Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pedagang Pasar Babat Toman Berharap Pemerintah Tertibkan Pedagang Disimpang Polsek

Minggu, 8 September 2019 | 8:01 pm
Reporter: Tim
Posted by: Lintas Peristiwa1
Dibaca: 1858
Suasana pedagang sayur berada disimpang kapolsek Batom dan di akses jalan menuju pasar”.

Suasana pedagang sayur berada disimpang kapolsek Batom dan di akses jalan menuju pasar”. Rabu (28/8/2019)

Suasana pedagang sayur berada disimpang kapolsek Batom dan di akses jalan menuju pasar”.
Suasana pedagang sayur berada disimpang kapolsek Batom dan di akses jalan menuju pasar. Rabu (28/8/2019)

 

Babat Toman Muba LintasPe –

Pedagang sayur pasar pagi Kelurahan (Kel) Babat Toman Kecamatan (Kec) Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Prov. Sumsel) keluhkan sepi pembeli diduga sejak ada pedagang sayur yang berada disimpang kapolsek babat toman serta akses jalan menuju pasar pagi tertutup oleh pedagang yang menggelar dagangannya dibadan jalan.

Marda Salah satu pedagang pasar pagi babat toman yang mewakili rekan seprofesinya mengatakan kepada wartawan media bahwa penjual di pasar pagi saat ini sangat sepi.

“Kami yang berjualan sayur dipasar pagi babat toman sekarang sepi pembeli sejak adanya pedagang sayur yang berjualan disimpang kapolsek babat toman saat ini setiap pagi menggelar dagangannya padahal lokasi tersebut berada dipinggir jalan lintas sehingga menganggu lalulintas”. Rabu (28/8/2019)

“Selain mengganggu lalu lintas umum kondisi ini menghambat perjalan anak-anak sekolah untuk itu kami meminta pihak UPTD selaku perpanjangan tangan dari dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten muba agar bertindak tegas terhadap pedagang sayur yang berjualan disimpang kapolsek tersebut karena itu merugikan kami yang berjualan dilokasi pasar yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan kami juga membayar retribusi”. Terangnya.

“Kami juga mengharapkan kepada pihak UPTD agar pedagang yang berjualan dibadan jalan menuju lokasi pasar pagi ditertipkan karena itu akses untuk masuk kepasar pagi sehingga tidak mengganggu pengunjung yang akan berbelanja terutama kendaraan roda dua maupun roda empat”. Harapnya.

Ditambahkannya “Ketika badan jalan rapi tentu ini akan memperindah lokasi pasar babat toman ini rapi tertip dan pastinya nanti musim hujan tidak becek, tapi kalau masih seperti kondisi saat ini terlihat kumuh dan tidak teratur padahal kami sudah melaporkan permasalahan ini kepada pihak UPTD tapi sampai saat ini belum ada tindakan tegas yang dilakukan”. Katanya.

“Harapan kami agar pedagang yang ada disimpang kapolsek tersebut dipindahkan kelokasi pasar induk agar kita sama-sama menggelar dagangan kita dilokasi yang sudah disediakan, karena kita sama-sama mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari”. Harapnya.

Zunani pedagang juga mengatakan hal yang sama, “Sejak adanya pedagang yang disimpang polsek babat toman, kami jadi sepi pembeli karena dilokasi tersebut dipinggir jalan dan disitu lengkap mulai dari sayuran, ayam dan lainnya serta disana lebih mudah dijangkau oleh pembeli sedangkan kami didalam jauh dari jalan lintas, jadi sudah pasti orang lebih memilih disana”. Ungkap Zaini. Jumat. (6/9/2019)

Zaini juga mengatakan, “Kami berjualan dibadan jalan masuk ini karena didalam los kami sepi pembeli jadi terpaksa kami berjualan dibadan jalan ini tapi, kami juga meminta pada pengelola pasar agar berlaku adil jangan tumpang pilih dan kami siap membayar retribusi pasar jangan hanya mengambil retribusi saja tapi untuk ketertipan pasar tidak dilakukan”. Ungkapnya.

Hendra juga pedagang menambahkan, “Selain itu kami juga meminta dipasangkan papan plang nama pasar agar semua orang tau pasar apa yang ada dikelurahan babat toman ini karena sepengetahuan saya selama saya berjualan disini tidak ada papan nama pasar”. Ucapnya.

Saat dikonfirmasi Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pasar babat toman Lukman yang diwakili oleh salah satu stafnya Amir diruang kerjanya, membenarkan adanya pedagang tersebut dan pihak UPTD juga membenarkan bahwa akses jalan menuju lokasi pasar pagi tertutup oleh pedagang yang menggelar dagangannya dibadan jalan dan kami juga sudah mengadakan rapat terkait permasalahan tersebut.

”Baik dari pihak Kelurahan, Kecamatan dan Instansi lainnya tapi, kami tidak bisa bertindak dan lebih jauh sebelum ada instruksi dari dinas perindustrian dan perdagangan kab. muba selaku pimpinan kami. Jumat, (6/9/2019).

Lanjutnya, “Kalau ada instruksi dari disperindag muba maka kami pun siap melaksanakannya dan kami juga mengharapkan agar pihak diperindag juga turun kelokasi agar tau permasalahan yang ada dipasar babat toman ini. karena kami juga butuh didampingi untuk bertindak”.
“Hari ini Kepala UPTD nya dipanggil ke Disperindag Muba”. Jelasnya.(tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.