Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Miris; SMP Negeri 2 Sekayu Diduga Lakukan Pungli

Senin, 17 Juni 2019 | 9:12 am
Reporter: Tim
Posted by: redaksi
Dibaca: 4169
SMPN 2 Sekayu yang beralamat di jalan merdeka LK. Satu Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba Prov. Semusel.

SMPN 2 Sekayu yang beralamat di jalan merdeka LK. Satu Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba Prov. Semusel.(red)

SMPN 2 Sekayu yang beralamat di jalan merdeka LK. Satu Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba Prov. Semusel.
SMPN 2 Sekayu yang beralamat di jalan merdeka LK. Satu Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba Prov. Semusel.(red)

 

Sekayu Muba LintasPe –

Sekolah Gratis Pemerintah Musi Banyuasin teranacam tinggal kenangan, program yang digembor-gemborkan pemerintah sejak kepemimpinan H. Alex Noerdin mulai memudar saat kepemimpinan H Pahri Azhari dan sampai saat ini pada masa kepemimpinan H Dodi Reza Alex Noerdin yang mana saat ini tercoreng oleh tindakan pihak Sekolah.

Seperti dugaan Pungli yang terjadi di sekolah Menengah Pertama Negeri Dua Sekayu  (SMPN 2 Sekayu) yang beralamat di jalan merdeka lingkungan 1 (LK. Satu) Kelurahan (Kel.) Balai Agung Kecamatan (Kec.) Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Prov. Semusel) Diduga Telah melakukan pungutan Liar (Pungli) kepada siswa siswi sebesar dua ratus ribu rupiah  (Rp. 200,000.-)/ Siswa/i.

Informasi yang dihimpun media ini dari beberapa sumber yang terkait, uang pungutan itu guna untuk pembelian sarana prasarana sekolah seperti komputer, mesin genset dan memperbaiki lahan sekolah.

Beberapa Wali Murid mengeluhkan permasalahan dugaan pungli yang dilakukan pihak sekolah karena, takut anaknya terancam dalam mengikuti proses belajar mengajar.

“Kami selaku wali murid sangat kebertan dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah, kalau bagi orang yang mampu mungkin tidak masalah. Namun bagi kami yang susah ini merasa berat karena sebelumnya kami sudah mengumpulkan uang untuk pembelian baju sebesar Satu Juta Rupiah (Rp. 1.000.000.-).

Lebih lanjut mereka menambahkan dugaan Pungli yang dilakukan oleh pihak sekolah itu pada saat rapat komite beberapa waktu lalu.

“Pihak Komite sekolah menetetapkan pungutan sebesar 200 ribu rupiah persiswa dan semua harus mensetujui keputusan rapat tersebut guna untuk biaya pembelian komputer sebagai alat untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Mesin Genset sebagai persiapan jika sewaktu-waktu mati lampu saat ujian berlangsung dan penimbunan lahan sekolah agar bebas banjir”. Ujarnya.

Sumber menambahkan “Sepengetahuan kami sekolah tersebut sudah mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS)  akan Tetapi tetap saja ada pungutan di sekolah, ironisnya lagi kami selaku wali murid tidak melihat adanya papan informasi tentang penggunaan dana bos disekolah itu”.

Mirisnya lagi pihak sekolah mengancam siswa jika sampai tanggal 17/06/2019 Siswa tidak membayar uang tersebut maka siswa tidak diberikan nomor ujian.

Pada mulanya pagi ini banyak siswa yang terancam tidak bisa mengikuti ujian karena belum membayar uang yang dimaksud dan tidak diberi nomor ujian, selanjutnya pihak sekolah memberikan keringanan kepada wali murid dengan memanandatangani surat perjanjian agar segera melunasi pembayaran dan siswa diperbolehkan megikuti ujian.

“Kami mengharapkan kepada pemerintah khususnya instansi terkait dapat turun kelapangan guna mengkroscek dan dapat menindak tegas adanya pungutan yang ada disekolah itu”. Tutupnya

Sementara Kepala Sekolah SMPN 2 Sekayu Hj. Marwiya, S.Pd., M.Pd saat akan dikonfirmasi di ruang kerjanya senin 17 Juni 2019 beliau tidak ada di tempat.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional  Kab. Muba Musni Wijaya S.Sos M.Si  begitu di konfirmasi terkait permasalahan ini Via WahtsApp belum ada tanggapan sampai berita ini ter-update.(Tim)

Berita Terkait : Terkait Isu Pungli di SMPN 2 Sekayu,Komite Sekolah Sampaikan Klarifikasi

 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.