Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Mirisss! Ada Dugaan Pungli Di Pos Terminal Randik, Satgas Saber Pungli Diminta Segera Bertindak

Selasa, 1 Oktober 2019 | 8:08 pm
Reporter: Red
Posted by: redaksi
Dibaca: 2234
Suasana keseharian Di Pos dan lokasi seputaran Terminal Randik yang dijadikan tempat melakukan operasi.

Suasana keseharian Di Pos dan lokasi seputaran Terminal Randik yang dijadikan tempat melakukan operasi.

Suasana keseharian Di Pos dan lokasi seputaran Terminal Randik yang dijadikan tempat melakukan operasi.
Suasana keseharian Di Pos dan lokasi seputaran Terminal Randik yang dijadikan tempat melakukan operasi.

Muba Sumsel LintasPe –

Pungutan Retribusi yang dilakukan Dinas Perhubungan (DISHUB) Provinsi Sumatera Selatan (Prov. Sumsel) diseputaran Terminal Randik Sekayu tepatnya dijalan Lingkar Randik Kelurahan (Kel.) Kayuara Kecamatan (Kec.) Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) dengan cara memberikan karcis kepada pengendara yang melintas dengan nilai karcis sebesar Rp. 5,000 (Lima Ribu Rupiah) sampai Rp. 10,000 (Sepuluh Ribu Rupiah) Perkarcisnya.

Menurut beberapa orang sopir truk yang meminta namanya jangan disebutkan dalam pemberitaan ini dengan alasan demi keselamatan dirinya senin (30-9-2019) mengatakan  bagi yang mengambil karcis bayar sesuai  nilai Karcis bagi yang tidak mengambil karcis diduga bayar dibawah tarip karcis dan pembayarannya diduga berpariasi.

“Sepengetahuan saya tarip karcisnya ada yang Rp.5000,- (Lima Ribu Rupiah) dan ada juga yang taripnya Rp. 10,000,- (Sepuluh Ribu Rupiah) perkarcisnya”. Ujarnya.

Cara demikian diduga rawan indikasi penyelewengan laporan keuangan yang menjadi pemasukan retribusi daerah karena kontrol yang lemah  terhadap tenaga lapangan dan jumlah kendaraan kendaraan yang membayar retribusi setiap harinya.

“Coba saja lihat petugas yang berpakaian seragam Dishub yang melakukan pungutan sejumlah uang dengan lembaran karcis ditangan, lembaran karcis ini diduga digunakan sebagai alat yang ditunjukkan kepada para sopir dengan tujuan agar para sopir memberikan uang sebagai pembayaran retribusi, selajutnya karcis tersebut rata-rata hanya ditunjukkan saja dan tidak diberikan kepada pengendara. Jelasnya Uang tersebut diambil tapi karcisnya tidak diberikan kepada sopir, bahkan satu karcis bisa mencapai 5 sampai 6 unit mobil mobil yang melewati jalur yang telah diberi tanda”.  Jelasnya.

“Kami para sopir tidak bisa melakukan perlawanan apa-apa, karena bisa saja menunda waktu perjalanan, bahkan bisa saja terjadi keributan”. Tegasnya.

Kegiatan ini terasa janggal dan lucu serta aneh jika dilihat adanya aktivitas pemungutan yang dilakukan oleh pihak disghub provinsi sumatera selatan ini, pasalnya diduga bukti potongan karcis yang seharusnya menjadi arsip dan sebagai bahan laporan saja dibuka necisnya dan diduga kembali dijadikan alat bukti pembayaran restribusi.

Saat ini ada kegiatan Muba Expo yang diadakan pemerintah Muba dalam rangka menyambut hari jadi kabupaten muba yang ke 63 tahun. kegiatan pemungutan retribusi masih berlangsung seperti biasa dan ini sangat mengganggu”. Tuturnya kesal.

 “Sepertinya Pemerintah harus mencoba cara lain agar pemungutan retribusi seperti ini dapat dilakukan dengan cara yang lebih baik lagi karena ini sangat mengganggu lalulintas dan pengguna jalan”. ungkap sumber tersebut.

Terpisah warga sekitar berinisial AM, menambahkan kendaraan yang melintaspun tidak diarahkan masuk kejalur dalam terminal randik akan tetapi kendaraan ini ketika waktu siang diarahkan melawati jalur umum samping terminal yaitu jalan SMK Negeri 3 Model sekayu tapi ketika malam harinya kendaran ini dialihkan jalur jalan poros lingkar randik dan mereka hanya mengambil retribusinya saja.

Menurut Ketua Aliansi LSM FKPM SPLS Nuh Soleh, “Hal ini tidak bisa dibiarkan, ini ada dugaan punglinya, bagaimana tidak-uangnya diambil karcisnya tidak diberikan, ini jelas sekali ada permainan secara sengaja dilakukan untuk kepentingan oknum secara pribadi,”. Kata Ketua Aliansi LSM PKPM SPLS Nuh Soleh.

“Miris, sangat disayangkan jika cara ini masih terus dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, karena uang dari hasil yang mereka kumpulkan dari pungutan tidak sepenuhnya masuk ke APBD, ini sedah tentu tidak menambah inkam Daerah”. Ungkapnya.

Lanjutnya, “Kalau masalah ini dibiarkan saja maka, ini akan merusak nama baik pemerintah dan akibatnya kepercayaan masyarakat tentang adanya pengawasan dan penindakan dari pihak terkait itu hanya sekedar wacana, dan pemberantasan pungutan liar itu hanya sekedar olok-olok pemerintah saja untuk menakut-nakuti dan bisa saja membuka kesempatan oknum untuk bermain”. Ujar Ketua Aliansi LSM PKPM SPLS Nuh Soleh

“Ini terkesan memang disengaja dilakukan karena diduga tidak ada control penuh dari pihak terkait, kami minta pihak terkait khususnya tim saber pungli agar segera bertindak”. Tutup Ketua Aliansi LSM FKPM SPLS Nuh Soleh.

“Pihak Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Musi Banyuasin saat diinformasikan terkait masalah ini mengatakan akan segera melakukan koordinasi.

“Ok..Nanti kita koordinasi lanjut, nanti dibutuhkan segera dihubungi, saya koordinasi dulu dengan ketua UPP Saber Pungli UPP Kabupaten dan Pokja Penindakan”. Katanya.

Sementara sampai berita ini terupdate pihak Dishub Prov. Sumsel belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait permasalahan ini.(red)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.