Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pengadilan Negeri Sekayu Tolak Gugatan Tanah, Mursida Harus Telan Pil Pahit

Selasa, 16 Oktober 2018 | 9:07 pm
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 283

Foto: Mursida warga Dusun III Beruge dalam kondisi sakit dan berbaring di tempat tidur

Foto: Lahan atau tanah yang di tolak oleh pengadilan Negeri Sekayu

 
MUBA SUMSEL, LintasPe-
 
Mursida (39) Salah satu warga Dusun III Beruge Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Nampaknya harus menelan pil pahit setelah mendengar putusan Pengadilan Negeri (PN) Sekayu tanggal 10 Oktober 2018 lalu, pasalnya PN Sekayu menyatakan gugatannya atas tanah warisan orang tuanya yang diwakili kakak kandungnya Abu Bakar (57) melawan Homsia yang diduga mengklaim telah membeli tanah tersebut dari pihak lain bernama Yazid ditolak sehingga Hakim memenangkan tergugat Homsia dengan status NO, Besar kemungkinan Mursida yang dipanggil Dut bakal kehilangan satu satunya warisan peninggalan (alm) Munarib yang merupakan ayah kandung Dut maupun Abu Bakar.
 
Putusan NO merupakan putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena alasan gugatan mengandung cacat formil. Artinya gugatan tersebut tidak ditindak lanjuti oleh hakim untuk diperiksa dan diadili sehingga tidak ada objek gugatan dalam putusan untuk dieksekusi.
 
Dalam perkara gugatan Abu Bakar yang bertindak atas nama adik kandungnya Mursida hakim menyimpulkan gugatan tak bisa dilanjutkan karena surat kuasa yang diberikan Dut kepada Abu Bakar dan Abu Bakar memberi kuasa kepada pengacara Nuri Hartoyo SH dan partner dianggap tidak bisa mewakili karena secara administrasi tanah yang berada didusun III Desa Beruge, tepatnya didaerah sei kangkung tersebut sudah atas nama Mursida. 
 
Dalam pantauan awak media, Mursida sendiri mengidap penyakit yang sudah belasan tahun, penyakit tersebut telah menyebabkan dirinya nyaris tak bisa beranjak dari tempat tidurnya. 
 
Kemudin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mursida mengharapkan belas kasih sanak keluarga maupun tetangga. Dalam kondisi serba keterbatasan inilah iapun menjalani langkah demi langkah getirnya kehidupan ini dan di tambah status Mursida masih lajang hingga saat ini meskipun usianya sudah tak muda lagi. 
 
Tempat terpisah,“ Ya begitulah, kami bersama hakim lainnya menyimpulkan gugatan ini tak bisa dilanjutkan yang dalam hal ini NO, ” kata Tyias Kristiani, SH salah satu hakim yang mengadili perkara tersebut saat dijumpai di PN Sekayu, Senin, (15/10).
 
Tapi menurut dia, putusan NO bukanlah berarti kiamat, karena penggugat masih bisa melakukan upaya lain, seperti banding maupun gugat ulang.
 
Sementara Pengacara Nuri Hartoyo SH, mengaku kliennye kalah tipis, yang jika diibarat kan pertandingan tinju, hanya kalah angka dan berpeluang besar memenangkan pertandingan dalam upaya selanjutnya bahkan dengan Knock out (KO).
 
“Ini kan hanya kalah tipis alias kalah angka, lemah di surat kuasa, saya yakin klien saya akan menang telak bahkan KO jika melakukan gugat ulang ataupun banding karena kita kalah sebelum masuk pemeriksaan materi,” ujarnya saat disambangi diruang Posbakum PN Sekayu.
 
Ketika disambangi awak media, Mursida dikediamannya tepatnya  Dusun III Desa Beruge, Senin (15/10) meski terbaring ditempat tidur yang ditemani salah satu tetangganya meski terlihat berusaha tabah dan tetap tersenyum, Mursida tetap tak mampu menyembunyikan perasaan emosionalnya ketika ditanya pendapatnya terkait putusan pengadilan yang menolak gugatan atas tanah warisan keluarganya tersebut.
 
Tak sepatah katapun terucap dari bibirnya, tubuhnya terlihat terguncang dan tetesan air mata yang terlihat mengalir dari kedua kelopak matanya. Namun setelah cukup lama larut dalam suasana tersebut dengan terbata bata dan suara yang lirih sempat terucap dari bibirnya kalau tanah tersebut akan dijual untuk biaya berobat dirinya.
 
Jadi gimana saya mau berobat” ucapnya dengan suara lirih dan raut muka pilu.
 
Dari salah satu tetangga Mursida didapat informasi jika tanah waris tersebut ternyata termasuk dalam lokasi sumur aa5 Pertamina yang bakal mendapat ganti rugi. Semenjak tersiar kabar tersebut ternyata diduga ada pihak lain yang mengklaim memiliki tanah tersebut sehingga berlanjut kedalam gugatan di PN Sekayu. 
 
Sejumlah tetangga Mursida mengaku cukup heran atas klaim tersebut, karena menurut mereka hampir 70 persen masyarakat Desa Beruge tahu bahwa tanah tersebut memang milik keluarga (alm) Munarib ayah kandung Mursida yang dikelola sejak puluhan tahun lalu. Sementara pihak lain yang juga mengklaim kepemilikan tanah tersebut membeli dari pihak lain atau bukan dari keluarga Munarib.
 
“Setahu kami, warga Beruge pada umumnya tanah tersebut memang milik dia yang rencananya hendak dijual untuk biaya berobat,” tandasnya. (Ahmad Jahri)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.