Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Jadikan Milad Ke 354 dan 17 Tahun Kesultanan Palembang Darussalam Sebagai Moment Harga Diri Bangsa

Rabu, 4 Maret 2020 | 9:30 pm
Reporter: Ekobepe
Posted by: redaksi
Dibaca: 310
Pengurus FORWIDA SUMSEL menyambangi kediaman Sultan SMB IV dalam rangka peringatan MILAD Kesultanan Palembang Darussalam. Selas, (03/03/20)

Pengurus FORWIDA SUMSEL menyambangi kediaman Sultan SMB IV dalam rangka peringatan MILAD Kesultanan Palembang Darussalam. Selas, (03/03/20)

Dokpri. SMB Bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Perwakilan Pemerintah Acara Milad KPD Ke-354. Selas, (03/03/20)

Dokpri. SMB Bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Perwakilan Pemerintah Acara Milad KPD Ke-354. Selas, (03/03/20)

Palembang LintasPe –

Bertempat di  Kompleks Pemakaman Cinde Welan (Caandi Walang), Kemarin (3/3) digelar Peringatan Milad ke-354 dan 17 Tahun Kebangkitan Kesultanan Palembang Darussalam, yang dilaksanakan oleh Panitia Bersama yang Terdiri dari Kesultanan Palembang Darussalam dan Ormas Palembang antara lain  AMKPD (Angkatan Muda Keluarga Palembang Darussalam), Forum Beroyot Palembang, Forum Silaturahmi Zuriat Buyut Lokan, HZKPD  (Himpunan Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam), IKBMB (Ikatan Keluarga Besar Mangcik Bicik), KKP (Kerukunan Keluarga Palembang), KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Sumsel), PW MABMI SUMSEL (Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Wilayah Sumsel), PERSADA BEGENAH (Persaudaraan Darussalam – Bergerak Karena Allah), PZP (Persatuan Zuriat Palembang), ZBPD (Zuriat Bangsawan Palembang Darussalam), ZURA (Zuriat Raden Akil).

Hadir Dalam kegiatan Milad ke-354 ini antara lain Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama, Para Ketua Ormas Palembang, Unsur Pemerintah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tamu Undangan Lainnya dari zuriat dan keluarga besar kesultanan.

Dalam Sambutan Ketua Panitia RHA Roni Azhari menyampaikan kiranya dalam gelaran Milad yang sederhana ini tetap mengedepankan semangat peduli dengan jejak sejarah dan kebangkitan mandiri sebagai bangsa yang beradab.

Tanggapan Sultan SMB IV dan Perwakilah Pemerintah, ataupun tokoh penting lainnya senada berikhtiar dan memandang sejarah tidak boleh tergerus jaman, mengingat kedaulatan berbangsa dan bernegara  harus mengedepankan prinsip sejajar dan persahabatan hakiki.

Dalam Wawancara Terpisah Via Selular,  Sejarawan Palembang, Kemas A.R. Panji, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk peringatan ulang tahun berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) ke-354 bila dihitung dari tahun berdirinya tanggal jatuh pada hari ini pada tanggal 3 Maret 1666.

“Peringatan dan Perayaan Milad KPD ke 354, seperti yang tercatat saat ini pertama kali diawali dan digagas oleh R.M. Syafei Diradja (SMB III Prabu Diradja) yang selalu melaksanakan peringatan Milad dengan Berbagai acara sejak 17 tahun yang lalu (3 Maret 2003) yang diberi tajuk Periode Kebangkitan Kesultanan Palembang Darussalam”

Masih menurut Kemas Ari Panji bahwa ada perbedaan penggunaan istilah dalam perayaan “MILAD dan HAUL” Milad biasa digunakan untuk peringatan hari ulang tahun, sedangkan Haul adalah perayaan untuk memperingati hari wafatnya seorang Tokoh” jadi menurut hemat saya bahwa peringatan ini sudah tepat dan layak untuk dilaksanakan.

