Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Terkait Tunggakan PT MEP Terhadap PLN ini Kata Sekda Muba

Jumat, 4 Januari 2019 | 2:23 pm
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Lintas Peristiwa
Dibaca: 783

Foto: Drs H Apriyadi SMi Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Foto: Drs H Apriyadi,MSi. Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

 

MUBA SUMSEL, LintasPe

Dalam pesan whatShappnya Rabu, 02/01/18 Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi mengatakan bahwasannya pihak PLN telah menaikan tarif dasar listrik sepihak sehingga PT MEP harus menelan pil pahit dan menanggung semua beban kenaikan tarif dasar listrik, sekdapun menjelaskan pada awak media historis dan analisa tunggakan PT MEP ke PLN.

“Tanggal 19 januari 2018 General Manager PLN WS2JB menyurati PT. Muba Electrik Power (MEP) dengan surat nomor 0043/AGA.01.01/WS2JB/2018, perihal tarif komersial pelanggan curah, bahwa terhitung mulai bulan februari 2018, faktor Q mengalami perubahan dari semula faktor Q=1,01 menjadi faktor Q=1,75. Akibat perubahan faktor Q tersebut, harga beli MEP ke PLN mengalami perubahan dari semula Rp.714,07/kwh atau (Rp.707xQ 1,01) menjadi Rp. 1.237.25/kwh atau (Rp.707xQ 1,75) sementara harga jual MEP ke masyarakat masih tetap Rp.850/kwh sesuai dengan peraturan Bupati MUBA nomor 13 tahun 2013 tentang harga jual tarif tenaga listrik yang disediakan oleh BUMD PT. Muba Electrik Power,” ujar Sekda.

Lebih lanjut, “Dampak dari kebijakan tersebut, PT. MEP mengalami defisit Rp.387/kwh atau setara (2) dua milyar/ bulan sebelum dikenakan denda biaya keterlambatan 6% perbulan. Dan PT. MEP dan Pemda Muba mengajukan peninjauan ulang perubahan faktor Q tersebut dengan surat Bupati Musi Banyuasin no.500/lV2018 tanggal 5 februari 2018 perihal peninjauan ulang penerapan tarif komersil pelanggan curah PT. MEP ditujukan kepada General Manager PT PLN persero WS2JB,” ungkap Sekda. 

Kemudian, “Tanggal 18 april 2018 dilakukan audiensi pertemuan antara Pemkab Muba dan PT PLN persero WS2JB bertempat dikantor PLN WS2JB di Palembang yang dihadiri langsung oleh Plt Bupati MUBA dan GM. PT PLN persero WS2JB. Lalu, tanggal 20 april 2018 dilakukan pertemuan kembali antara Pemkab Muba dan PT. PLN persero WS2JB dan Kementerian ESDM RI di jakarta yang dihadiri langsung oleh Sekda Muba, GM PT. PLN persero WS2JB, dan Kasi Ditjen ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI. Dan Sehubungan tidak terpenuhinya peninjauan ulang penerapan tarif komersial pelanggan curah PT. MEP tersebut, maka PT mengusulkan untuk di lakukan penyesuaian tarif harga jual ke masyarakat menjadi Rp.1.559,-/kWH,” beber Sekda.

Lanjutnya, “Sesuai dengan peraturan Bupati Muba No. 104 Th 2018 tentang harga jual tarif tenaga listrik yang disediakan oleh BUMD PT MEP maka terhitung pada tanggal 1 November 2018 harga jual tenaga listrik MEP ke masyarakat menjadi Rp. 1.559,-/kWH resmi di berlakukan. Kemudian hutang PT MEP kepada PLN tercatat sebesar 25,8 M, akibatnya terjadi pemadaman arus listrik di kecamatan Tungkal Jaya, Plakat Tinggi, Mekar jaya dan Kecamatan Keluang. Kemudian Besarnya tunggakan dari pelanggan kepada PT MEP yang belum teratasi. Dari data neraca keuangan tahun 2015 piutang sebesar Rp. 18,8 M dan tahun 2016 meningkat 25,1 M, tahun 2017 Rp. 24,8 M dan akhir tahun 2018 terdata Rp. 22,1 M, ” jelas Sekda. 

Akibat kenaikan tarif dasar listrik oleh pihak PLN membuat PT Muba Elektrik Power harus menanggung dan menutupi dampak dari kenaikan tarif tersebut.

“PLN naikan tarif itu terhitung Bulan Pebruari 2018. Jadi PT MEP harus menutupi kenaikan yang diberlakukan oleh PLN selama 8 bulan,” tutup Sekda. (Ahmad Jahri) 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.