Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Dandim 0213/ Nias Diduga Mengintimidasi Anggota Jurnalis

Senin, 2 Desember 2019 | 8:00 am
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Lintas Peristiwa1
Dibaca: 1462
Photo Krisman Zabuah selaku Ketua Koordinator ORMAS LMP sekepulauan Nias.

Photo Krisman Zabuah selaku Ketua Koordinator ORMAS LMP sekepulauan Nias.

Photo Krisman Zabuah selaku Ketua Koordinator ORMAS LMP sekepulauan Nias.
Photo Krisman Zabuah selaku Ketua Koordinator ORMAS LMP sekepulauan Nias.

 

Gunungsitoli LintasPe –

Terkait berita yang telah beredar diberbagai media siber tentang diduga oknum kapten PS kodim 0213/Nias melakukan penganiayaan terhadahap nak buah kapal WJL. (02/12/2019).

Saat awak media konfirmasi Kepada letkol inf. TPLS selaku dandim 0213/Nias melalui via whatshap tidak respon, tetapi melalui via seluler dengan nomor contak person 08136231xxxx dengan 08132910xxxx tentang kejadian yang di duga dilakukan oknum anggota Kodim, ia mengatakan.

“Bos kog berani kau buat berita begitu ada apa rupanya masalahnya, konfirmasi dulu la jangan asal-asal buat berita, apa maksudnya begitu emang kau polisi rupanya, jangan Ooo, ehm saja kau hargai orang tua bos”, ungkapanya dengan nada emosi.

Lanjutnya, “Jadi begini kalau kamu buat berita tanya dulu ke kita apa ceritanya dulu gitu lho dipukul apa, eh dengar dulu dipukul apa dia bos kau bilang pemukulan. Saya tau barusan dia itu naik kapal, naik sepeda motor ditahan dia padahal orang anggota ada disitu sudah ada yang siap-siap pake motor dinas bos biar kau tau, kau ngomong mulut mu, kau sudah hebat kali bantu lah TNI ini bukan buat berita seperti itu, “Kau Polisi bukan”, ungkapnya dengan nada keras.

Ditambahkan lagi, “Kau yang sopan lah, kau naikkan berita dugaan-dugaan lagi makanya jangan buat berita begitu dulu tunggu dari pasi subdenpom, ya sudah gini saja tunggu nanti kita bermain gimana kamu itu langsung menuduh lagi memukul, saya proses anggota saya tidak salah, jangan asal berita kau”, tuturnya masih nada emosi.

Dari bahasa penyampaian Dandim 0213/ Nias, Krisman Zebua selaku Ketua Koordinator ORMAS LMP Sekepulauan nias menanggapi “Semestinya seorang pimpinan itu tidak harus etika bahasanya kepada setiap orang terlebih Jurnalistik yang mengkonfirmasi kepadanya. Sebab Jurnalistik adalah sebagai perpanjangan tangan serta mata pemerintah dan juga sudah diatur dalam SOP perlindungan wartawan (Standart Perlindungan Profesi Wartawan), yang dimana berbunyi.

“Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa, dan dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun”, terangnya krisman.

Lebih lanjut, “Krisman mengatakan kalau seperti itu bahasanya, berarti diduga Dandim ini arogan dan mungkin sudah terbiasa mengintimidasi orang atau khususnya kepada Jurnalis atau wartawan”, imbuh Zebua.

Sehingga berita ini tayang, awak media mencoba berusaha mengkonfirmasi kepada Danrem.(Selamat Harefah)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.