Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pelapor Kecewa, Polres Muba Dinilai Lambat Tangani Perkara

Sabtu, 14 April 2018 | 12:17 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 1143

Markas Kepolisian Resort (Polres) Musi Banyuasin (Muba). Sabtu (14/04/2018)

Markas Kepolisian Resort (Polres) Musi Banyuasin (Muba). Sabtu (14/04/2018)

 

Muba LintasPe –

Kepolisian Resort Musi Banyuasin (Polres Muba), diharapkan untuk menangani secara serius setiap laporan yang dilaporkan masyarakat, apalagi barang bukti, saksi dan juga korban sudah jelas, tidak ada alasan untuk tidak segera menyelesaikan kasus yang dilaporkan.

Hal ini disampaikan oleh Agus Arz selaku Ketua KUD Sumber Jaya Lestari yang melaporkan kasus dugaan pengrusakan asset milik koperasi oleh beberapa oknum masyarakat Desa Mekarjaya Kec. Keluang yang dilaporkan pada bulan Desember 2017 yang lalu, yang hingga kini belum juga ada titik terang.

Senada dengan hal tersebut, saudari Irma Binti Muhammad yang merupakan pelapor dugaan penipuan dan penggelapan, dengan Laporan Polisi No.LP-B/529/V/2017/SUMSEL/RES MUBA, tertanggal 04 Mei 2017.

Irma menyampaikan kepada wartawan bahwa laporannya sudah lebih dari sebelas bulan yang lalu namun sampai hari ini belum juga ada perkembangan signifikan.

Sementara itu Tim Kuasa Hukum pihak pelapor, Kantor Hukum Triapta, yang diwakili oleh Rian Raga Satria, SH., MH. kepada Reporter Lintasperistiwa, Selasa (10/04/2018) mengatakan, kedua perkara yang ditangani Polres Musi Banyuasin tersebut terkesan lambat, pasalnya kasus tersebut ada yang sudah dilaporkan sebelas bulan yang lalu tapi seperti jalan ditempat.

Bahkan kata dia, untuk kasus KUD Sumber Jaya Lestari, pihaknya telah melayangkan surat kepada Kapolres Musi Banyuasin C.Q Kasat Reskrim Polres Muba untuk mendapat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP), namun sampai saat berita ini diterbitkan, belum ada perkembangan signifikan.

Dirinya berharap, penyidik agar lebih intens menangani perkara secara profesional, dan cepat penanganannya. Apalagi saat ini Polres Muba baru saja memiliki Kapolres baru dan tentu saja akan melakukan pembenahan-pembenahan untuk lebih baik.

“Kami menaruh harapan yang besar terhadap Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE., MM. selaku Kapolres Muba yang baru, untuk memonitor kasus-kasus lama yang belum diselesaikan dan terkesan lambat ditangani”, harapnya.

“Kami yakin pihak aparat penegak hukum selalu kooperatif dalam menangani setiap laporan masyarakat, kami juga yakin bahwa penyidik selalu berusaha untuk melakukan tindakan yang baik dan profesional dalam menangani setiap perkara, hanya saja sampai saat ini kami belum mendapatkan kejelasan terkait laporan klien kami yang sudah berjalan kurang lebih sebelas bulan lamanya”, ungkap Rian.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Kemas Arifin SH saat dikonfirmasi diruang kerjanya, melalui penyidik tipikor yang menangani kasus KUD tersebut, F. Pandu WN. menyampaikan bahwa setelah masuk laporan tersebut tanggal 29 Desember, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, dan telah mengintrogasi sembilan orang untuk dimintai keterangan, namun yang menjadi hambatan calon saksi, atas nama gogok selaku pengawas atau pembina KUD dilakukan dua kali pemanggilan namun tidak datang. Jumat (13/04/2018)

“Kita sudah melakukan dua kali pemanggilan di tanggal 6 Maret dan 2 April 2018 namun gogok belum datang. Rencana kita akan melakukan pemanggilan kembali, jika ketiga kali nya tidak datang kami akan membawa surat perintah untuk membawanya. Kata pak Kasat, pemberitahuan perkembangan nya senin nanti, SP2HP nya kami siapkan.

Jika nanti dalam keterangan gogok ada orang lagi yang mengetahui selain dia pada saat kejadian dugaan pengrusakan di KUD, orang tersebut akan dimintai keterangan juga”, ujarnya.

Dalam kasus ini langkah-langkah sudah di ambil, introgasi sudah dilakukan ke semua calon – calon saksi. Satu persatu nanti akan dipanggil lagi, ada beberapa keterangan yang sama, tapi akan di sinkronkan terlebih dahulu, dalam artian mencari bukti – bukti fakta nya sehingga bisa naik ke penyidikan, kalau memang ada bukti nya.

“Kita proses lidik dulu, ketika itu seluruh saksi sudah di kumpulkan, kita ada sidang gelar perkara untuk menentukan perkara itu memenuhi unsur atau tidak. Setelah memenuhi unsur itu, kita tingkatkan penyelidikan menjadi penyidikan, baru kita kirimkan penyidikan ke jaksa, lalu di panggil saksi-saksi lagi, periksa lagi”.

“Sekarang ada mekanismenya, ada Perkap yang mengaturnya. Nah karena itulah sekarang dilema kami, selain masyarakat mendesak, tetapi disisi lain aturan yang ada sekarang mempersempit ruang gerak kami dan ini menjadi kehati-hatian kami”, tambahnya.

Dalam hal ini, tim penyidik tipikor ini mengucapkan terima kasih, dengan adanya media sudah mengingatkannya.

Disampaikannya bahwa ini sudah di kerjakan, namun pihaknya punya kasus perkara – perkara lain yang harus dikerjakan dan bukan hanya ini.

“Pada intinya, ini bukan tidak di kerjakan, tapi terhambat karena saksi tidak datang”, pungkasnya. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.