRI SOSIALISASI pada tanggal 2 juli 2019 dan bukan agen brilink toko sembako, dan tepatnya tanggal 14 oktober 2019 program pemerintah bantuan pangan non tunai (BPNT) didesa epil louncing pencairan/ penyaluaran kepada KPM di agen brilink susana cecen toko obat”.

Menurut temuan kami dilapangan bahwa dalam data agen E – Warung Kecamatan Lais diduga dimanipulasi dengan memuat nama dan alamat warung yang berbeda juga beberapa data E – Warung yang bukan agen sembako.

“Warung Mardiana mertua Susana desa epil yang beralamat di desa epil bukan warung Sembako dan tidak memeiliki warung sama-sekali, Syafiri orangtuanya susana yang merupakan agen gas Elpiji dan agen brilink yang alamat desa teluk bukan beralamat di desa teluk kijing satu seperti data E – Warung Penyalur BPNT kec. Lais, Rosita adalah adik Susana yang merupakanagen elpiji dan fulsa juga agen brilink yang beralamat di desa bekan beralamat di desa teluk kijing tiga(3) seperti seperti data E – Warung Penyalur BPNT kec. Lais, selanjutnya susana adalah toko es cream dan obat juga agen brilink yang beralamat di desa epil bukan beralamat di desa teluk seperti data E – Warung Penyalur BPNT kec. Lais”. Ujar Indra.

“Jadi saya selaku agen sembako dan brilink yang dari awal diundang dan menghadiri sosialisasi agen brilink bri kanca sekayu kabupaten musi banyuasin untuk program pemerintah bantuan pangan non tunai (BPNT)  merasa dipermainkan karena dari beberapa penyalur yang ditunjuk oleh damping kecamatan tidak sesuai kriteria sesuai dengan Petunjuk Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial BPNT Tahun 2019 dan diduga melanggar Peraturan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 1 Tahun 2017”. Keluh Indra.

Kepala Desa Desa Epil Arahman saat dikonfirmasi di kediamannya rumah dinas kepala desa dan ia mengatakan, bahwa terkait penyaluran BPNT khususnya desa epil tidak ada koordinasi dengan pihak pemerintah desa.

“Nah yung masalah penyaluran BPNT di desa epil tidak ada koordinasi dengan pemerintah desa, kami juga sebagai pemerintah desa merasa keberatan”.

Sesuai dengan catatan keberatan yang dilampirkan pada data agen E – Warung kecamatan lais.

“Mohon penjelasan dalam hal penyaluran atau penyetujuan agen penyalur BPNT ini, Karena kami pihak desa berkebertan dalam hal penyaluran agen ini tanpa koordinasi dan konfirmasi dengan pihak desa lagi”. Demikian tertera dalam catatan kepala desa epil Arahman pada data agen e – warung kecamatan lais.

Iin Karlina selaku petugas Tim Koordinasi Bansos Pangan tingkat Kecamatan saat dijumpai wartawan dikediamannya di desa lais untuk dikonfirmasi terkait E – Warung penyalur BPNT Kec. Lais khususnya desa epil ia mengatakan bahwa segala keputusan ada ditangannya.

“Tidak ada urusan dengan aparat desa semua keputusan ada pada saya”. Ujar Iin.(Feri Irawan)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.