Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Buron 6 Tahun, Epen Di Dor Polisi

Jumat, 29 November 2019 | 6:49 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 244

Suasana press release di Mapolres Muba. Jumat (29/11/2019)

Suasana press release di Mapolres Muba. Jumat (29/11/2019)

MUBA LINTASPE-

Berawal dari penyerobotan tanah, Effendi alias Epen (48) menjadi buronan polisi selama 6 tahun 9 bulan, karena telah melakukan pengeroyokan berujung maut yang dilakukan bersama 4 orang saudaranya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dalam press release di Mapolres Muba, sengketa tanah tersebut bermula dari korban bernama Amir Bin Asir (50) warga Bedeng Seng Kecamatan Tungkal Jaya yang menumpang tanah orang tua tersangka. Jumat (29/11/2019)

Karena ingin pindah, korban pun menjual tanah tersebut. Sebelas tahun kemudian, korban kembali lagi ingin menjual sisa tanah. Namun Orang tua tersangka tidak menyetujui, lalu korban mengancam ingin membunuh pemilik tanah.

Modus operandi, saat itu korban bersama anaknya sedang mengendarai sepeda motor dari arah Palembang tepat di Desa Simpang Bayat, pada tanggal 15 Februari 2013. Korban ditabrak oleh Pajarudin bersama A (DPO) menggunakan mobil truck Dyna, disaat itu datanglah tersangka Epen bersama 2 orang rekannya B (DPO) dan AN (DPO) menggunakan mobil Toyota Fortuner.

Tidak terima atas ancaman Amir kepada orang tua tersangka, Epen bersama 4 orang saudaranya melakukan pengeroyokan menggunakan senjata tajam sehingga menyebabkan korban meninggal dunia, sedangkan anak korban Alan Rahman (28) Bin Amir mengalami luka ringan.

Setelah kejadian tersebut, Epen langsung melarikan diri berpindah – pindah tempat, mulai dari Jakarta selama 2 tahun lebih, ke Bali, ke Palembang dan kembali lagi ke Muba, yang akhirnya tim gabungan Unit Reskrim Polsek Bayung Lincir dan Opsnal Pidum Sat Reskrim Polres Muba berhasil menangkapnya di Desa Pandan Sari Kecamatan Tungkal Jaya pada hari Kamis (28/11/2019) sekira pukul 06.00 wib.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Markus Surya Pinem S.Ik dalam hal ini mengungkapkan bahwa selain Epen, pihaknya juga telah mengamankan satu tersangka lain yakni Pajarudin alias Nangdin / Udin. Namun, saat ini Pajarudin sudah terlebih dahulu mendekam di Lapas Sekayu atas kasus narkoba. Sementara tiga pelaku lainnya inisial A, B, dan AN terus dilakukan pengejaran (DPO).

“Dari tangan tersangka, kita mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 bilah pisau gagang coklat yang dipergunakan tersangka, 1 unit truck toyota dyna, 1 unit toyota fortuner, 1 buah topi, 2 pasang sandal, 1 unit motor kawasaki ninja dan 1 pasang sarung tangan”, beber Mantan Kapolres Banyuasin ini.

Saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka Efendi, diceritakan Kapolres. Tersangka berusaha melakukan perlawanan sembari memegang senpira. Hingga anggota dilapangan terpaksa melakukan tindakan tegas dengan tembakan terukur ke kakinya.

“Tersangka akan kita jerat pasal 338 KUHP jo pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP jo pasal 351 ayat 3. Untuk ketiga pelaku lain yang melarikan diri. Kita himbau untuk segera menyerahkan diri ke Polsek Bayung Lincir atau Polres Muba. Jika tidak akan kita tindak tegas, ” tegas Kapolres.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.