Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Tim Gabungan Cegah Pesta Malam, Sohibul Hajat Ngotot

Jumat, 5 Juli 2019 | 1:51 pm
Reporter: Tim
Posted by: redaksi
Dibaca: 957
Suasana saat tim gabugan mendatang Shohibul Hajat  Romsan (50) di Desa Keban 1, Kamis malam, (3/07/19)

Suasana saat tim gabugan mendatang Shohibul Hajat  Romsan (50) di Desa Keban 1, Kamis malam, (3/07/19)

Suasana pesta malam Shohibul Hajat  Romsan (50) di Desa Keban 1, Kamis malam, (3/07/19)

Suasana pesta malam Shohibul Hajat  Romsan (50) di Desa Keban 1, Kamis malam, (3/07/19)

 

Sanga Desa Muba LintasPe –

Belumlah sirna dari ingatan pasca dugaan Pelanggaran Perda pesta malam yang dilakukan Rozali warga Keban 1 yang proses perkaranya sedang berjalan dan hanya menunggu keputusan pihak pengadilan saja, kini ada juga warga Keban 1 yang nekat ingin menggelar pesta malam dalam acara resepsi anak nya walaupun harus mengelabui petugas, Kamis malam, (3/07/19)

Kesempatan ini juga tidak disia-siakan oleh tim gabungan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Sanga Desa dan tim gabungan dari Kabupaten yang terdiri Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan besaran personil berkisar 150 personil, tepat pada pukul 19.00. Wib (3/6) tim gabungan sudah berada di Desa Keban 1 dan suasana berubah menjadi tegang namun masih bisa dikendalikan karena pihak keamanan tidak terpancing dengan situasi itu, meskipun warga sempat menghidupkan pengeras surah namun masih bisa dikendalikan.

Sohibul Hajat, Romsan (50) saat dihadirkan dalam Forum yang bertempat dirumah Kepala Desa, bersih keras tetap ingin membuka pesta malam apapun resikonya.

“Saya siap menanggung resikonya dan Saya mengadakan Pesta ini untuk membayar niat saya. Karena sudah dua orang anak saya menikah, baru kali ini mau pesta apalagi saya sampai jual kebun untuk mengadakan resepsi pernikahan siang-malam ini. Jadi saya mohon untuk malam ini, bisa diizinkan, meski tidak diizinkan saya tetap akan mengadakan dan saya siap menanggung segala resiko serta sanksi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Camat Sanga Desa Suganda, AP., M.Si mengatakan bahwa Pesta Malam tetap tidak bisa dilaksanakan apapun alasannya, karena sudah diatur oleh pemerintah dalam bentuk sebuah Perda.

“Pesta Malam tetap tidak bisa dilaksanakan apapun alasannya, karena untuk Pesta Rakyat itu hanya dibatasi hingga pukul lima sore dan itu diatur dalam Perda Muba Nomor 2 Tahun 2018”, Kata Suganda.

“Walau bagaimanapun pak tetap tidak boleh, lagi pula beberapa waktu lalu saat bapak kita panggil ke Kecamatan sudah sepakat untuk tidak menggelar pesta di malam hari, bahkan itu dinyatakan dengan surat pernyataan diatas Materai”, tegas Suganda.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Kapolsek Sanga Desa IPTU Beni Okimu, SH bahwa Pesta Malam dilarang oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, itu bertujuan untuk melindungi generasi dan masyarakat itu sendiri, Karena menurut Beni dampak Pesta Malam ini lebih banyak negatif ketimbang baiknya, positifnya.

“Dilarangnya pesta malam bertujuan untuk melindungi generasi dan masyarakat itu sendiri, karena dampak pesta malam ini lebih banyak negatif ketimbang positif nya, apalagi pada saat di gelarnya pesta malam sering terjadi keributan dan peredaran Minum Keras (MIRAS), dan Narkotika, ini menjamur pada saat digelarnya pesta malam mari kita lindung generasi kita kedepannya”,  himbau Beni.

Kepala Satpol PP Muba Jhoni Martohonan, AP., MM melalui Sekretaris Satpol PP Firman Hirawan, S.Sos.,M.Si menegaskan bahwa jika pesta malam tetap digelar maka pihaknya juga akan mengambil langkah tegas dengan mengangkut alat musik yang ada.

“Kalau pesta malam ini tetap dilakukan, maka mohon maaf pak, kami juga akan melakukan tindakan tegas dengan mengangkut alat musik yang ada. Selain itu yang namanya pelanggaran itu nantinya juga ada sanksi yang harus diterima”, jelas Firman.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dari beberapa kejadian Pesta Malam di Keban 1 selama beberapa bulan terakhir itu semuanya juga sudah dilakukan proses penindakan.

“Semuanya juga kita tindak dan kita proses, bahkan Pesta Malam pada 9 Juni 2019 lalu yang dilaksanakan oleh pak Rozali, itu perkaranya segera akan naik ke proses persidangan”, tegasnya.

Selepas pendekatan secara persuasif oleh petugas, suasana di lokasi menjadi kondusif meskipun sempat beberapa kali memanas. Dengan beberapa kali musik diputar melalui pengeras suara, untuk memancing petugas mengambil tindakan. Beruntungnya petugas gabungan tidak mudah terpancing emosi, hingga para personil kembali mundur sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun pada pukul 23..30. Wib, setelah tim gabungan terdiri dari unsur pemerintah kecamatan Sanga Desa dan para petugas tidak ada lagi dilokasi hiburan, Romsam selaku Sohibul Hajat tetap memerintakan personil musik untuk dapat memainkan alat musiknya, pesta malampun berlanjut hingga sampai pukul 4.00. Wib.(Tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.