Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

SBH Puskesmas Sri Gunung KWARRAN Sungai Lilin Laksanakan Program Kelas Parenting

Selasa, 14 Juli 2020 | 10:44 pm
Reporter: Red.Penti
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 313
Fenti Suprihartini, AM. Keb., S.H., M.H. pemateri program kelas parenting bertempat di Dusun 1 Desa Cinta Damai Kec. Sungai Lilin. Selasa (13/07/2020).

Fenti Suprihartini, AM. Keb., S.H., M.H. pemateri program kelas parenting bertempat di Dusun 1 Desa Cinta Damai Kec. Sungai Lilin. Selasa (13/07/2020).

Fenti Suprihartini, AM. Keb., S.H., M.H. pemateri program kelas parenting bertempat di Dusun 1 Desa Cinta Damai Kec. Sungai Lilin. Selasa (13/07/2020).
Fenti Suprihartini, AM. Keb., S.H., M.H. pemateri program kelas parenting bertempat di Dusun 1 Desa Cinta Damai Kec. Sungai Lilin. Selasa (13/07/2020).

 

SUNGAI LILI MUBA LINTASPERISTIWA.COM –

Kepala UPTD Puskesmas Sri Gunung selaku Pimpinan Saka Bakti Husada (SBH) Puskesmas Sri Gunung Kwarran Sungai Lilin Kwarcab Musi Banyuasin kakak dr Aladin diwakili oleh Pamong Saka kak Fenti Suprihartini, AM. Keb., S.H., M.H. melaksanakan program kelas parenting dengan tema Pola Pengasuhan Positif dalam membentuk karakter anak yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2020  bertempat di Dusun 1 Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin yang dihadiri oleh PKK desa Cinta Damai, Kader Posyandu Balita, Kader Posbindu, Kader Pembangunan Manusia, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kader Teknik Desa dan ibu-ibu yang memiliki bayi serta balita. Selasa (13/07/2020).

Sebagai pemateri kak Fenti yangmana beliau adalah seorang bidan di Poskesdes Cinta Damai wilayah kerja Puskesmas Sri Gunung. Pemateri memaparkan tentang beragam jenis pola asuh dan pengaruhnya terhadap anak.

Menurutnya, Dimana pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anak akan berdampak pada perilaku anak.

“Pola asuh otoriter  (Parent oriented). Pada pola asuh otoriter segala aturan orang tua harus ditaati oleh anak. Anak harus menurut dan tidak boleh membantah terhadap orang tua.

Dampaknya terhadap anak yaitu anak menjadi kurang inisiatif, merasa takut, tidak percaya diri, minder dalam pergaulan dan di sisi lain anak bisa memberontak atau nakal”. Jelasnya.

Lanjut kak penti, “Pola asuh permisif (children centered). Dimana Sifat pola asuh ini yaitu segala aturan dan ketetapan keluarga di tangan anak. Orang tua menuruti segala kemauan anak. Anak cenderung bertindak semena mena, tanpa pengawasan orang tua. Dampak terhadap anak yaitu anak menjadi kurang disiplin dengan aturan-aturan sosial yang berlaku”.

“Pola asuh demokratis. Disini kedudukan antara orang tua dan anak sejajar. Anak diberi kebebasan yang bertanggung jawab, artinya apa yang dilakukan oleh anak tetap harus dibawah pengawasan orang tua dan dapat dipertanggung jawabkan secara moral”. Jelas Kak Penti.

“Akibat positif dari pola asuh ini, anak akan menjadi seorang individu yang mempercayai orang lain dan akibat negatifnya maka anak akan cenderung merongrong kewibawaan otoritas orang tua kalau segala sesuatu harus dipertimbangkan anak dan orang tua”. Urainya.

Ketiga gaya pengasuhan diatas harus diterapkan secara fleksibel tergantung dari kondisi anak saat itu.

“Intinya adalah apapun pola asuhnya, maka segalanya harus diletakkan dalam kerangka kepentingan anak, agar anak menjadi lebih baik secara fisik maupun mental”. Tutup Pimpinan Saka Bakti Husada Puskesmas Sri Gunung Kwarran Sungai Lilin Kwarcab Musi Banyuasin ini.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.