Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Ternyata….. Wabah Muntaber Di Kab. PALI, Menelan Korban Jiwa Satu Balita

Rabu, 11 September 2019 | 8:27 pm
Reporter: Hendri Irdianto, SH
Posted by: Lintas Peristiwa1
Dibaca: 407
RSUD Talang Ubi Tempat Di Rawatnya Pasien Muntaber Yang Mewabah Di Kab. PALI,

RSUD Talang Ubi Tempat Di Rawatnya Pasien Muntaber Yang Mewabah Di Kab. PALI, Rabu (11/09/2019)

RSUD Talang Ubi Tempat Di Rawatnya Pasien Muntaber Yang Mewabah Di Kab. PALI,
RSUD Talang Ubi Tempat Di Rawatnya Pasien Muntaber Yang Mewabah Di Kab. PALI, Rabu (11/09/2019)

 

Pali LintasPe –

Di Indonesia khususnya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Kab. PALI) sedang memasuki musim kemarau. Di saat musim kemarau melanda identik dengan penyakit tertentu, salah satu muntah berak (Muntaber), yang disebabkan cuaca panas berdampak menurunnya daya tahan tubuh manusia, sehingga virus-virus penyakit mudah masuk ke tubuh.
Selain itu, udara kering, sumber air bersih berkurang, banyak lalat dan debu juga membuat orang mudah terserang penyakit, salah satunya di kabupaten PALI saat ini sedang mewabah penyakit Muntaber yang di tandai banyak pasien.

Akibat wabah muntaber seorang Bayi di bawah lima tahun (Balita) meninggal dunia setelah di rawat di rumah sakit dan tak tertolong.

“Beberapa Minggu lalu, Cucu saya berumur 8 bulan meninggal akibat muntaber, dan sempat menjalani perawatan di RSUD Talang Ubi, sebelum di rujuk ke RSCMH,” ungkap pria warga Kel. Talang Ubi Barat, yang tidak mau di sebutkan namanya.

Pernyataan tersebut di benarkan oleh dr. Zamir selaku Kepala Puskesmas Talang Ubi, bahwa ada anak balita meninggal akibat muntaber.

“Memang benar ada balita beralamat di talang pipa meninggal akibat muntaber, dan saat di bawah ke puskesmas kondisi si balita sudah lemah dan pasien bisa dikatakan terlambat di bawah untuk mendapatkan perawatan medis, makanya kita rujuk ke Rumah Sakit,” ujarnya, saat di konfirmasi via telpon karena lagi dinas luar. Rabu, (11/09/2019)

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta pihak terkait di Pemkab PALI cepat tanggap dalam penangulangan wabah muntaber ini.

“Puskesmas Talang Ubi dan Dinkes sudah melakukan pencegahan dengan sosialisai mengenai hidup sehat guna antisipasi penyakit di musim kemarau ini, dimana pada musim kemarau ini persediaan air bersih minim dan debu berterbangan sehingga bisa terhirup ke tubuh manusia apalagi anak-anak yang riskan terkena penyakit, dan saya berharap pihak terkait menyiram jalan agar debu yang berterbangan dapat di minimalisir dan untuk masyarakat hendaknya menjaga kebersihan sebelum makan dengan mencuci tangan,” tutup dr. Zamir.

Pada saat musim kemarau ini muntaber bisa dikatakan wabah penyakit yang melanda Kab. PALI.

“Hampir rata-rata warga PALI yang berobat ke RSUD Talang Ubi dan di rawat menderita Muntaber, apalagi anak-anak dan Balita. Untuk ruang perawatan anak-anak di dominasi penderita muntaber, bahkan pihak RSUD kekurangan tempat untuk menangani pasien, sekarang kami menambah tempat tidur untuk merawat pasien yang terserang muntaber,” ujar dr. H. Tri Fitriyanti.

Di singgung mengenai korban balita yang meninggal akibat muntaber dr. H. Tri Fitriyanti selaku Dirut RSUD Talang Ubi belum mengetahui kabar tersebut.

“Untuk balita yang meninggal akibat muntaber saya belum mengetahui kabar tersebut, karena hingga saat ini belum ada laporannya”, ucap Dirut RSUD Talang Ubi ini saat si jumpai di ruang kerjanya. Rabu, (11/09/2019)

Saat di sambangi di kantornya sekitar pukul 9.30 WIB Plt. Kadinkes Kab. PALI tidak berada di tempat.

“Bapak tidak berada di kantor, baru saja keluar, silahkan tunggu lagi ada rapat di luar kantor,” ujar salah satu Staff Dinkes Kab. PALI.

Awak media @lintaspwristiwa meminta nomor Handphone Plt. Kadinkes Kab. PALI untuk konfirmasi perihal balita yang meninggal akibat penyakit muntaber.

“Saya konfirmasi dulu dibagian pelayanan RS dan puskesmas di Kab. Pali”, ujar M. Mudakir, SKM. M. Kes Plt. Kadinkes Kab. PALI melalui pesan singkat WatshAapp yang pertama.

Berselang beberapa menit kemudian Plt. Kadinkes Kab. PALI mengirimkan pesan singkatnya kembali.

“Pak tolong mohon info identitas yang meninggal dan alamatnya, kami juga sudah mengkonfirmasi ke RSUD dan puskesmas tp belum dapat infonya”, tutup pesan singkatnya. (Hendri Irdianto, SH)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.