Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Nasib Hasan Hidup Di Salah Satu Kabupaten Terkaya(Muba)

Rabu, 21 Februari 2018 | 4:57 pm
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 881

Red. Hasan Kakek Tua Saat Dijumpai Awak Media Ditempat Tinggalnya. Rabu(21/02/18)

Red. Tempat Tinggal Hasan Kakek Tua. Rabu(21/02/18)

Red. Tempat Tinggal Hasan Kakek Tua. Rabu(21/02/18)

Lawang wetan Muba LintasPe-
 
Tragis yang dialami Hasan (87) Jalan lintas Sekayu – Lubuk linggau tepatnya di dusun satu (1) desa tanjung durian Kecamatan Lawang Wetan (Kec. Lawet) Kabupaten Musibanyuasin (Kab. Muba) Provinsi Sumatera Selatan(Prov. Sumsel)  kurang lebih seratus meter (100.M) tepatnya di belakang kantor kepala desa tanjung durian. Terpantau oleh awak media LintasPe- Rabu 21/02/18.
 
 
Menurut salah satu warga desa tanjung durian bahwasannya sudah delapan belas (18) tahun bercerai dari istri dan tinggal di persinggahan dan menderita selama puluhan tahun hidup dalam kemiskinan, untuk memenuhi kebutuhan sehari saja hasan hanya mengharap belas kasihan dari warga yang melintas di depan gubuk yang beratapkan polibek, di saat hujan mengalami kebocoran sedangkan ketika dalam keadaan cuaca panas siang hari hasan keluar dari gubuknya untuk mencari tempat berteduh di bawah pepohonan yang berada tidak  jauh dari tempat tinggalnya.
 
Saat di  wawancarai oleh reporter LintasPe- hasan mengatakan  bahwa selama ini pemerintah tidak peduli dengan kehidupan masyarakat miskin.
 
“kemana pemerintah selama ini, mereka hanya tutup mata dan memaksa rakyat muba untuk melihat ke atas, melihat prestasi-prestasi yang dicapai pemerintah, seperti seberapa banyak bangunan yang sudah di bangun dengan uang yang banyak, melihat pemerintah mendapatkan pujian pujian, mendapatkan penghargaan dari sana-sinilah sementara pemerintah sendiri tidak pernah melihat kebawah. melihat kami yang miskin ini dan mengalami nasib menderita”, kata kakek tua renta ini.
 
“Saya hanya butuh kursi untuk saya duduk dan kaca mata untuk saya membaca, saya ini senang membaca Al Quran, saya juga senang membaca koran jadi saya tau perkembangan yang ada di kabupaten kaya ini walaupun saya sendiri hidup dalam kemiskinan” sambung kakek hasan dengan nada kecawa.
 
Selain itu hasan sendiri tidak memiliki kartu identitas/ kartu tanda penduduk (KTP) tapi ketika ajang politik beliau diberi kartu untuk berpartisivasi dalam pemilihan untuk mencoblos. Sangat di sayangkan kok bisa terjadi seperti ini kemana aparatur desa setempat, hal ini disampaikan salah seorang warga desa tanjung durian. Seperti pribahasa ‘semut diseberang lautan nampak jelas, namun gajah di pelupuk mata tidak kelihatan'” sambungnya.
 
Hasan berharap kepada seluruh pemerintah melalui media agar jangan cuma memperhatikan tapi harus peduli bagaimana caranya agar masyarakat yang sangat miskin bisa hidup layak.
 
“Saya ingin di usia yang senja ini memiliki tempat yang layak tidak perlu luas yang penting bersih agar saya bisa istirahat dengan baik dan beribadah dengan khusuk”, Harap Hasan.
 
Ditempat terpisah awak mediapun ingin melakukan konfirmasi dengan kepala desa setempat terkait permasalah hasan warga desa tanjung durian kecamatan lawang wetan kabupaten musi banyuasin sumatera selatan, namun sangat disayangkan kepala desa setempat tidak dapat dijumpai karena beliau tidak berada dikantornya, selanjutnya awak media menemui kepala desa tanjung durian dirumahnya tapi kepala desa juga tidak ada di rumahnya.
 
Awak mediapun mengajak kepada masyarakat, lembaga  dan pemerintah khususnya  di kab. muba agar segera  menurunkan tim secara langsung kemasyarakat untuk mendata warga sangat miskin di kabupaten muba ini, kemudian di berikan solusi bukan hanya sekedar bantuan kecil secara materil saja, hal ini dilakukan dengan tujuan agar terciptanya kesetaraan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat sehingga tidak kita jumpai lagi permasalahan seperti ini di kemudian hari.(Ahmad Jahri)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.