Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Terkait Isu Pungli di SMPN 2 Sekayu, Komite Sekolah Sampaikan Klarifikasi

Jumat, 21 Juni 2019 | 11:11 pm
Reporter: B13
Posted by: Lintas Peristiwa
Dibaca: 700
SMPN 2 Sekayu yang beralamat di jalan merdeka LK. Satu Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba Prov. Semusel.

SMPN 2 Sekayu yang beralamat di jalan merdeka LK. Satu Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba Prov. Semusel.(red)

SMPN 2 Sekayu yang beralamat di jalan merdeka LK. Satu Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba Prov. Semusel.
SMPN 2 Sekayu yang beralamat di jalan merdeka LK. Satu Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba Prov. Semusel.(red)

 

Sekayu Muba LintasPe –

Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sekayu melalui Wakil Ketua Komite Bidang Partisipasi dan Aspirasi masyarakat Ir. M. Daud menyampaikan klarifikasi terkait isu adanya dugaan pungli yang dilakukan pihak sekolah SMP Negeri 2 Sekayu. Klarifikasi tersebut sampaikan secara tertulis melalui hak jawab tertanggal 19 Juni 2019.

Ramai diberitakan sebelumnya bahwa diduga telah terjadi praktek pungutan liar yang dilakukan pihak sekolah SMPN 2 Sekayu dengan menarik pungutan sebesar Rp. 200.000 per siswa guna keperluan pembelian komputer, mesin genset, dan untuk memperbaiki lahan sekolah. (Baca Juga Berita Terkait – Miris; Smp Negeri 2 Sekayu Diduga Lakukan Pungli)

Selain itu pihak sekolah diduga mengancam untuk tidak memberikan nomor ujian kepada siswa yang belum membayar uang pungutan yang telah ditentukan.

Menanggapi hal tersebut pihak komite sekolah membantah telah melakukan pungutan liar maupun pengancaman.

Ir. M. Daud mewakili Komite Sekolah menjelaskan bahwa pengumpulan dana sebesar Rp. 200.000/siswa itu merupakan kesepakatan bersama seluruh orang tua dan wali murid dan merupakan hasil keputusan rapat komite pada tanggal 13 Desember 2018, jadi bukan keputusan sepihak karena sudah melibatkan seluruh orang tua dan wali murid.

Dana tersebut Seyogyanya digunakan untuk kenyamanan dan keamanan siswa dan siswi itu sendiri, diantaranya untuk pembelian komputer dan genset untuk keperluan Siswa/siswi kelas IX melaksanakan UNBK karena SMPN 2 Sekayu sudah melaksanakan UNBK sendiri namun sarana komputer masih kurang.

Dana tersebut digunakan juga untuk memperbaiki lapangan upacara, karena saat hujan lapangan upacara menjadi licin dan sering menyebabkan siswa jatuh terpeleset bahkan ada yang terluka.

Selain itu dana tersebut digunakan untuk pemasangan kawat berduri di halaman belakang, untuk mencegah siswa memanjat pagar dan minggat dari sekolah.

Ir.M.Daud juga menjelaskan bahwa pengumpulan dana tersebut merupakan inisiatif komite dan bukan paksaan dari pihak sekolah, sehingga untuk pengumpulan dananyapun ditangani oleh Bendahara Komite. Namun karena pengurus komite tidak bisa hadir setiap hari di sekolah maka ditunjuklah petugas untuk mengumpulkan dana tersebut dan menyerahkannya kepada Bendahara Komite.

Pihak Komite Juga membantah adanya ancaman kepada siswa yang belum membayar, apalagi dengan ancaman tidak ikut ujian, menahan ijazah dan SKHU. Hal ini dibuktikan dengan tidak ada satupun siswa yang tidak mengikuti ujian padahal sampai dengan bulan Juni, siswa yang sudah melunasi uang tersebut baru sekitar 60%.

Bahkan pihak komite juga mengambil kebijakan bahwa sumbangan tersebut bisa diangsur, bahkan bagi siswa yang tidak mampu tidak perlu membayar atau gratis ataupun dengan membayar seadanya.

Ir. M. Daud mewakili komite sekolah SMP Negeri 2 Sekayu berharap, dengan adanya klarifikasi ini dapat memberikan penjelasan dan menghindari kecurigaan terkait pungutan maupun penggunaan dana tersebut, sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.(B13)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.