Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pedagang Pasar Sekayu Geram, Tolak Larangan Bongkar Muat Barang

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 5:09 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 1058

Suasana jalan saat ditutup dengan larangan bongkar muat barang disepanjang jalan talang jawa. Sabtu (06/10/2018)

Suasana warga tolak larangan bongkar muat barang disepanjang jalan talang jawa. Sabtu (06/10/2018)

Muba Sumsel LintasPe-

Saat ini, pedagang kaki lima di Pasar Pagi Sekayu yang terletak di Jalan Kapten A Rivai (Talang Jawa) Kelurahan Balai Agung Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kerap dianggap illegal karena menempati ruang publik yang tidak sesuai dengan visi kota yang sebagian besar menekankan aspek kebersihan, keindahan dan kerapian kota. 

Oleh karena itu, pedagang pasar pagi sekayu menjadi target utama kebijakan – kebijakan Pemkab Muba seperti penggusuran dan relokasi. Hal ini merupakan masalah yang sangat kompleks karena akan menghadapi dua sisi dilematis, yang berbenturan antara kepentingan hidup dan kepentingan pemerintah. 
 
Sejak tahun 2016 yang lalu, permasalahan ini tak kunjung usai dan berlangsung tanpa ada solusi yang tepat dalam pelaksanaannya. Dan kini permasalahan tersebut muncul kembali setelah selesai nya pesta demokrasi pada Pilkada 2017 dan Pilgub 2018. 
 
Dalam menertibkan Pasar Pagi Sekayu, semua kebijakan Pemkab Muba baik itu larangannya tidak boleh berjualan di pinggir jalan hingga pedagang yang didalam pasar harus mundur kebelakang tidak boleh melewati batas jalan, sudah diikuti oleh seluruh pedagang yang ada di pasar tersebut dan hal itu diindahkan oleh pedagang.
 
Selanjutnya, Pemkab Muba membuat kebijakan lagi terkait larangan bongkar muat kendaraan agen di sepanjang Jalan Kapten A. Rivai dan pembeli (kenyot) tidak diperbolehkan masuk pasar pagi talang jawa untuk diarahkan kepasar terminal randik pada dini hari.
 
Namun, kebijakan Pemkab Muba kali ini, membuat pedagang geram dan tidak terima atas keputusan yang telah dibuat. Karena kebijakan tersebut membuat kondisi mereka semakin memprihatinkan, dengan begitu banyak kendala yang dihadapi seperti jualan yang mereka jual tidak habis dan mengakibatkan kurangnya modal.
 
Dalam surat edaran Bupati Muba Nomor 511 / 1766 / Dagperind / 2018 tanggal 17 September 2018, yang melayangkan surat peringatan pertama meminta agar pedagang menutup / menghentikan kegiatan usaha membuka los / lapak dalam waktu satu minggu sejak tanggal surat ini, mengingat kegiatan tersebut tidak memiliki legalitas sesuai ketentuan yang berlaku, disepanjang jalan Kapten A Rivai bukan merupakan tempat berjualan barang basah, buah dan sayur – sayuran di karenakan tidak sesuai dengan tata ruang wilayah Kabupaten Muba dan pedagang diharapkan untuk pindah ke tempat yang telah disediakan oleh pemerintah di pasar randik Sekayu.
 
Menanggapi hal itu, pedagangpun dengan kompak bermusyawarah dan berkumpul di Pasar Pagi untuk menolak larangan bongkar muat para agen di sepanjang jalan Kapten A Rivai, dan meminta dibukakan jalan yang telah pemerintah tutup di simpang 4 Petro Muba dan simpang 4 lampu merah. Sabtu (06/10/2018) pukul 00.00 wib.
 
Asril, orang tua dari pemilik lahan pasar pagi sekayu dalam kesempatan itu menyampaikan keluhan pedagang kepada pemerintah yang dalam hal ini Kepala Lurah Balai Agung Edi Heryanto. 
 
“Kami minta untuk dibukakan jalan umum ini, karena ini melanggar hak asasi manusia. Tolong jangan interpensi masyarakat yang notabennya mencari sesuap nasi dengan keuntungan seribu rupiah dari kangkung seikat”, ujar asril dengan penuh emosional sampaikan keluhannya.
 
Menurutnya, jika pemerintah ingin mengamankan Kabupaten muba, selesaikan korupsi jangan ada di birokrasi dan peredaran narkoba, karena masalah pasar ini menyangkut masalah perut untuk kehidupan manusia sehari – hari, jangan disangkut pautkan dengan tata ruang dan politik.
 
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lurah Balai Agung Edi Heryanto menampung segala aspirasi pedagang pasar pagi sekayu dan akan ia teruskan kepada pimpinan agar segera ditindak lanjuti. 
 
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, mari kita bubar kembali ketempat masing – masing, jangan ada berbenturan atau hal – hal yang tidak di inginkan dengan kawan – kawan di lapangan, karena kami hanya melaksanakan tugas. Kedepan, kita dukung pemerintah dalam relokasi pasar ini, apa yang menjadi aspirasi para pedagang akan dilaporkan kepada pimpinan agar segera ditindak lanjuti”, ucapnya dengan penuh ketenangan dalam menengahi permasalahan yang ada. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.