Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

PALI Berduka…. DPBK Angkat Bicara

Jumat, 9 Agustus 2019 | 10:14 pm
Reporter: Hendri Irdianto, SH
Posted by: Lintas Peristiwa1
Dibaca: 442

sekitar pukul 11.30 WIB, api kembali berkobar membakar rumah Yanti yang ada di Gang Masjid Kel. Talang Ubi Timur Kec. Talang Ubi Kab. PALI Jum'at,(09/08/2019)

si jago merah pertama kali melanda pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.00 WIB di pemukiman penduduk Talang Ojan Kel. Talang Ubi Utara menghanguskan rumah Deri dan Yeni.

si jago merah pertama kali melanda pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.00 WIB di pemukiman penduduk Talang Ojan Kel. Talang Ubi Utara menghanguskan rumah Deri dan Yeni. Jum'at, (09/08/2019)

Pali LintasPe –

Untung tak dapat di raih malang tak dapat di tolak, itulah gambaran kejadian kebakaran yang melanda di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Kab. PALI), tak tanggung-tanggung kejadian pada hari ini, Jumat (9/08/2019) terjadi dua kali kebakaran di dua tempat area pemukiman penduduk yang mengakibatkan kerugian materi, meskipun dalam dua kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.

Amukan si jago merah pertama kali melanda pada Jum’at pagi hari sekitar pukul 09.00 wib di pemukiman penduduk Talang Ojan Kelurahan Talang Ubi Utara yang menghanguskan rumah Deri dan Yeni serta pada siangnya sekitar pukul 11.30 WIB, api kembali berkobar membakar rumah Yanti yang ada di Gang Masjid Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

“Hari ini terjadi kebakaran di dua tempat yang berbeda dan menimpa tiga (3) rumah, dengan waktu berselang hitungan jam, hanya menderita kerugian materi sampai ratusan juta dan tidak sampai memakan korban jiwa, penyebab kebakaran keduanya akibat arus pendek”. Ungkap Ibrahim, SH. MH saat di temui di ruang kerjanya sore ini.

Pada saat kamarau melanda memang rentan terjadi kebakaran dengan ini kepada masyarakat agar berhati-hati dan meminimalisir serta mewaspadai potensi kebakaran.

“Masyarakat di harapkan pada saat musim kemarau ini hendaknya waspada terhadap api yang berasal dari aktifitas penggunaan api misalnya membakar sampah yang di tinggal bisa merembet, serta aktifitas memasak ibu-ibu keasikan ngobrol dan lupa akan kompor yang masih menyala dan tidak lupa pula instalasi listrik yang kebanyakan colokan sehingga berpotensi menimbulkan arus listrik pendek dan bisa menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan materi bahkan korban jiwa agar dapat di hindari”. Ujar Kadin Penanggulangan Bahaya Kebakaran (DPBK) Kab. PALI.

Guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran pihak DPBK Kab. PALI sering sosialisasi baik melalui spanduk yang di pasang maupun sosialisasi langsung di tempat pasca kebakaran.

“Untuk menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran dan akibat yang di timbulkan pihak dinas sudah memasang spanduk di tempat yang strategis agar mudah di baca dan saya maupun tim setiap pasca kebakaran langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kejadian kebakaran, agar menjadikan contoh kebakaran ini untuk masyarakat berhati-hati dan mewaspadai potensi kebakaran dan mengambil pelajaran agar meminimalisir potensi kebakaran”. Sambung Kadin DPBK Kab. PALI.

Terkait SDM dan peralatan untuk penanggulangan kebakaran pihaknya merasa masih ada yang kurang, karena kawasan Kab. PALI terdiri dari 5 kecamatan dan sudah masuk agenda program DPBK kedepan.

“Untuk peralatan DPBK sendiri di bilang cukup ya kurang di bilang kurang ya culup karena pusat peralatan kebakaran itu berada di pusat kota sedangkan Kab. PALI memiliki luas 5 kecamatan, makanya Bapak Ir. H Heri Amalindo, MM selaku Bupati sudah menginstruksikan kepada saya untuk menjalankan program DPBK untuk membentuk pos sektor pembantu kebakaran di setiap kecamatan agar bisa memback up apabila terjadi kebakaran di kecamatan masing-masing agar tim cepat datang dan mudah menjangkau untuk menanggulangi kebakaran yang terjadi sehingga kerugian yang lebih besar dapat di hindari”. Jelas pria kelahiran asli Kec. Tanah Abang ini.

Kadin DPBK ini pun menambahkan lagi untuk realisasi program pos sektor pembantu terkendala anggaran, untuk itu pihaknya akan berupaya pula meminta bantuan melalui anggaran pusat, selain melalui anggaran daerah.

“Pos Sektor Pembantu realisasinya secara bertahap karena terkendala anggaran, untuk membentuk pos tersebut membutuhkan anggaran yang besar, sehingga akan mencoba selain melalui anggaran APBD saya sudah akan meminta anggaran dari pusat, untuk SDM personil DPBK baru 35 orang yang sudah mengikuti pelatihan pemadam kebakaran sedangkan personil lebih dari 35, makanya untuk kedepan akan ada pelatihan untuk tim pemadam DPBK. Tutup Kadin DPBK Kab. PALI
(Hendri Irdianto, SH).

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.