Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

MPA ATIM “Daerah Pedalaman Simpang Jernih Pada Umumnya Sekolah Kekurangan Guru Agama”.

Jumat, 13 September 2019 | 4:26 pm
Reporter: Muhammad Thaib
Posted by: Lintas Peristiwa1
Dibaca: 127
Anak SD Di Kec. Simpang Jernih Kab. Atim.

Anak SD Di Kec. Simpang Jernih Kab. Atim. Jumat (13/09/2019)

Anak SD Di Kec. Simpang Jernih Kab. Atim.
Anak SD Di Kec. Simpang Jernih Kab. Atim. Jumat (13/09/2019)

 

Aceh Timur LintasPe-

Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Kabupaten Aceh Timur (Kab.) selama Empat hari sejak senin 09 s/d 12 September 2019 telah melakukan kunjungan kerja ke daerah pedalaman Aceh Timur yakni Kecamatan (Kec.) Simpang Jernih dalam rangka meninjau langsung sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut, monitoring dan eveluasi proses belajar-mengajar di setiap sekolah masing-masing jenjang pendidikan sudah merupakan kewajiban dan tugas pokok MPA dalam melihat langsung ke lokasi setiap sekolah yang ada termasuk di wilayah pedalaman sekalipun.

Hak mendapatkan pendidikan bagi masyarakat tidak ada batasnya, oleh karenanya sangat penting bagi setiap penyelenggara pendidikan untuk dapat memenuhi standar pendidikan seperti layaknya daerah lain di wilayah perkotaan patut untuk disamakan dengan wilayah pedalaman, sehingga ilmu pengetahuan setiap orang atau masyarakat di wilayah pedalaman dapat terpenuhi dengan standarnya.

Dari hasil evaluasi serta monitoring MPA Aceh Timur di Kecamatan Simpang Jernih dengan jarak tempuh mencapai lebih kurang 120 KM, masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang belum memenuhi standar pendidikan itu sendiri, misalnya masih kurangnya guru yang mendidik pelajaran Agama Islam, pada hal itu sangat penting untuk dapat dipenuhi, sebab hal pendidikan agama merupakan tingkat pengetahuan setiap masyarakat dalam memenuhi stadar moralitas umat, kekurangan ini ditemukan hampir rata-rata sekolah yang ada di wilayah tersebut di setiap tingkatan tidak memiliki guru Agama.” Kata Ketua MPA Aceh Timur, Tgk, Alauddin, SE. Dalam siaran Pers, didampingi Wakil Ketua MPA, Nurdin Jalil, SE yang disampaikannya di sekretariat MPA Aceh Timur di Pusat Pemerintahan Aceh Timur, pada Jumat, (13 September 2019) pada Media LintasPe-.

Dijelaskan, bahwa selain kurangnya guru yang mengajar bidang Agama Islam di setiap jenjang pendidikan, kami juga melihat langsung kurangnya penempatan guru berstatus PNS yang ditugaskan di wilayah tersebut sehingga pada umunnya yang memberikan pendidikan di setiap sekolah para guru-guru yang berstatus bakti, ini membuktikan bahwa pemerataan guru di setiap sekolah khusus di wilayah pedamalam masih belum merata dalam penempatan guru-guru PNS yang pada menumpuk di wilayah perkotaan, bahan temuan kami MPA menjadi rujukan untuk memberikan masukan kepada Bupati Aceh Timur.” Jelas Ketua MPA.

Dari hasil evaluasi dan monitoring yang dilakaukan MPA, di kecamatan Simpang Jernih, terlihat pada umumnya sekolah-sekolah yang dibangun pemerintah terkesan mubajir, pasalnya, ada sekolah memiliki Lima ruang belajar dan beberapa rumah dinas guru dan kepala sekolah tidak ditempati, dan ruang belajar hanya yang digunakan dua ruang belajar saja dikarenakan murid yang bersekolah hanya 20 murid dibagi setiap kelas, salah satunya SDN Tampur Boor Kecamatan Simpang Jernih.

Oleh karenanya sebut Alauddin yang juga mantan Ketua DPRK Aceh Timur, sudah sepatutnya pihak pihak yang memiliki kebijakan terkait sektor pendidikan untuk dapat memfokuskan pada wilayah pedalaman dalam hal memberikan hak pendidikan kepada setiap masyarakat pada umunya, Kata Alauddin.

Dalam lawatan Kunjungan kerja MPA Aceh Timur di Kecamatan Simpang Jernih, di beberapa sekolah turut di hadiri camat Simpang Jernih M. Suryansyah, S,STP, tokoh masyarakat, serta tokoh kepemudaan Kecamatan Simpang Jernih. (Muhammad Thaib)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.