Mengenai Siapa yang berhak Menyelenggarakan Kegiatan Milad? Kemas ari menyatakan bahwa seluruh elemen (pemerintah, Organisasi/lembaga, dan Masyarakat) sangat di perbolehkan untuk Marayakan, baik secara madiri ataupun bersama-sama.

Hadir Dalam kegiatan Milad ke-354 ini antara lain Sultan Raden Muhammad Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn, Iskandar Mahmud Badaruddin sebagai Ketua Umum Himpunan Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam (HZKPD), para Ketua Ormas Palembang, Unsur Pemerintah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tamu Undangan Lainnya.

Acara dimulai dengan pembacaan surah yasin dan tahlil oleh Ustadz RM.Hamdani dan Ustadz R.A Faisal lalu pembacaan manaqib Susuhunan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Imam oleh Ustadz Kms Andi Syarifuddin.

Gubernur Sumsel H Herman Deru diwakili Staf Ahli Gubernur bidang politik dan hukum, Dr KH Rosyidin Hasan,M.Pd.I menilai ritus budaya seperti peringatan milad (ulang tahun) pendiri Kesultanan Palembang Darussalam (KPD)

Susuhunan Abdurrahman Khalifatul…

Menurut Vebri Al Lintani bahwa Selamat Hari Jadi Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) ke-354 dilihat dari hari Proklamasi KPD yg jatuh pada tanggal 3 Maret 1666

Pada Tragedii 22 Agustus 1658, Ockersz, seorang Belanda yang mati terbunuh di negeri Palembang “ditujah dengan keris” di kapal De Wachter yang akan bongkar sauh. 42 orang Belanda lainnya dibunuh, 28 ditawan, 3 diantaranya kemudian mati, dan 24 lagi melarikan diri ke Jambi.” Peristiwa tragis ni membuat Belanda menyiapkan pasukan lebih kuat untuk menyerang Palembang.

Dan  di Tahun 1659 Palembang diserang dengan kekuatan yang lebih hebat dan dapat dikuasai. Kuto Gawang dibumihanguskan oleh Belanda. Rajanya Pangeran Sido Ing Rejek mengasingkan diri Sako Tigo (Ogan Ilir). Adiknya Ki Mas Endi, kemudian menggabtikan peran sang Kakak sbg Raja (sultan) Palembang Darussalam.

Adanya konflik Palembang dengan Belanda dan Jambi begitu menguras tenaga dan diatasi sendiri oleh Palembang tanpa kehadiran Mataram yang mengklaim sebagai vazaal atau pelindung. Oleh karena itu, Ki Mas Endi, kemudian mendirikan Kesultanan Palembang Darussalam yang berdaulat dan mandiri, lepas dari vazaal Jawa pada 3 Maret 1666.

Lepasnya Palembang dari Jawa bukan hanya dari sisi politik namun juga pada orientasi kebudayaan yang menerapkan konsrp kebudayaan Melayu Islam.

Maka, akan sangat baik jika Pemeintah Kota Palembang ikut juga memeringati hari jadi KPD ini selain hari jadi yang berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, 17 Juni 683 M (seharusnya 16 Juni 682 M). Tak dapat dipungkiri, KPD telah meninggalkan warisan budaga yang nyata dan dinikmati oleh Pemkot. Kawasan bangunan di sekitar Benteng Kuto Besak, Kantor Ledeng, Rumah Siput (Museum SMB II), Masjid Agung dan kawasan Kampung Sekanak adalah kawasan pusat kekuasaan KPD yang sekarang digunakan oleh Pemkot Palembang dan Kodam II secara cuma-cuma.

Sebenarnya, peringatan hari jadi KPD sudah dimulai sejak 3 Maret 2003 oleh SMB III Prabudiradja (RM Syafei Diradja) yg juga secara kebetulan mencanangkan kebangkitan KPD yg dikelolanya pada tanggal yang sama. Saat ini peringatan tsb dilanjutkan oleh SMB IV R.M. Fauwaz Diraja dan para zuriat lainnya.(Ekobepe)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.