Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Overkapasitas di Lapas Sekayu, Kakanwil Sumsel Singgung Pemda Muba

Jumat, 5 April 2019 | 5:12 am
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 233

Kakanwil kemenkumham sumsel saat diwawancari awak media di lapas sekayu. Kamis (05/04/2019)

 
Kakanwil kemenkumham sumsel saat diwawancari awak media di lapas sekayu. Kamis (04/04/2019)
 
Sekayu Muba LintasPe-
 
Terjadinya overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sekayu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumsel, Dr. H. Sudirman D. Hury SH, MM, M.Sc singgung Pemerintah Daerah (Pemda) Musi Banyuasin (Muba).
 
“Overkapasitas di Lapas Sekayu mendekati 300 persen, nah inilah kondisi kita berupaya melakukan risibility wargabinaan pemasyarakatan, dimana jika ada peluang memungkinkan kita akan tempatkan disitu dengan membangun gedung – gedung baru, tapi pemerintah belum siap anggarannya untuk itu”, ucap bapak Sudirman saat diwawancarai awak media usai melakukan pembinaan integritas kepada petugas Lapas Kelas II B Sekayu, di gedung serbaguna. Kamis (04/04/2019).
 
Imigrasi sekarang sudah pernah terjadi, sambungnya. Dengan dibangun unit kerja keimigrasian seperti di Musi Rawas yang sudah berjalan, dan bahkan akan diusulkan kantor imigrasi permanen, yang sekarang ini sedang dalam tahap persiapan dan bahkan akan diusulkan juga nanti di Baturaja, akan ada unit kerja keimigrasian.
 
“Nah, Lapas ini juga yang kita harapkan kepada Pemda, karena unit keimigrasian itu semuanya adalah aset Pemerintah Daerah. Mereka siapkan lahannya, gedungnya, bahkan SDM nya, tinggal kita yang akan mengoperasionalkan. Karena 951 orang yang sedang tidak beruntung yang berada dilapas sekayu ini, adalah warga –  warga Muba, yang merupakan tanggung jawab dari Pemda”, singgungnya.
 
Lebih lanjut, dengan kondisi bangunan yang overkapasitas ini, yang harusnya 1 blok untuk 20 orang, sekarang 1 blok untuk 40 orang. “Wargabinaan pemasyarakatan disini sudah saro (susah), jangan ditambah saro.  Jangan sampai kita ini Pemda zholim karenanya, tidak memperhatikan wargabinaan yang ada disini karena mereka ini adalah insan SDM yang harus kita perlakukan dengan baik dan manusiawi”, tegas Kakanwil Sumsel.
 
Dulu, Pemda akan hibahkan lahan, terangnya. Kalaupun Pemda Muba menghibahkan lahan sekian hektar, pihaknya belum bisa menjamin dalam waktu 1-2 tahun bisa di bangun. Tapi, jika Pemda yang menyiapkan lahan membangunkan gedung untuk lapas atau rutan kemudian menghibahkan kepada kemenkumham untuk memperoperasionalkan. “Nah,  kalau mereka krodit seperti ini tidaklah manusiawi, karena dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, bertambah penghuninya  sementara ruang dan blok  terbatas”, imbuh mantan Kakanwil kemenkumham Sulawesi Utara ini.
 
Sebenarnya, Lapas ada bangunan khusus yang spesifik yang tidak seperti bangunan rumah yang lain, makanya pencanaannya harus betul – betul matang, dan untuk membangun lapas pun tidak bisa sembarang, harus ada perkiraan 10 tahun yang akan datang.
 
“Sudah selayaknya Lapas Sekayu dibangun gedung baru di luar kota yang mempunyai akses jalan insfrastruktur maupun kendaraan, mengingat lapas sekayu ini sudah tidak memenuhi syarat, karena sudah banyak pemukiman, lingkungan perkantoran”, bebernya.
 
Untuk lahan Lapas Kelas II ini minimal 5 hektar, sedangkan Lapas Kelas I minimal 7 hektar, selain gedung akan dibangun rumah dinas pejabat dan pegawai. “Jika lahan nya luas mungkin bisa bercocok tanam, bisa bertani, bisa dibuat bengkel – bengkel kerjanya. Kita bina disini secara terpadu antara petugas dan wargabinaan agar mereka yang kurang beruntung ini tidak mengulangi kesalahannya kembali dan mereka bisa diterima dilingkungan masyarakat, untuk diri mereka sendiri, berguna untuk pembangunan, bangsa dan negara”, harap Kakanwil.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lapas Kelas IIB Sekayu Ronaldo De Vinci Talesa Amd, Ip SH menambahkan bahwa dalam menciptakan situasi yang kondusif di Lapas, pihaknya selalu mengedepankan pendekatan secara kekeluargaan, mengingat banyaknya wargabinaan dibanding petugas yang ada dilapas.
 
“Hehehe, sebenarnya ini resep rahasia. Kami disini dituntut untuk menjadi orang disegani bukan ditakuti, dan setiap blok juga ada orang yang disegani untuk menjaga blok nya. Kami kasih perhatian yang lebih, kami bina dan rawat mereka. Apa yang menjadi kendala mereka sehari – hari kami penuhi walaupun tidak bisa maksimal, agar mereka tidak merasa sendiri”, pungkas mantan Kalapas Prabumulih ini. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.