Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Program Bantuan Dinsos dan Disdagperin Muba Dianggap Basi

Senin, 20 Juli 2020 | 12:55 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Winda Camelia
Dibaca: 3275
Suasana kantor Dinas Sosial Muba saat dikunjungi untuk konfirmasi. Senin (20/07/2020)

Suasana kantor Dinas Sosial Muba saat dikunjungi untuk konfirmasi. Senin (20/07/2020)

Suasana kantor Dinas Sosial Muba saat dikunjungi untuk konfirmasi. Senin (20/07/2020)
 
Muba LintasPe-
 
Ratusan Kepala Desa (Kades) yang bertugas diwilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pertanyakan bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba.
 
Bantuan yang di peruntukkan bagi warga kurang mampu terdampak covid – 19 yang sampai saat ini belum mereka terima sehingga menimbulkan polemik di masyarakat. Senin (20/07/2020)
 
Salah satunya, Ketua APDESI Kecamatan Babat Supat, Dedi Aswari saat di temui awak media di kediamannya, menyampaikan bahwa dirinya bersama Kades lainnya yang ada di Kabupaten Muba ini mempertanyakan bantuan dari Dinsos dan Disdagperin Muba sampai saat ini belum juga turun.
 
“Bantuan PKH, BST, BLT sudah turun semua. Nah, untuk bantuan Dinsos dan Disdagperin Muba sampai kini belum keluar juga. Nah ini yang keluhkan masyarakat saat ini, warga menuntut terus bantuan itu”, ujar Kades.
 
Pandemi Covid ini, sambungnya. Pihaknya selaku Kepala Desa yang menjadi sorotan negatif, sedang instansi terkait sepertinya mengelak dan tutup mata saja.
 
“Mengapa tidak? Kami ini pemerintah Desa yang menjadi ujung tombak di masyarakat, kami yang jadi bomerang, akibat bantuan tersebut berimbas pada pemerintah desa. Dimana letak transparannya terhadap publik, Dinsos dan Disdagperin Muba dinilai gagal”, ucap Dedi.
 
Lebih lanjut, terlepas sumber dari Pemerintah Pusat dan Kabupaten, pihaknya minta kepada Dinsos dan Disdagperin Muba, turunkan lah bantuan itu sesuai janji mereka. 
 
“Kalau menurutnya, kami tidak bisa level bawah, turunkan lah semua, kasihkanlah semua ke masyarakat, tidak jadi masalah. Jangan menjebak level desa. Ini fisik tidak ada sama sekali, operasional jalan terus, Kita dikasih beban menjepit seperti itu”, ungkap nya.
 
Untuk itu, harap Kades. Dinsos dan Disdagperin diharapkan untuk komitmen. Padahal data nama – nama penerima batuan dari desa sudah disampaikan kepada pihak dinsos dan disdagperin namun sampai saat ini belum ada kepastian.
 
“Kami ini sudah ajukan secara tertulis, lewat WhatsApp sudah bosan. Ntah bantuan ini nyangkutnya dimana. Program ini kami anggap basi, Ini sudah jelas, kenapa tidak ada solusinya”, harap Dedi. 
 
Sampai diterbitkan berita ini, Kepala Dinas Sosial Muba dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba atau yang mewakili saat dikonfirmasi awak media dikantor terkait hal itu,  belum bisa di temui.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.