Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pedagang Pasar Sekayu Mengeluh, Ini Penyebabnya

Jumat, 10 Agustus 2018 | 4:06 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 360

Suasana pasar pagi Sekayu terlihat lenggang sepi pengunjung di Jalan Kapten A Rivai. Jumat (10/08/2018)

Suasana pasar pagi Sekayu terlihat lenggang sepi pengunjung di Jalan Kapten A Rivai. Jumat (10/08/2018)

Muba Sumsel LintasPe-

Para pedagang pasar pagi Jalan Kapten A Rivai (Talang Jawa) Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengeluhkan pembeli yang belakangan ini sangat sepi sehingga berdampak pada pendapatan.

“Dalam beberapa bulan belakangan ini, sangat sulit memperoleh pendapatan karena pasar pagi sangat sepi pengunjung, hal ini selain disebabkan sembako yang melonjak naik, juga dikarenakan harga karet murah”, ungkap salah seorang pedagang ikan nila Nur saat dibincangi awak media lintaspe di pinggir jalan Kapten A Rivai. Jumat (10/08/2018).

Menurutnya, terkait hal ini harus adanya gebrakan solusi dari Pemerintah Kabupaten Muba maupun dinas terkait (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) Muba untuk mendatangkan pembeli di Pasar Pagi.

“Seharusnya Pemerintah mencarikan solusi atas permasalahan ini, bukan malah menyebarkan Surat Edaran yang berisi peringatan dilarang berjualan di badan jalan dan perlengkapan jalan”, pintanya.

Berdasarkan pantauan awak media lintaspe, terkait adanya Surat Edaran Nomor :511.2/064/DAGPERIND/2017 tentang larangan berjualan dibadan jalan dan perlengkapan jalan yang ditandatangani oleh H. Dodi Reza Alex Noerdin.

Yang bertuliskan “Dalam rangka pembinaan dan pengawasan kepada pedagang kaki lima dan asongan yang berjalan di sepanjang Jalan Kapten A Rivai (Talang Jawa), Kami menghimbau untuk tidak berjualan dan melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 45 ayat 1 Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sehubungan dengan hal tersebut diatas kiranya saudara berjualan di tempat yang tidak mengganggu lalu lintas jalan dan di tempat yang di tentukan oleh pemerintah”.

Para pedagang kaki lima di pasar pagi Talang Jawa kembali keberatan dan was – was dengan adanya surat edaran tersebut. Harapan pedagang, jika Pemerintah ingin melakukan penertiban pedagang kaki lima untuk relokasi ke pasar randik Sekayu, mereka menginginkan seluruh pedagang direlokasi tanpa terkecuali.

Senada dengan Nur, Anton pedagang sayuran menambahkan bahwa pihaknya menyadari kalau di isi perda itu ia melanggar, tapi solusi nya apa?. “Kami juga butuh mata pencaharian. Jika pasar di pisah jadi dua, maka pasar akan semakin sepi dan pembeli pun jadi terbagi seperti penertiban tahun sebelumnya”, ungkap Anton.

Ini rasanya tidak adil, sambungnya. Karena di tahun lalu pedagang kaki lima dibadan jalan di depan ruko perjuangan tidak dilakukan penertiban, malah dibiarkan.

“Ibu wartawan lihat sendiri, diseputaran depan ruko perjuangan, depan BRI hingga didepan terminal lama terlihat amburadul, para pedagang sudah hampir mengambil separuh jalan. Walaupun badan jalan agak lebar, tetapi masih mengganggu jalan lalu lintas”, ungkap Anton.

Diceritakannya bahwa dalam penataan atau penertiban pasar tahun lalu dilakukan agar tidak terjadi kemacetan, namun nyatanya penertiban itu sia -sia. “Setelah kami pedagang kaki lima di relokasi ke pasar randik, jalan Kapten A Rivai tetap terjadi kemacetan karena kendaraan pembeli parkir dibadan Jalan”, bebernya. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.