Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Sahri Tutup Fasilitas Umum, Kegiatan Olah Raga Desa Air Putih Ulu Terhenti

Jumat, 7 September 2018 | 11:05 am
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 844

Foto:Lapangan Bola Kaki di pagar oleh salah satu warga desa Air Putih Ulu, Kamis, 06/09/18.

Foto: Plang Lahan fasilitas Umum yang di Claim Oleh Salah Satu Warga Air Putih Ulu, Kamis, 06/09/2018

Foto: Sahri saat diwawancarai awak media di kediamannya Kamis, 06/09/2018.


 MUBA SUMSEL, LintasPe-
 
Polemik berkepanjangan perihal diduga diclaimnya lahan fasilitas umum milik pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, oleh Sahri bin Muris (61) warga Desa Air Putih Ulu (C1), Kecamatan Pelakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Nampaknya belum menemukan titik terang sehingga menimbulkan tanda tanya besar ? oleh masyarakat setempat pasalnya lahan fasilitas umum tersebut tidak bisa digunakan sebagai mana fungsinya.
 
Dalam pantauan awak media, lahan seluas 8750 M2 yang difungsikan sebagai lapangan bola kaki kini telah dipagar dan dipasang Plang  merk serta dilarang melakukan kegiatan apapun oleh Sahri bin Muris. 
 
Saat diwawancarai awak media Sahri di kediamannya kamis, 06/09/2018. Mengatakan bahwasannya berdasarkan surat waris iapun membantah tidak mengclaim dan mengambil lahan fasilitas umum milik pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.
 
“Saya tidak mengambil dan mengclaim lahan pemerintah namun saya hanya pertahankan tanah ayah dan kakek saya dan semenjak polemik lahan ini, mulai dari awal hingga sekarang saya sudah menghabiskan dana kurang lebih 150 juta rupiah, “ujar Sahri. 
 
Lebih lanjut, “Sudah banyak yang datang baik dari pihak kecamatan, polsek namun sampai saat ini belum ada titik terang yang pasti. Sehingga saya terpaksa memagar Lapangan bola kaki ini dan memasangnya plang merk, “jelas Sahri.
 
Kemudian awak mediapun mendatangi kediaman Edi Purnomo selaku Kepala Desa setempat. Edi menyayangkan Semenjak di pagarnya fasilitas umum tersebut kegiatan karang taruna menjadi terhambat karena lapangan itu adalah salah satu lahan atau tempat dalam sarana Olah Raga masyarakat Air Putih Ulu. 
 
“Semenjak lapangan bola kaki itu dipagar kegiatan masyarakat khusunya bermain bola kaki menjadi terhenti. Dan harapan saya permasalahan ini agar cepat terselesaikan dan tidak meluas apalagi sampai terjadi pertumpahan darah. Dan menemukan solusi sehingga kegiatan karang taruna dan masyrakat khusunya dalam olah raga tidak terhambat lagi,” harap Edi. 
 
Tempat terpisah, awak mediapun mendatangi Kantor Camat Plakat tinggi Kamis, 06/09/18 guna konfirmasi sejauh mana proses tersebut berjalan. Namun, H. SISWADI DC, S.Sos, M.Si selaku camat tidak ada ditempat. Hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum dapat ditemui. (Ahmad Jahri). 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.